10 Manajer Sepak Bola Tersukses Sepanjang Masa: Sir Alex Koleksi 50 Trofi
Kamis, 30 Oktober 2025 - 18:59 WIB
loading...
10 Manajer Sepak Bola Tersukses Sepanjang Masa: Sir Alex Koleksi 50 Trofi
A
A
A
Kesuksesan seorang manajer sepak bola sering diukur dari jumlah trofi yang berhasil mereka raih. Dalam sejarah panjang olahraga ini, hanya segelintir pelatih yang mampu mengoleksi puluhan gelar dari berbagai kompetisi domestik dan internasional.
Dari Sir Alex Ferguson hingga Pep Guardiola , berikut daftar 10 manajer dengan koleksi trofi terbanyak dalam sejarah sepak bola dunia.
![10 Manajer Sepak Bola Tersukses Sepanjang Masa: Sir Alex Koleksi 50 Trofi]()
Legenda Manchester United ini tidak hanya dikenal karena ketegasannya, tapi juga kejeniusannya dalam membangun dinasti kemenangan. Dimulai dari St. Mirren dan Aberdeen, Ferguson kemudian menjadikan Manchester United sebagai kekuatan dominan di Inggris dan Eropa.
Selama 27 tahun di Old Trafford, Ferguson memenangkan 13 gelar Premier League, 5 Piala FA, 2 Liga Champions, dan segudang trofi lainnya. Ia juga menjadi manajer terakhir yang mampu mengalahkan Real Madrid di final kompetisi Eropa (1983 bersama Aberdeen). Hingga kini, Ferguson masih dianggap sebagai tolok ukur tertinggi dalam dunia kepelatihan.
![10 Manajer Sepak Bola Tersukses Sepanjang Masa: Sir Alex Koleksi 50 Trofi]()
Di usia 53 tahun, Pep Guardiola sudah menorehkan rekor luar biasa. Sejak debutnya bersama Barcelona pada 2008, ia langsung mempersembahkan treble dan menciptakan “sextuple” pertama dalam sejarah sepak bola.
Setelah sukses di Spanyol, Guardiola melanjutkan kejayaannya di Bayern Munich dan kini mendominasi Inggris bersama Manchester City. Dalam delapan musim terakhir, Pep membawa City meraih 6 gelar Premier League, 2 Piala FA, 4 Piala Liga, serta Liga Champions 2023. Gaya “tiki-taka” dan pendekatan taktisnya telah merevolusi permainan modern.
![10 Manajer Sepak Bola Tersukses Sepanjang Masa: Sir Alex Koleksi 50 Trofi]()
Nama Mircea Lucescu mungkin tak sepopuler Guardiola, tapi prestasinya sulit ditandingi. Pelatih asal Rumania ini sukses di berbagai negara: Rumania, Italia, Turki, Rusia, hingga Ukraina.
Puncak kejayaannya datang saat menangani Shakhtar Donetsk, dengan koleksi 8 gelar liga, 6 piala domestik, dan 1 trofi UEFA Cup (2009). Lucescu juga dikenal sebagai pionir penggunaan data dalam sepak bola, lewat sistem analisis performa pemain yang ia kembangkan di Brescia pada awal 1990-an.
![10 Manajer Sepak Bola Tersukses Sepanjang Masa: Sir Alex Koleksi 50 Trofi]()
Sebelum era data modern, Lobanovskyi sudah menerapkan pendekatan ilmiah dalam sepak bola Soviet. Bersama Dynamo Kyiv, ia menggabungkan ilmu fisika, matematika, dan olahraga menjadi metode latihan revolusioner.
Di bawah arahannya, Dynamo Kyiv menjuarai 8 Liga Soviet, 6 Piala Soviet, dan 2 Piala Winners Eropa. Setelah Uni Soviet bubar, Lobanovskyi tetap sukses di Ukraina dengan 5 gelar liga beruntun.
![10 Manajer Sepak Bola Tersukses Sepanjang Masa: Sir Alex Koleksi 50 Trofi]()
Satu-satunya pelatih yang menjuarai Liga Champions sebanyak lima kali. Carlo Ancelotti dikenal karena ketenangan dan kemampuannya mengelola ruang ganti bertabur bintang.
Ia telah meraih trofi di lima liga top Eropa — Italia, Inggris, Prancis, Jerman, dan Spanyol — bersama klub-klub seperti AC Milan, Chelsea, PSG, Bayern Munich, dan Real Madrid. Gelar terakhirnya datang pada 2024, saat membawa Madrid juara Liga Champions dan La Liga sekaligus.
6. Bill Struth – 30 Trofi (1920–1954)
Sosok legendaris asal Skotlandia ini membawa Rangers FC mendominasi sepak bola domestik selama tiga dekade. Dalam masa kepelatihannya, Struth memenangkan 18 gelar liga dan 10 Piala Skotlandia.
Kedisiplinan menjadi ciri khas Struth, yang dikenal tegas dan visioner dalam menata sistem klub profesional di awal abad ke-20.
7. José Mourinho – 26 Trofi (2000–sekarang)
Julukannya “The Special One” bukan tanpa alasan. Mourinho menorehkan sejarah di empat negara berbeda — Portugal, Inggris, Italia, dan Spanyol — dengan gaya bermain pragmatis dan penuh drama.
Mulai dari Porto yang menjuarai Liga Champions 2004, hingga treble bersama Inter Milan pada 2010, Mourinho dikenal sebagai pelatih yang tahu cara menang. Ia juga memberi gelar Eropa pertama bagi AS Roma lewat trofi Europa Conference League 2022.
8. Luiz Felipe Scolari – 26 Trofi (1982–sekarang)
Dikenal sebagai “Big Phil”, Scolari menjadi ikon sepak bola Brasil berkat kesuksesannya membawa Selecão menjuarai Piala Dunia 2002.
Selain itu, ia juga sukses di level klub bersama Gremio, Palmeiras, dan Guangzhou Evergrande. Di antara kariernya yang panjang, Scolari bahkan sempat menjuarai liga di Uzbekistan dan Piala Teluk Arab bersama Kuwait.
9. Jock Stein – 26 Trofi (1960–1985)
Salah satu legenda terbesar Skotlandia. Bersama Celtic, Jock Stein menciptakan sejarah dengan meraih “continental treble” pada 1967 — menjadikannya klub Inggris pertama yang menjuarai Liga Champions.
Dalam 13 tahun di Celtic Park, ia memenangkan 10 gelar liga, 8 Piala Skotlandia, dan 6 Piala Liga. Stein juga dikenal karena membangun pondasi permainan modern Skotlandia berbasis pemain lokal.
10. Ottmar Hitzfeld – 26 Trofi (1983–2014)
Julukan “Der General” melekat pada Hitzfeld berkat kedisiplinan dan kecerdasannya. Ia sukses besar di Jerman dan Swiss, terutama bersama Borussia Dortmund dan Bayern Munich.
Hitzfeld memenangkan dua gelar Liga Champions, masing-masing bersama Dortmund (1997) dan Bayern (2001), serta total 9 trofi Bundesliga. Ia pensiun pada 2014 sebagai pelatih timnas Swiss setelah tampil di dua Piala Dunia.
Dari Sir Alex Ferguson hingga Pep Guardiola , berikut daftar 10 manajer dengan koleksi trofi terbanyak dalam sejarah sepak bola dunia.
1. Sir Alex Ferguson – 50 Trofi (1974–2013)

