Pengamat Tinju Sentil Trilogi Dillian Whyte vs Derek Chisora: Cuma Cari Cuan!
Senin, 27 Oktober 2025 - 23:16 WIB
loading...
Pengamat Tinju Sentil Trilogi Dillian Whyte vs Derek Chisora: Cuma Cari Cuan!
A
A
A
Dunia tinju Inggris kembali disuguhi pertarungan klasik. Dua petinju veteran, Dillian Whyte dan Derek Chisora , akan kembali naik ring untuk menuntaskan trilogi mereka pada 13 Desember 2025 di Co-op Live Arena, Manchester.
Duel bertajuk Whyte vs Chisora 3 itu akan disiarkan melalui DAZN PPV. Promotor Frank Warren mengonfirmasi langsung kabar ini.
“Pertarungan Whyte melawan Chisora sudah rampung. Tinggal beberapa hal teknis kecil yang akan kami selesaikan,” ujar Warren kepada The Ring.
Kabar kembalinya dua petinju yang kini sama-sama berstatus jutawan ini justru disambut sinis oleh penggemar. Banyak yang menyebut laga tersebut sekadar ajang mencari uang terakhir bagi dua petinju yang masa keemasannya telah lewat.
Di media sosial, sejumlah penggemar menilai keduanya sudah terlalu tua dan tak lagi relevan di puncak kompetisi kelas berat dunia. “Mereka seharusnya pensiun, bukan terus dijual untuk headline PPV,” tulis salah satu komentar yang viral.
Baik Whyte maupun Chisora memang dikenal lebih banyak menjadi lawan uji bagi para petinju top seperti Tyson Fury dan Anthony Joshua, ketimbang menjadi penantang juara dunia sejati. Keduanya pun telah mengantongi jutaan dolar dari karier panjang yang penuh pertarungan keras, meski tanpa sabuk juara dunia bergengsi.
Pertemuan ketiga ini akan menjadi ajang nostalgia bagi pecinta tinju Inggris. Dalam dua pertemuan sebelumnya, Whyte unggul 2-0. Pertarungan pertama pada Desember 2016 berakhir dengan keputusan split decision yang kontroversial, sementara duel kedua dua tahun kemudian dimenangkan Whyte lewat knockout di ronde ke-11. Ironisnya, kala itu Chisora unggul di dua kartu juri sebelum akhirnya tumbang.
Kini, pada usia 41 tahun, laga ini kemungkinan besar akan menjadi pertarungan perpisahan Chisora, meski belum ada kepastian apakah ia benar-benar akan gantung sarung tinju setelahnya.
Jurnalis tinju Olly Campbell menyebut laga ini sebagai bentuk “nostalgia yang dimonetisasi.” Sebab dibandrol dengan harga tiket siaran diperkirakan mencapai £24,95 atau Rp511.000 untuk penonton Inggris dan $59,99 atau sekitar Rp947.000 bagi penggemar di Amerika Serikat.
“Pertarungan ini tak sebanding dengan harga PPV-nya. Keduanya sudah lama melewati masa puncak. Jika ini disiarkan gratis di DAZN, mungkin masih bisa diterima. Tapi menjual nostalgia dengan harga tinggi terasa seperti penipuan bagi penggemar,” tulisnya.
Meski banyak kritik, duel ini dipastikan akan tetap menarik perhatian publik Inggris. Bagaimanapun, perseteruan Whyte dan Chisora selalu menyajikan pertarungan sengit penuh gengsi, meski kali ini lebih bernuansa sentimental daripada kompetitif.
Duel bertajuk Whyte vs Chisora 3 itu akan disiarkan melalui DAZN PPV. Promotor Frank Warren mengonfirmasi langsung kabar ini.
“Pertarungan Whyte melawan Chisora sudah rampung. Tinggal beberapa hal teknis kecil yang akan kami selesaikan,” ujar Warren kepada The Ring.
Dihujat Penggemar: Money Grab Fight
Kabar kembalinya dua petinju yang kini sama-sama berstatus jutawan ini justru disambut sinis oleh penggemar. Banyak yang menyebut laga tersebut sekadar ajang mencari uang terakhir bagi dua petinju yang masa keemasannya telah lewat.
Di media sosial, sejumlah penggemar menilai keduanya sudah terlalu tua dan tak lagi relevan di puncak kompetisi kelas berat dunia. “Mereka seharusnya pensiun, bukan terus dijual untuk headline PPV,” tulis salah satu komentar yang viral.
Baik Whyte maupun Chisora memang dikenal lebih banyak menjadi lawan uji bagi para petinju top seperti Tyson Fury dan Anthony Joshua, ketimbang menjadi penantang juara dunia sejati. Keduanya pun telah mengantongi jutaan dolar dari karier panjang yang penuh pertarungan keras, meski tanpa sabuk juara dunia bergengsi.
Pertemuan ketiga ini akan menjadi ajang nostalgia bagi pecinta tinju Inggris. Dalam dua pertemuan sebelumnya, Whyte unggul 2-0. Pertarungan pertama pada Desember 2016 berakhir dengan keputusan split decision yang kontroversial, sementara duel kedua dua tahun kemudian dimenangkan Whyte lewat knockout di ronde ke-11. Ironisnya, kala itu Chisora unggul di dua kartu juri sebelum akhirnya tumbang.
Kini, pada usia 41 tahun, laga ini kemungkinan besar akan menjadi pertarungan perpisahan Chisora, meski belum ada kepastian apakah ia benar-benar akan gantung sarung tinju setelahnya.
Komentar Pedas dari Pengamat
Jurnalis tinju Olly Campbell menyebut laga ini sebagai bentuk “nostalgia yang dimonetisasi.” Sebab dibandrol dengan harga tiket siaran diperkirakan mencapai £24,95 atau Rp511.000 untuk penonton Inggris dan $59,99 atau sekitar Rp947.000 bagi penggemar di Amerika Serikat.
“Pertarungan ini tak sebanding dengan harga PPV-nya. Keduanya sudah lama melewati masa puncak. Jika ini disiarkan gratis di DAZN, mungkin masih bisa diterima. Tapi menjual nostalgia dengan harga tinggi terasa seperti penipuan bagi penggemar,” tulisnya.
Meski banyak kritik, duel ini dipastikan akan tetap menarik perhatian publik Inggris. Bagaimanapun, perseteruan Whyte dan Chisora selalu menyajikan pertarungan sengit penuh gengsi, meski kali ini lebih bernuansa sentimental daripada kompetitif.
(sto)
Lihat Juga :