10 Skandal Terbesar dalam Sepak Bola: Gol Tangan Tuhan hingga Gigitan Suarez
Selasa, 04 November 2025 - 05:33 WIB
loading...
10 Skandal Terbesar dalam Sepak Bola: Gol Tangan Tuhan hingga Gigitan Suarez
A
A
A
Dunia sepak bola sering disebut sebagai the beautiful game — permainan indah yang menyatukan jutaan orang di seluruh dunia. Namun, di balik gemerlap stadion dan sorak suporter, sejarah sepak bola juga diwarnai dengan berbagai skandal kecurangan yang mencoreng sportivitas.
Dari aksi pura-pura, suap wasit, hingga pengaturan skor, berikut 10 skandal kecurangan terbesar sepanjang masa.
![10 Skandal Terbesar dalam Sepak Bola: Gol Tangan Tuhan hingga Gigitan Suarez]()
Laga pembuka Brasil kontra Turki di Piala Dunia 2002 diwarnai drama. Ketika Hakan Unsal menendang bola ke arah Rivaldo, sang bintang Brasil terjatuh sambil memegangi wajahnya — padahal bola hanya mengenai kakinya. Wasit pun mengusir Ünsal keluar lapangan. Aksi “teater” Rivaldo itu membuat FIFA menjatuhkan denda padanya, dan hingga kini masih dikenang sebagai salah satu momen paling memalukan dalam sepak bola modern.
Bek Real Madrid asal Portugal ini terkenal dengan temperamennya. Namun pada 2009, batas kesabarannya benar-benar habis. Setelah menjatuhkan Javier Casquero (Getafe), Pepe menendang dan menginjak lawannya dalam insiden brutal yang membuatnya dihukum 10 laga. Ia juga pernah bikin heboh di Piala Dunia 2018 ketika “jatuh” dramatis usai disentuh ringan oleh Medhi Benatia.
![10 Skandal Terbesar dalam Sepak Bola: Gol Tangan Tuhan hingga Gigitan Suarez]()
Suarez memang striker kelas dunia, tapi juga “pemangsa” di lapangan. Ia tiga kali menggigit lawan: Otman Bakkal (Ajax, 2010), Branislav Ivanović (Liverpool, 2013), dan Giorgio Chiellini (Italia, 2014). FIFA menjatuhkan larangan bermain sembilan laga di Piala Dunia dan skors empat bulan dari semua aktivitas sepak bola.
![10 Skandal Terbesar dalam Sepak Bola: Gol Tangan Tuhan hingga Gigitan Suarez]()
Legenda Argentina ini dikenal cerdik. Saat masih bermain, Bilardo disebut menyembunyikan jarum di kaus kakinya untuk “menyenggol” lawan diam-diam. Sebagai pelatih, ia juga dituduh menyuruh pemain mengoleskan balsem panas ke mata lawan dan bahkan mengetahui air minum tim Brasil yang telah “dikerjai” pada Piala Dunia 1990.
![10 Skandal Terbesar dalam Sepak Bola: Gol Tangan Tuhan hingga Gigitan Suarez]()
Dalam laga kualifikasi Piala Dunia 1990, kiper Chile Roberto Rojas pura-pura terluka akibat flare dari penonton di Maracana. Namun rekaman TV membongkar kebohongan itu: Rojas melukai dirinya sendiri dengan silet yang ia sembunyikan. Ia dijatuhi larangan seumur hidup, dan Chile dilarang tampil di Piala Dunia 1994.
![10 Skandal Terbesar dalam Sepak Bola: Gol Tangan Tuhan hingga Gigitan Suarez]()
Sebelum rivalitas modern dimulai, pemain Manchester United dan Liverpool ternyata pernah bekerja sama untuk mengatur skor. Saat itu, beberapa pemain kedua tim memasang taruhan agar United menang 2-0 — dan hasilnya sesuai. FA menghukum tujuh pemain dengan larangan seumur hidup, meski sebagian akhirnya direhabilitasi puluhan tahun kemudian.
Tahun 2005 menjadi titik kelam bagi dunia wasit. Di Brasil, dua pengadil, Edílson Pereira de Carvalho dan Paulo Danelon, terbukti menerima suap untuk mengatur hasil pertandingan. Di Jerman, wasit Robert Hoyzer melakukan hal serupa dan bahkan sempat dipenjara. Semua dijatuhi larangan seumur hidup dari sepak bola.
3. Tapiegate di Marseille (1993)
Presiden Marseille, Bernard Tapie, ingin memastikan gelar Ligue 1 aman. Ia menyuap pemain Valenciennes agar “mengalah” jelang final Liga Champions. Skandal itu terbongkar setelah pemain Jacques Glassmann membocorkannya ke publik. Marseille dicopot dari gelar juara liga dan didegradasi, sementara Tapie dipenjara.
![10 Skandal Terbesar dalam Sepak Bola: Gol Tangan Tuhan hingga Gigitan Suarez]()
Gol ikonik — dan kontroversial — ini terjadi di perempat final Piala Dunia 1986 antara Argentina dan Inggris. Maradona mencetak gol dengan tangannya, namun wasit tak melihat. Ia kemudian mencetak gol kedua yang brilian, menyingkirkan Inggris 2-1, dan membawa Argentina juara dunia. Hingga kini, “Hand of God” menjadi simbol antara kejeniusan dan kelicikan dalam sepak bola.
Skandal terbesar dalam sejarah Eropa. Investigasi mengungkap jaringan pengaturan wasit yang melibatkan petinggi klub-klub top Italia, termasuk Juventus, AC Milan, Fiorentina, Lazio, dan Reggina. Juventus dijatuhi hukuman paling berat: dicabut dua gelar Serie A dan terdegradasi ke Serie B. Beberapa pejabat klub dan wasit dijatuhi hukuman penjara, mengguncang reputasi sepak bola Italia untuk bertahun-tahun.
Dari aksi pura-pura, suap wasit, hingga pengaturan skor, berikut 10 skandal kecurangan terbesar sepanjang masa.
10. Akting Rivaldo di Piala Dunia 2002