Legenda Manchester United ini tidak hanya dikenal karena ketegasannya, tapi juga kejeniusannya dalam membangun dinasti kemenangan. Dimulai dari St. Mirren dan Aberdeen, Ferguson kemudian menjadikan Manchester United sebagai kekuatan dominan di Inggris dan Eropa.
Selama 27 tahun di Old Trafford, Ferguson memenangkan 13 gelar Premier League, 5 Piala FA, 2 Liga Champions, dan segudang trofi lainnya. Ia juga menjadi manajer terakhir yang mampu mengalahkan Real Madrid di final kompetisi Eropa (1983 bersama Aberdeen). Hingga kini, Ferguson masih dianggap sebagai tolok ukur tertinggi dalam dunia kepelatihan.
2. Pep Guardiola – 39 Trofi (2007–sekarang)

Di usia 53 tahun, Pep Guardiola sudah menorehkan rekor luar biasa. Sejak debutnya bersama Barcelona pada 2008, ia langsung mempersembahkan treble dan menciptakan “sextuple” pertama dalam sejarah sepak bola.
Setelah sukses di Spanyol, Guardiola melanjutkan kejayaannya di Bayern Munich dan kini mendominasi Inggris bersama Manchester City. Dalam delapan musim terakhir, Pep membawa City meraih 6 gelar Premier League, 2 Piala FA, 4 Piala Liga, serta Liga Champions 2023. Gaya “tiki-taka” dan pendekatan taktisnya telah merevolusi permainan modern.
3. Mircea Lucescu – 38 Trofi (1979–2023)

