Kapan PSSI Umumkan Pelatih Baru Timnas Indonesia?
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 14:23 WIB
loading...
Kapan PSSI Umumkan Pelatih Baru Timnas Indonesia?
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir angkat bicara mengenai pelatih baru Timnas Indonesia. Erick mengakui belum mempunyai nama, dia meminta waktu sedikit lagi agar bisa menemukan sosok yang tepat.
Posisi pelatih kepala Timnas Indonesia senior, U-23, dan U-20 kosong setelah PSSI resmi mengakhiri kerjasama dengan tim kepelatihan pimpinan Patrick Kluivert. Selesainya kerjasama ini buntut dari kegagalan Timnas Indonesia di putaran empat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Di fase itu, Skuad Garuda tumbang dari Arab Saudi (2-3), dan Irak (0-1) di Grup B. Dua kekalahan ini memastikan Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada tahun depan.
Erick mengungkapkan, saat ini posisi itu tidak akan terisi dalam waktu dekat. Mantan pemilik Inter Milan itu mengaku masih memerlukan waktu untuk mempertimbangkan banyak hal sebelum menunjuk pelatih anyar.
"Nah jadi memang, kalau ditanya 'kapan kita (PSSI) pengumuman pelatih baru?' belum. Saya masih perlu waktu, konsolidasi dua hal," kata Erick dikutip dari akun Instagram resmi iNews TV (@officialinewstv), Jumat (24/10/2025).
Erick melanjutkan, saat ini dirinya sedang mencoba berkomunikasi dengan banyak pihak perihal pelatih baru Timnas Indonesia. Dia mengakui, mencari pelatih baru saat situasi dan ranking Timnas Indonesia sekarang tidak mudah.
"Satu, saya lagi coba buka komunikasi ke banyak pihak. Jangan sampai persepsi, yang kejadian beberapa kali terakhir ini mempersulit posisi kita mencari pelatih. Karena kita mesti sadari ranking kita belum tinggi. Masih rendah. Mencari pelatih di ranking seperti ini tidak mudah. Even, waktu Shin Tae-yong pun sebenarnya kan gak mudah meyakinkan pada saat itu. Waktu itu kan (ranking) 170, nah sekarang 120-an juga tidak mudah," tutur Erick.
"Jadi saya, yang sedang saya coba lakukan dengan jaringan internasional saya, memberi confidence (kepercayaan diri) balik bahwa kita tetap ingin punya long term program (program jangka panjang)," sambungnya.
Lebih jauh, Erick mengungkapkan, banyak pelatih yang juga sangat mempertimbangkan kesehatan mental ketika melatih suatu tim nasional. Apalagi, statusnya bertanggung jawab atas tim nasional yang diharapkan seluruh warga negaranya.
"Memang, semua, rata-rata hanya mengenai bullysm. Kita harus kembali menyehatkan juga, persepsi sepak bola nasional. Kita harus punya kesepakatan, sepak bola untuk nasional dan kebenaran," ujar Erick.
"Dan ini, beberapa pemain juga mengontak saya, mereka worry (khawatir), karena kasus (Rizky) Ridho mereka juga tidak happy," tutup pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu.
Posisi pelatih kepala Timnas Indonesia senior, U-23, dan U-20 kosong setelah PSSI resmi mengakhiri kerjasama dengan tim kepelatihan pimpinan Patrick Kluivert. Selesainya kerjasama ini buntut dari kegagalan Timnas Indonesia di putaran empat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Di fase itu, Skuad Garuda tumbang dari Arab Saudi (2-3), dan Irak (0-1) di Grup B. Dua kekalahan ini memastikan Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada tahun depan.
Erick mengungkapkan, saat ini posisi itu tidak akan terisi dalam waktu dekat. Mantan pemilik Inter Milan itu mengaku masih memerlukan waktu untuk mempertimbangkan banyak hal sebelum menunjuk pelatih anyar.
"Nah jadi memang, kalau ditanya 'kapan kita (PSSI) pengumuman pelatih baru?' belum. Saya masih perlu waktu, konsolidasi dua hal," kata Erick dikutip dari akun Instagram resmi iNews TV (@officialinewstv), Jumat (24/10/2025).
Erick melanjutkan, saat ini dirinya sedang mencoba berkomunikasi dengan banyak pihak perihal pelatih baru Timnas Indonesia. Dia mengakui, mencari pelatih baru saat situasi dan ranking Timnas Indonesia sekarang tidak mudah.
"Satu, saya lagi coba buka komunikasi ke banyak pihak. Jangan sampai persepsi, yang kejadian beberapa kali terakhir ini mempersulit posisi kita mencari pelatih. Karena kita mesti sadari ranking kita belum tinggi. Masih rendah. Mencari pelatih di ranking seperti ini tidak mudah. Even, waktu Shin Tae-yong pun sebenarnya kan gak mudah meyakinkan pada saat itu. Waktu itu kan (ranking) 170, nah sekarang 120-an juga tidak mudah," tutur Erick.
"Jadi saya, yang sedang saya coba lakukan dengan jaringan internasional saya, memberi confidence (kepercayaan diri) balik bahwa kita tetap ingin punya long term program (program jangka panjang)," sambungnya.
Lebih jauh, Erick mengungkapkan, banyak pelatih yang juga sangat mempertimbangkan kesehatan mental ketika melatih suatu tim nasional. Apalagi, statusnya bertanggung jawab atas tim nasional yang diharapkan seluruh warga negaranya.
"Memang, semua, rata-rata hanya mengenai bullysm. Kita harus kembali menyehatkan juga, persepsi sepak bola nasional. Kita harus punya kesepakatan, sepak bola untuk nasional dan kebenaran," ujar Erick.
"Dan ini, beberapa pemain juga mengontak saya, mereka worry (khawatir), karena kasus (Rizky) Ridho mereka juga tidak happy," tutup pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu.
(sto)
Lihat Juga :