Ketua Umum IeSPA, Ibnu Riza, Diangkat Jadi Penasihat Strategis Presiden AESF
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 18:38 WIB
loading...
Kiprah dan kesuksesan KRMP. Ibnu Sulistyo Riza Pradipto dalam membangun ekosistem Esports di Indonesia mendapat pengakuan khusus dari Federasi Esports Asia (AESF) / Foto: Ist
A
A
A
Kiprah dan kesuksesan KRMP. Ibnu Sulistyo Riza Pradipto dalam membangun ekosistem Esports di Indonesia mendapat pengakuan khusus dari Federasi Esports Asia (AESF). Ibnu, yang juga menjabat Ketua Umum Indonesia Esports Association (IeSPA), kini resmi dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Strategic Advisor Presiden AESF, Santi Lothong.
Penunjukan kehormatan ini diumumkan langsung oleh Presiden AESF, Santi Lothong, dalam gelaran AESF Esports Forum 2025 di Bangkok, 9 Oktober lalu. Bagi Ibnu Riza, penunjukan ini merupakan tantangan besar untuk memajukan Esports di seluruh kawasan.
"Saya merasa terhormat dipercaya sebagai Strategic Advisor Presiden AESF. Ini adalah komitmen bersama untuk menumbuhkan dan menyatukan ekosistem esports dan gaming industry di Kawasan Asia,” ujar Ibnu, Jumat (24/10/2025).
"Bersama keluarga besar esports, kita tidak hanya meningkatkan permainan, tetapi juga membangun generasi. Mari kita bangun masa depan esports bersama," tambahnya, menekankan misi persatuan dan pembangunan talenta.
AESF Esports Forum 2025 yang bertema "Shaping the Esports Ecosystem and the Future of Asia and Beyond" menjadi ajang penting untuk membangun arah industri regional. Forum ini kembali mengusung semangat "Persatuan dan Solidaritas Esports Asia" sebagai fondasi utama.
Ada tiga fokus utama yang dibahas oleh asosiasi anggota dan mitra strategis, yaitu pengembangan pendidikan dan karier di dunia esports, peningkatan inklusivitas serta keberagaman, dan peran penting media dan penyiaran dalam membentuk citra industri.
Presiden AESF, Santi Lothong, menegaskan bahwa esports adalah wadah untuk menyatukan generasi dan budaya melalui kompetisi yang sehat dan berdaya saing global. Dukungan terhadap industri masa depan ini juga datang dari Gubernur Bangkok, Dr. Chadchart Sittipunt, yang membuka forum. Ia menilai esports kini tak hanya fokus pada hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan pendidikan bagi generasi muda.
Forum ini juga menjadi penanda awal kerja sama strategis antara Asia dan Eropa, ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktur Jenderal AESF, Steve Kim, dan Sekretaris Jenderal European Esports Federation (EEF), Lukasz Klimczyk. Selain itu, ditandai pula dengan Seremoni Penyerahan Bendera dan Memorandum of Intention untuk dimulainya persiapan Asian Esports Games 2026 yang akan diselenggarakan di Vietnam. Ibnu Riza kini berada di posisi kunci untuk ikut mendorong inovasi dan pengembangan talenta lokal di seluruh Asia menjelang ajang multi-event regional tersebut.
Penunjukan kehormatan ini diumumkan langsung oleh Presiden AESF, Santi Lothong, dalam gelaran AESF Esports Forum 2025 di Bangkok, 9 Oktober lalu. Bagi Ibnu Riza, penunjukan ini merupakan tantangan besar untuk memajukan Esports di seluruh kawasan.
"Saya merasa terhormat dipercaya sebagai Strategic Advisor Presiden AESF. Ini adalah komitmen bersama untuk menumbuhkan dan menyatukan ekosistem esports dan gaming industry di Kawasan Asia,” ujar Ibnu, Jumat (24/10/2025).
"Bersama keluarga besar esports, kita tidak hanya meningkatkan permainan, tetapi juga membangun generasi. Mari kita bangun masa depan esports bersama," tambahnya, menekankan misi persatuan dan pembangunan talenta.
AESF Esports Forum 2025 yang bertema "Shaping the Esports Ecosystem and the Future of Asia and Beyond" menjadi ajang penting untuk membangun arah industri regional. Forum ini kembali mengusung semangat "Persatuan dan Solidaritas Esports Asia" sebagai fondasi utama.
Ada tiga fokus utama yang dibahas oleh asosiasi anggota dan mitra strategis, yaitu pengembangan pendidikan dan karier di dunia esports, peningkatan inklusivitas serta keberagaman, dan peran penting media dan penyiaran dalam membentuk citra industri.
Presiden AESF, Santi Lothong, menegaskan bahwa esports adalah wadah untuk menyatukan generasi dan budaya melalui kompetisi yang sehat dan berdaya saing global. Dukungan terhadap industri masa depan ini juga datang dari Gubernur Bangkok, Dr. Chadchart Sittipunt, yang membuka forum. Ia menilai esports kini tak hanya fokus pada hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan pendidikan bagi generasi muda.
Forum ini juga menjadi penanda awal kerja sama strategis antara Asia dan Eropa, ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktur Jenderal AESF, Steve Kim, dan Sekretaris Jenderal European Esports Federation (EEF), Lukasz Klimczyk. Selain itu, ditandai pula dengan Seremoni Penyerahan Bendera dan Memorandum of Intention untuk dimulainya persiapan Asian Esports Games 2026 yang akan diselenggarakan di Vietnam. Ibnu Riza kini berada di posisi kunci untuk ikut mendorong inovasi dan pengembangan talenta lokal di seluruh Asia menjelang ajang multi-event regional tersebut.
(yov)
Lihat Juga :