Laga pembuka Brasil kontra Turki di Piala Dunia 2002 diwarnai drama. Ketika Hakan Unsal menendang bola ke arah Rivaldo, sang bintang Brasil terjatuh sambil memegangi wajahnya — padahal bola hanya mengenai kakinya. Wasit pun mengusir Ünsal keluar lapangan. Aksi “teater” Rivaldo itu membuat FIFA menjatuhkan denda padanya, dan hingga kini masih dikenang sebagai salah satu momen paling memalukan dalam sepak bola modern.
9. Amukan Pepe

Bek Real Madrid asal Portugal ini terkenal dengan temperamennya. Namun pada 2009, batas kesabarannya benar-benar habis. Setelah menjatuhkan Javier Casquero (Getafe), Pepe menendang dan menginjak lawannya dalam insiden brutal yang membuatnya dihukum 10 laga. Ia juga pernah bikin heboh di Piala Dunia 2018 ketika “jatuh” dramatis usai disentuh ringan oleh Medhi Benatia.
8. Gigitan Luis Suarez

Suarez memang striker kelas dunia, tapi juga “pemangsa” di lapangan. Ia tiga kali menggigit lawan: Otman Bakkal (Ajax, 2010), Branislav Ivanović (Liverpool, 2013), dan Giorgio Chiellini (Italia, 2014). FIFA menjatuhkan larangan bermain sembilan laga di Piala Dunia dan skors empat bulan dari semua aktivitas sepak bola.
7. Akupuntur Amatir ala Carlos Bilardo

Legenda Argentina ini dikenal cerdik. Saat masih bermain, Bilardo disebut menyembunyikan jarum di kaus kakinya untuk “menyenggol” lawan diam-diam. Sebagai pelatih, ia juga dituduh menyuruh pemain mengoleskan balsem panas ke mata lawan dan bahkan mengetahui air minum tim Brasil yang telah “dikerjai” pada Piala Dunia 1990.
6. Luka Palsu Roberto Rojas (1989)

Dalam laga kualifikasi Piala Dunia 1990, kiper Chile Roberto Rojas pura-pura terluka akibat flare dari penonton di Maracana. Namun rekaman TV membongkar kebohongan itu: Rojas melukai dirinya sendiri dengan silet yang ia sembunyikan. Ia dijatuhi larangan seumur hidup, dan Chile dilarang tampil di Piala Dunia 1994.
5. Pengaturan Skor Liverpool vs Manchester United(1915)

Sebelum rivalitas modern dimulai, pemain Manchester United dan Liverpool ternyata pernah bekerja sama untuk mengatur skor. Saat itu, beberapa pemain kedua tim memasang taruhan agar United menang 2-0 — dan hasilnya sesuai. FA menghukum tujuh pemain dengan larangan seumur hidup, meski sebagian akhirnya direhabilitasi puluhan tahun kemudian.
4. Suap Wasit di Brasil dan Jerman
Tahun 2005 menjadi titik kelam bagi dunia wasit. Di Brasil, dua pengadil, Edílson Pereira de Carvalho dan Paulo Danelon, terbukti menerima suap untuk mengatur hasil pertandingan. Di Jerman, wasit Robert Hoyzer melakukan hal serupa dan bahkan sempat dipenjara. Semua dijatuhi larangan seumur hidup dari sepak bola.
3. Tapiegate di Marseille (1993)
Presiden Marseille, Bernard Tapie, ingin memastikan gelar Ligue 1 aman. Ia menyuap pemain Valenciennes agar “mengalah” jelang final Liga Champions. Skandal itu terbongkar setelah pemain Jacques Glassmann membocorkannya ke publik. Marseille dicopot dari gelar juara liga dan didegradasi, sementara Tapie dipenjara.
2. Tangan Tuhan Diego Maradona (1986)

Gol ikonik — dan kontroversial — ini terjadi di perempat final Piala Dunia 1986 antara Argentina dan Inggris. Maradona mencetak gol dengan tangannya, namun wasit tak melihat. Ia kemudian mencetak gol kedua yang brilian, menyingkirkan Inggris 2-1, dan membawa Argentina juara dunia. Hingga kini, “Hand of God” menjadi simbol antara kejeniusan dan kelicikan dalam sepak bola.
1. Skandal Calciopoli (2006)
Skandal terbesar dalam sejarah Eropa. Investigasi mengungkap jaringan pengaturan wasit yang melibatkan petinggi klub-klub top Italia, termasuk Juventus, AC Milan, Fiorentina, Lazio, dan Reggina. Juventus dijatuhi hukuman paling berat: dicabut dua gelar Serie A dan terdegradasi ke Serie B. Beberapa pejabat klub dan wasit dijatuhi hukuman penjara, mengguncang reputasi sepak bola Italia untuk bertahun-tahun.
(sto)
Lihat Juga :