Pernyataan Kontroversial Gervonta Davis Seputar Kematian Tokoh Tinju Victor Conte
Selasa, 04 November 2025 - 11:23 WIB
loading...
Pernyataan Kontroversial Gervonta Davis Seputar Kematian Tokoh Tinju Victor Conte
A
A
A
MIAMI - Petinju Amerika Serikat Gervonta “Tank” Davis kembali menjadi sorotan, bukan karena prestasinya di atas ring, melainkan akibat unggahan kontroversial di media sosial yang dinilai tidak sensitif terhadap kabar duka meninggalnya tokoh ternama dunia tinju, Victor Conte.
Conte, pendiri BALCO dan SNAC System, meninggal dunia pada Senin (3/11/2025) akibat kanker pankreas di usia 75 tahun. Namun hanya beberapa jam setelah kabar tersebut tersebar, Davis memposting pesan bernada ejekan di Instagram Story-nya:
“Hari yang baik untuk dunia tinju... tidak ada lagi snack untuk kalian bedebah!!”
Kata “snack” yang dimaksud merujuk pada SNAC (Scientific Nutrition for Advanced Conditioning), perusahaan suplemen olahraga yang didirikan Conte dan digunakan oleh sejumlah rival Davis, seperti Devin Haney dan Shakur Stevenson.
Unggahan itu langsung memicu kecaman luas dari publik dan komunitas tinju dunia, yang menilai Davis telah melewati batas kesopanan di tengah situasi duka.
![Pernyataan Kontroversial Gervonta Davis Seputar Kematian Tokoh Tinju Victor Conte]()
Nama Victor Conte sempat mencoreng dunia olahraga pada awal 2000-an setelah skandal BALCO—kasus doping terbesar yang mengguncang dunia bisbol dan atletik Amerika. Namun, ia berhasil membangun kembali reputasinya lewat SNAC System, yang berfokus pada nutrisi dan pelatihan performa tinggi.
Selama dua dekade terakhir, Conte bekerja sama dengan banyak juara dunia tinju, termasuk Nonito Donaire, Andre Ward, Devin Haney, dan Shakur Stevenson, yang secara terbuka mengakui peran Conte dalam meningkatkan performa mereka di ring.
Sementara para petinju seperti Claressa Shields dan Devin Haney menulis pesan belasungkawa di media sosial, Davis justru tampak bersukacita atas kepergian Conte, yang dianggapnya sebagai sosok di balik kesuksesan para rivalnya.
Unggahan tersebut menimbulkan kemarahan publik. Banyak penggemar menilai Davis tak hanya menghina mendiang Conte, tapi juga melukai keluarga dan mereka yang kehilangan sosok penting itu.
“Kamu bisa tidak menyukai seseorang, tapi tetap menghormati kematian,” tulis salah satu pengguna X (Twitter).
Kontroversi ini datang di saat yang buruk bagi Davis. Sang juara dunia kelas ringan tersebut tengah menghadapi tuduhan kekerasan dalam rumah tangga baru, yang membuat pertarungannya melawan Jake Paul pada 14 November 2025 di Miami terancam batal.
Menurut laporan USA Today, pihak penyelenggara kini tengah mencari pengganti Davis. Bahkan, legenda tinju Andre Ward dikabarkan masuk dalam daftar calon lawan Jake Paul jika Davis resmi dicoret dari laga tersebut.
Gervonta Davis dikenal sebagai salah satu petinju paling berbakat di generasinya, namun reputasinya kerap tercoreng oleh perilaku di luar ring. Dengan kasus hukum yang membelit dan kini tambahan kontroversi media sosial, masa depan karier “Tank” tampak semakin tidak menentu.
“Ini bukan sekadar soal olahraga lagi. Ini soal bagaimana seorang atlet besar menjaga moral dan empatinya,” tulis jurnalis olahraga senior Brian Mazique dalam laporannya di Forbes.
Conte, pendiri BALCO dan SNAC System, meninggal dunia pada Senin (3/11/2025) akibat kanker pankreas di usia 75 tahun. Namun hanya beberapa jam setelah kabar tersebut tersebar, Davis memposting pesan bernada ejekan di Instagram Story-nya:
“Hari yang baik untuk dunia tinju... tidak ada lagi snack untuk kalian bedebah!!”
Kata “snack” yang dimaksud merujuk pada SNAC (Scientific Nutrition for Advanced Conditioning), perusahaan suplemen olahraga yang didirikan Conte dan digunakan oleh sejumlah rival Davis, seperti Devin Haney dan Shakur Stevenson.
Unggahan itu langsung memicu kecaman luas dari publik dan komunitas tinju dunia, yang menilai Davis telah melewati batas kesopanan di tengah situasi duka.
Siapa Victor Conte?

Nama Victor Conte sempat mencoreng dunia olahraga pada awal 2000-an setelah skandal BALCO—kasus doping terbesar yang mengguncang dunia bisbol dan atletik Amerika. Namun, ia berhasil membangun kembali reputasinya lewat SNAC System, yang berfokus pada nutrisi dan pelatihan performa tinggi.
Selama dua dekade terakhir, Conte bekerja sama dengan banyak juara dunia tinju, termasuk Nonito Donaire, Andre Ward, Devin Haney, dan Shakur Stevenson, yang secara terbuka mengakui peran Conte dalam meningkatkan performa mereka di ring.
Sementara para petinju seperti Claressa Shields dan Devin Haney menulis pesan belasungkawa di media sosial, Davis justru tampak bersukacita atas kepergian Conte, yang dianggapnya sebagai sosok di balik kesuksesan para rivalnya.
Unggahan tersebut menimbulkan kemarahan publik. Banyak penggemar menilai Davis tak hanya menghina mendiang Conte, tapi juga melukai keluarga dan mereka yang kehilangan sosok penting itu.
“Kamu bisa tidak menyukai seseorang, tapi tetap menghormati kematian,” tulis salah satu pengguna X (Twitter).
Kontroversi ini datang di saat yang buruk bagi Davis. Sang juara dunia kelas ringan tersebut tengah menghadapi tuduhan kekerasan dalam rumah tangga baru, yang membuat pertarungannya melawan Jake Paul pada 14 November 2025 di Miami terancam batal.
Menurut laporan USA Today, pihak penyelenggara kini tengah mencari pengganti Davis. Bahkan, legenda tinju Andre Ward dikabarkan masuk dalam daftar calon lawan Jake Paul jika Davis resmi dicoret dari laga tersebut.
Gervonta Davis dikenal sebagai salah satu petinju paling berbakat di generasinya, namun reputasinya kerap tercoreng oleh perilaku di luar ring. Dengan kasus hukum yang membelit dan kini tambahan kontroversi media sosial, masa depan karier “Tank” tampak semakin tidak menentu.
“Ini bukan sekadar soal olahraga lagi. Ini soal bagaimana seorang atlet besar menjaga moral dan empatinya,” tulis jurnalis olahraga senior Brian Mazique dalam laporannya di Forbes.
(sto)
Lihat Juga :