Federasi Gimnastik Internasional Gandeng Dua Raksasa Teknologi, Siapkan Program Kebugaran Khusus
Kamis, 30 Oktober 2025 - 13:33 WIB
loading...
Federasi Gimnastik Internasional Gandeng Dua Raksasa Teknologi, Siapkan Program Kebugaran Khusus
A
A
A
Federasi Gimnastik Internasional (FIG) memperluas perannya di luar arena kompetisi dengan menggagas program kebugaran global bagi masyarakat lanjut usia. Bekerja sama dengan dua raksasa teknologi Asia, Fujitsu dan Acer, FIG meluncurkan inisiatif olahraga inovatif untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup para lansia di tengah fenomena aging society yang tengah melanda dunia.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas diperkirakan melonjak dua kali lipat hingga mencapai 2,1 miliar jiwa pada 2050. Melihat tren ini, FIG membentuk Kelompok Kerja Masyarakat Menua (Aging Society Working Group) guna menciptakan solusi olahraga yang ramah lansia.
Baca Juga: 5 Pelatih Top Dunia Tanpa Klub Jadi Alternatif Timnas Indonesia, Bakal Dilirik PSSI?
Salah satu program unggulan yang tengah dikembangkan adalah latihan gimnastik adaptif untuk lansia yang berfokus pada peningkatan keseimbangan, kekuatan otot, serta pencegahan risiko demensia dan kerentanan tubuh. Selain itu, ketiganya juga tengah mengembangkan aplikasi pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memantau kondisi fisik dan mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini.
“Upaya ini untuk mencegah memburuknya penyakit pada lansia dan menekan biaya jaminan kesehatan melalui aktivitas fisik yang terukur,” ujar Presiden FIG, Morinari Watanabe, dalam keterangan resminya, Kamis (30/10/2025).
Ketua Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) sekaligus pemimpin kelompok kerja FIG, Ita Yuliati, menambahkan bahwa program tersebut selaras dengan misi olahraga gimnastik yang menekankan kebugaran sepanjang hayat.
“Olahraga bukan hanya untuk atlet muda. Kami ingin para lansia tetap aktif, seimbang, dan sehat di usia mereka. Program ini juga sejalan dengan inisiatif pemerintah melalui Indonesia Sehat yang memperhatikan kesejahteraan lansia,” kata Ita.
Dari sisi teknologi, Chairman & CEO Acer Medical, Allen Lien, menjelaskan bahwa aplikasi yang dikembangkan meniru sistem penilaian juri gimnastik. “AI akan menilai gerakan tubuh pengguna dengan indikator lampu hijau atau merah. Bila merah, artinya tubuh perlu lebih aktif atau butuh pemeriksaan medis,” ujarnya.
Sementara Naoko Otsuka, EVP Fujitsu Global Solutions Business Group, menegaskan pentingnya sinergi olahraga dan teknologi dalam menghadapi tantangan masyarakat menua. “Fujitsu bangga menjadi bagian dari kolaborasi ini untuk mendorong dunia yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tuturnya.
Dengan pendekatan berbasis sains dan teknologi olahraga, inisiatif FIG ini diharapkan dapat menjadi model baru dalam pemanfaatan gimnastik sebagai sarana menjaga kebugaran dan martabat hidup masyarakat lansia di seluruh dunia.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas diperkirakan melonjak dua kali lipat hingga mencapai 2,1 miliar jiwa pada 2050. Melihat tren ini, FIG membentuk Kelompok Kerja Masyarakat Menua (Aging Society Working Group) guna menciptakan solusi olahraga yang ramah lansia.
Baca Juga: 5 Pelatih Top Dunia Tanpa Klub Jadi Alternatif Timnas Indonesia, Bakal Dilirik PSSI?
Salah satu program unggulan yang tengah dikembangkan adalah latihan gimnastik adaptif untuk lansia yang berfokus pada peningkatan keseimbangan, kekuatan otot, serta pencegahan risiko demensia dan kerentanan tubuh. Selain itu, ketiganya juga tengah mengembangkan aplikasi pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memantau kondisi fisik dan mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini.
“Upaya ini untuk mencegah memburuknya penyakit pada lansia dan menekan biaya jaminan kesehatan melalui aktivitas fisik yang terukur,” ujar Presiden FIG, Morinari Watanabe, dalam keterangan resminya, Kamis (30/10/2025).
Ketua Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) sekaligus pemimpin kelompok kerja FIG, Ita Yuliati, menambahkan bahwa program tersebut selaras dengan misi olahraga gimnastik yang menekankan kebugaran sepanjang hayat.
“Olahraga bukan hanya untuk atlet muda. Kami ingin para lansia tetap aktif, seimbang, dan sehat di usia mereka. Program ini juga sejalan dengan inisiatif pemerintah melalui Indonesia Sehat yang memperhatikan kesejahteraan lansia,” kata Ita.
Dari sisi teknologi, Chairman & CEO Acer Medical, Allen Lien, menjelaskan bahwa aplikasi yang dikembangkan meniru sistem penilaian juri gimnastik. “AI akan menilai gerakan tubuh pengguna dengan indikator lampu hijau atau merah. Bila merah, artinya tubuh perlu lebih aktif atau butuh pemeriksaan medis,” ujarnya.
Sementara Naoko Otsuka, EVP Fujitsu Global Solutions Business Group, menegaskan pentingnya sinergi olahraga dan teknologi dalam menghadapi tantangan masyarakat menua. “Fujitsu bangga menjadi bagian dari kolaborasi ini untuk mendorong dunia yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tuturnya.
Dengan pendekatan berbasis sains dan teknologi olahraga, inisiatif FIG ini diharapkan dapat menjadi model baru dalam pemanfaatan gimnastik sebagai sarana menjaga kebugaran dan martabat hidup masyarakat lansia di seluruh dunia.
(sto)
Lihat Juga :