NOC Indonesia Akan Bertemu IOC 28 Oktober, Bahas Sanksi Buntut Penolakan Visa Atlet Israel
Minggu, 26 Oktober 2025 - 07:18 WIB
loading...
NOC Indonesia Akan Bertemu IOC 28 Oktober, Bahas Sanksi Buntut Penolakan Visa Atlet Israel
A
A
A
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyampaikan pihaknya akan bertemu Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada Selasa (28/10) mendatang. NOC Indonesia akan membahas banyak hal penting dalam pertemuan tersebut, termasuk membahas keputusan IOC.
Sikap pemerintah Indonesia terkait penolakan visa atlet-atlet Israel di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 Jakarta membuat IOC geram. Buntut dari hal tersebut, IOC mengeluarkan empat keputusan, yang mana salah satunya adalah menutup Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade ataupun kejuaraan dunia.
Okto, sapaan Raja Sapta, menyampaikan bahwa NOC Indonesia sejatinya telah meminta waktu untuk bertemu IOC sejak jauh-jauh hari sebelum terciptanya keputusan tersebut. Namun pada akhirnya, kesempatan bertemu itu baru bisa terlaksana pada Selasa (28/10) mendatang.
“Sejak jauh-jauh hari, NOC Indonesia memang sudah meminta waktu untuk bertemu IOC, kemudian IOC memberikan waktu untuk bertemu pada 28 Oktober 2025,” kata Okto dalam keterangannya, Sabtu (25/10/2025).
Baca Juga: Indonesia Dilarang Gelar Turnamen Olahraga Internasional Buntut Penolakan Visa Atlet Israel
Okto menjelaskan banyak topik yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk keputusan terbaru yang dibuat IOC. NOC Indonesia akan menjelaskan secara langsung dan rinci agar IOC bisa menerima penjelasan yang jelas.
“Banyak hal yang akan didiskusikan bersama IOC. Sekaligus membahas keputusan terkini IOC. Kami mengerti pasti ada konsekuensi atas kejadian terakhir, tapi kami ingin menjelaskan secara langsung sehingga informasi yang diterima IOC bisa lebih komprehensif,” ujar Okto.
Lebih lanjut, Okto mengungkapkan bahwa IOC belum menyampaikan informasi secara langsung kepadanya. Namun, dia tidak mempermasalahkan hal itu dan mengambil langkah untuk menemui langsung IOC di markasnya guna meredam dinamika yang terjadi saat ini.
“Sampai saat ini, IOC belum pernah menghubungi saya secara langsung, jadi sebaiknya memang harus datang bertemu di headquarter IOC di Laussane, sehingga ada solusi terbaik terkait dinamika yang terjadi untuk saat ini dan yang akan datang,” terang Okto.
Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 pada 19-25 Oktober. Terlepas dari penolakan enam visa atlet Israel pada kejuaraan dunia tersebut, penyelenggaraan ajang itu sejauh ini berjalan sangat lancar dan mendapat banyak pujian dari atlet senam dunia.
Sikap pemerintah Indonesia terkait penolakan visa atlet-atlet Israel di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 Jakarta membuat IOC geram. Buntut dari hal tersebut, IOC mengeluarkan empat keputusan, yang mana salah satunya adalah menutup Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade ataupun kejuaraan dunia.
Okto, sapaan Raja Sapta, menyampaikan bahwa NOC Indonesia sejatinya telah meminta waktu untuk bertemu IOC sejak jauh-jauh hari sebelum terciptanya keputusan tersebut. Namun pada akhirnya, kesempatan bertemu itu baru bisa terlaksana pada Selasa (28/10) mendatang.
“Sejak jauh-jauh hari, NOC Indonesia memang sudah meminta waktu untuk bertemu IOC, kemudian IOC memberikan waktu untuk bertemu pada 28 Oktober 2025,” kata Okto dalam keterangannya, Sabtu (25/10/2025).
Baca Juga: Indonesia Dilarang Gelar Turnamen Olahraga Internasional Buntut Penolakan Visa Atlet Israel
Okto menjelaskan banyak topik yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk keputusan terbaru yang dibuat IOC. NOC Indonesia akan menjelaskan secara langsung dan rinci agar IOC bisa menerima penjelasan yang jelas.
“Banyak hal yang akan didiskusikan bersama IOC. Sekaligus membahas keputusan terkini IOC. Kami mengerti pasti ada konsekuensi atas kejadian terakhir, tapi kami ingin menjelaskan secara langsung sehingga informasi yang diterima IOC bisa lebih komprehensif,” ujar Okto.
Lebih lanjut, Okto mengungkapkan bahwa IOC belum menyampaikan informasi secara langsung kepadanya. Namun, dia tidak mempermasalahkan hal itu dan mengambil langkah untuk menemui langsung IOC di markasnya guna meredam dinamika yang terjadi saat ini.
“Sampai saat ini, IOC belum pernah menghubungi saya secara langsung, jadi sebaiknya memang harus datang bertemu di headquarter IOC di Laussane, sehingga ada solusi terbaik terkait dinamika yang terjadi untuk saat ini dan yang akan datang,” terang Okto.
Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 pada 19-25 Oktober. Terlepas dari penolakan enam visa atlet Israel pada kejuaraan dunia tersebut, penyelenggaraan ajang itu sejauh ini berjalan sangat lancar dan mendapat banyak pujian dari atlet senam dunia.
(sto)
Lihat Juga :