PSSI Tanggapi Kabar Jepang Keluar dari AFC: Media Jangan Terpancing Rumor
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 08:29 WIB
loading...
PSSI Tanggapi Kabar Jepang Keluar dari AFC: Media Jangan Terpancing Rumor
A
A
A
Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menegaskan kabar Jepang akan keluar dari federasi sepak bola tanah air ( AFC ) tidak benar. Hal itu dikarenakan, media-media Indonesia terpancing dengan hal tersebut.
Kabar itu tidak memiliki sumber valid namun menyebar luas hingga menjadi perhatian media dan pejabat AFC. Insiden pemberitaan hoaks tersebut telah menimbulkan pertanyaan serius dari anggota dan pejabat AFC kepada delegasi Indonesia yang dipimpin Sekjen PSSI, Yunus Nusi, saat menghadiri AFC Awards di Riyadh, Arab Saudi, pekan lalu.
“Teman-teman media ingat, AFC media sangat memantau pemberitaan di tanah air. Kami di Riyadh dicecar oleh anggota AFC dan media mereka soal kevalidan berita itu," kata Yunus Nusi dalam konferensi pers, Jumat (24/10/2025).
Baca Juga: Jepang Ajak Indonesia Cabut dari AFC, Bikin Blok Sepak Bola Asia Timur?
"Mereka heran dan mempertanyakan sumbernya, karena dinilai media di Indonesia menyebarkan berita tidak benar,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) PSSI Erick Thohir saat ini sedang juga memulihkan kembali kepercayaan komunitas sepak bola internasional terhadap Indonesia setelah dua peristiwa yang menimbulkan dampak reputasional. Peristiwa pertama, pengakhiran kerja sama lebih awal dengan tim kepelatihan Patrick Kluivert dkk, yang berujung pada banjir kecaman di media sosial usai kegagalan Timnas di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Posisi kekosongan pelatih membuat Timnas Indonesia senior kemungkinan tidak ambil bagian dalam FIFA matchday, periode November 2025. Jadi, periode itu akan dimaksimalkan untuk Timnas Indonesia U-23.
“Yang pasti, tidak mudah dan tidak bisa buru-buru mencari pelatih karena kondisi ini. Saya harus sosialisasi ke sepak bola internasional tentang apa yang sebenarnya terjadi, dan berusaha meraih kembali kepercayaan komunitas sepak bola dunia terhadap kita,” tegasnya
“Ini pelajaran buat kita semua. Kita harus hati-hati. Kepercayaan internasional tidak datang begitu saja. Harus dijaga dan dibangun. Karena itu, saya tidak mau asal cepat menunjuk pelatih. Kita harus bangun dulu kembali kepercayaan itu secara bertahap untuk bisa dapatkan pelatih Timnas,” sambungnya.
Kabar itu tidak memiliki sumber valid namun menyebar luas hingga menjadi perhatian media dan pejabat AFC. Insiden pemberitaan hoaks tersebut telah menimbulkan pertanyaan serius dari anggota dan pejabat AFC kepada delegasi Indonesia yang dipimpin Sekjen PSSI, Yunus Nusi, saat menghadiri AFC Awards di Riyadh, Arab Saudi, pekan lalu.
“Teman-teman media ingat, AFC media sangat memantau pemberitaan di tanah air. Kami di Riyadh dicecar oleh anggota AFC dan media mereka soal kevalidan berita itu," kata Yunus Nusi dalam konferensi pers, Jumat (24/10/2025).
Baca Juga: Jepang Ajak Indonesia Cabut dari AFC, Bikin Blok Sepak Bola Asia Timur?
"Mereka heran dan mempertanyakan sumbernya, karena dinilai media di Indonesia menyebarkan berita tidak benar,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) PSSI Erick Thohir saat ini sedang juga memulihkan kembali kepercayaan komunitas sepak bola internasional terhadap Indonesia setelah dua peristiwa yang menimbulkan dampak reputasional. Peristiwa pertama, pengakhiran kerja sama lebih awal dengan tim kepelatihan Patrick Kluivert dkk, yang berujung pada banjir kecaman di media sosial usai kegagalan Timnas di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Posisi kekosongan pelatih membuat Timnas Indonesia senior kemungkinan tidak ambil bagian dalam FIFA matchday, periode November 2025. Jadi, periode itu akan dimaksimalkan untuk Timnas Indonesia U-23.
“Yang pasti, tidak mudah dan tidak bisa buru-buru mencari pelatih karena kondisi ini. Saya harus sosialisasi ke sepak bola internasional tentang apa yang sebenarnya terjadi, dan berusaha meraih kembali kepercayaan komunitas sepak bola dunia terhadap kita,” tegasnya
“Ini pelajaran buat kita semua. Kita harus hati-hati. Kepercayaan internasional tidak datang begitu saja. Harus dijaga dan dibangun. Karena itu, saya tidak mau asal cepat menunjuk pelatih. Kita harus bangun dulu kembali kepercayaan itu secara bertahap untuk bisa dapatkan pelatih Timnas,” sambungnya.
(sto)
Lihat Juga :