Nama Mircea Lucescu mungkin tak sepopuler Guardiola, tapi prestasinya sulit ditandingi. Pelatih asal Rumania ini sukses di berbagai negara: Rumania, Italia, Turki, Rusia, hingga Ukraina.
Puncak kejayaannya datang saat menangani Shakhtar Donetsk, dengan koleksi 8 gelar liga, 6 piala domestik, dan 1 trofi UEFA Cup (2009). Lucescu juga dikenal sebagai pionir penggunaan data dalam sepak bola, lewat sistem analisis performa pemain yang ia kembangkan di Brescia pada awal 1990-an.
4. Valeriy Lobanovskyi – 30 Trofi (1969–2001)

Sebelum era data modern, Lobanovskyi sudah menerapkan pendekatan ilmiah dalam sepak bola Soviet. Bersama Dynamo Kyiv, ia menggabungkan ilmu fisika, matematika, dan olahraga menjadi metode latihan revolusioner.
Di bawah arahannya, Dynamo Kyiv menjuarai 8 Liga Soviet, 6 Piala Soviet, dan 2 Piala Winners Eropa. Setelah Uni Soviet bubar, Lobanovskyi tetap sukses di Ukraina dengan 5 gelar liga beruntun.
5. Carlo Ancelotti – 30 Trofi (1995–sekarang)

Satu-satunya pelatih yang menjuarai Liga Champions sebanyak lima kali. Carlo Ancelotti dikenal karena ketenangan dan kemampuannya mengelola ruang ganti bertabur bintang.
Ia telah meraih trofi di lima liga top Eropa — Italia, Inggris, Prancis, Jerman, dan Spanyol — bersama klub-klub seperti AC Milan, Chelsea, PSG, Bayern Munich, dan Real Madrid. Gelar terakhirnya datang pada 2024, saat membawa Madrid juara Liga Champions dan La Liga sekaligus.
6. Bill Struth – 30 Trofi (1920–1954)
Sosok legendaris asal Skotlandia ini membawa Rangers FC mendominasi sepak bola domestik selama tiga dekade. Dalam masa kepelatihannya, Struth memenangkan 18 gelar liga dan 10 Piala Skotlandia.
Kedisiplinan menjadi ciri khas Struth, yang dikenal tegas dan visioner dalam menata sistem klub profesional di awal abad ke-20.
7. José Mourinho – 26 Trofi (2000–sekarang)
Julukannya “The Special One” bukan tanpa alasan. Mourinho menorehkan sejarah di empat negara berbeda — Portugal, Inggris, Italia, dan Spanyol — dengan gaya bermain pragmatis dan penuh drama.
Mulai dari Porto yang menjuarai Liga Champions 2004, hingga treble bersama Inter Milan pada 2010, Mourinho dikenal sebagai pelatih yang tahu cara menang. Ia juga memberi gelar Eropa pertama bagi AS Roma lewat trofi Europa Conference League 2022.
8. Luiz Felipe Scolari – 26 Trofi (1982–sekarang)
Dikenal sebagai “Big Phil”, Scolari menjadi ikon sepak bola Brasil berkat kesuksesannya membawa Selecão menjuarai Piala Dunia 2002.
Selain itu, ia juga sukses di level klub bersama Gremio, Palmeiras, dan Guangzhou Evergrande. Di antara kariernya yang panjang, Scolari bahkan sempat menjuarai liga di Uzbekistan dan Piala Teluk Arab bersama Kuwait.
9. Jock Stein – 26 Trofi (1960–1985)
Salah satu legenda terbesar Skotlandia. Bersama Celtic, Jock Stein menciptakan sejarah dengan meraih “continental treble” pada 1967 — menjadikannya klub Inggris pertama yang menjuarai Liga Champions.
Dalam 13 tahun di Celtic Park, ia memenangkan 10 gelar liga, 8 Piala Skotlandia, dan 6 Piala Liga. Stein juga dikenal karena membangun pondasi permainan modern Skotlandia berbasis pemain lokal.
10. Ottmar Hitzfeld – 26 Trofi (1983–2014)
Julukan “Der General” melekat pada Hitzfeld berkat kedisiplinan dan kecerdasannya. Ia sukses besar di Jerman dan Swiss, terutama bersama Borussia Dortmund dan Bayern Munich.
Hitzfeld memenangkan dua gelar Liga Champions, masing-masing bersama Dortmund (1997) dan Bayern (2001), serta total 9 trofi Bundesliga. Ia pensiun pada 2014 sebagai pelatih timnas Swiss setelah tampil di dua Piala Dunia.
(sto)
Lihat Juga :