PLN Electric Run 2025 Jadi Pelopor Ajang Lari Ramah Lingkungan Menuju Net Zero Emission
Selasa, 04 November 2025 - 17:07 WIB
loading...
PLN Electric Run 2025 Jadi Pelopor Ajang Lari Ramah Lingkungan Menuju Net Zero Emission. Foto: SINDOnews/Istimewa
A
A
A
TANGERANG - PT PLN (Persero) kembali menunjukkan komitmennya terhadap transisi energi bersih melalui gelaran PLN Electric Run 2025 , yang digelar di kawasan Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada Minggu (2/11/2025).
Mengusung tema “Recharge As One”, ajang ini tak hanya menjadi perayaan olahraga lari, tetapi juga kampanye besar menuju Net Zero Emission 2060.
Sebanyak 7.500 pelari dari berbagai daerah turut ambil bagian, mulai dari atlet profesional, komunitas lari, hingga pegawai PLN dan masyarakat umum. Tiga kategori utama—Half Marathon (21K), 10K, dan 5K—menjadi daya tarik utama event hasil kolaborasi PLN dengan Harian Kompas ini.
![PLN Electric Run 2025 Jadi Pelopor Ajang Lari Ramah Lingkungan Menuju Net Zero Emission]()
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa PLN Electric Run merupakan simbol ajakan kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan dan menekan emisi karbon.
“Masih dalam semangat pembaharuan energi terbarukan dan misi Net Zero Emission 2060, kami ingin mengajak masyarakat mencetak prestasi sambil menciptakan lingkungan yang lebih sehat melalui kesadaran pengurangan emisi karbon di setiap langkah lari,” ujar Darmawan.
Baca Juga: Ajang Olahraga Lari PLN Electric Run 2025 Dorong Kesadaran Energi Terbarukan
Tahun ini, PLN juga mengajukan sertifikasi PLN Energi Management Indonesia (EMI) sebagai bentuk konkret komitmen keberlanjutan. Penilaian dilakukan melalui indikator seperti jumlah sampah yang dikonversi bersama Rekosistem, pengumpulan sampah elektronik (e-waste), serta pelaksanaan carbon offset selama acara berlangsung.
Seluruh kebutuhan listrik untuk acara ini juga disuplai dari energi bersih, melalui dukungan PLTS Mobile, Genset Hidrogen, dan Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN UID Banten.
![PLN Electric Run 2025 Jadi Pelopor Ajang Lari Ramah Lingkungan Menuju Net Zero Emission]()
Semangat keberlanjutan sudah digaungkan sejak kegiatan pra-acara Road to PLN Electric Run (RERUN) di tiga kota besar: Bogor, Jakarta, dan Tangerang.
Kegiatan plogging—berlari sambil memungut sampah—berhasil mengumpulkan lebih dari 600 kilogram sampah, yang kemudian diolah menjadi tas racepack untuk peserta PLN Electric Run 2025.
Melalui kolaborasi dengan Pandawara Group, Rekosistem, dan PLN EMI, kegiatan ini menjadi langkah nyata PLN dalam mengedukasi publik soal pengelolaan sampah dan gaya hidup ramah lingkungan.
Sebagai bentuk apresiasi, penyelenggara memberikan penghargaan Green Hero kepada komunitas dengan kontribusi pengumpulan sampah terbanyak.
![PLN Electric Run 2025 Jadi Pelopor Ajang Lari Ramah Lingkungan Menuju Net Zero Emission]()
Selain mengedepankan misi hijau, PLN Electric Run 2025 juga menghadirkan pengalaman kompetitif dan berkesan bagi peserta.
Untuk kategori Half Marathon, juara putra diraih Rikki Martin Simbolon dengan waktu 1 jam 7 menit 42 detik, disusul Pandu Sukarya, Nofeildi Patinggko, Immanuel P. Huatsoit, dan Agus Prayogo.
Sementara itu, Nefriana Ariance Daik tampil sebagai juara putri dengan catatan waktu 1 jam 20 menit 44 detik.
Penyelenggara juga menyiapkan total hadiah ratusan juta rupiah, termasuk Grand Prize satu unit mobil listrik VinFast VF 3 dan lima sepeda motor listrik, sebagai bentuk kampanye penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
Rute PLN Electric Run melintasi kawasan BSD City yang dikenal ramah lingkungan, dengan jalur datar dan minim belokan, ideal untuk mencetak rekor baru.
Event ini juga menyediakan dukungan medis lengkap, termasuk unit ambulans dan medical on route di berbagai titik strategis, memastikan keamanan seluruh peserta.
Kemeriahan semakin terasa dengan berbagai kegiatan di race village, mulai dari cardio dance bersama Arki Tuharmono hingga kampanye interaktif bertema keberlanjutan.
PLN Electric Run 2025 menegaskan bahwa olahraga dapat menjadi medium kolaboratif dalam mendorong kesadaran publik terhadap energi bersih dan pengurangan emisi karbon.
Melalui semangat “Recharge As One”, ajang ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk hidup sehat sekaligus berkontribusi bagi bumi yang lebih hijau.
Mengusung tema “Recharge As One”, ajang ini tak hanya menjadi perayaan olahraga lari, tetapi juga kampanye besar menuju Net Zero Emission 2060.
Sebanyak 7.500 pelari dari berbagai daerah turut ambil bagian, mulai dari atlet profesional, komunitas lari, hingga pegawai PLN dan masyarakat umum. Tiga kategori utama—Half Marathon (21K), 10K, dan 5K—menjadi daya tarik utama event hasil kolaborasi PLN dengan Harian Kompas ini.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa PLN Electric Run merupakan simbol ajakan kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan dan menekan emisi karbon.
“Masih dalam semangat pembaharuan energi terbarukan dan misi Net Zero Emission 2060, kami ingin mengajak masyarakat mencetak prestasi sambil menciptakan lingkungan yang lebih sehat melalui kesadaran pengurangan emisi karbon di setiap langkah lari,” ujar Darmawan.
Baca Juga: Ajang Olahraga Lari PLN Electric Run 2025 Dorong Kesadaran Energi Terbarukan
Tahun ini, PLN juga mengajukan sertifikasi PLN Energi Management Indonesia (EMI) sebagai bentuk konkret komitmen keberlanjutan. Penilaian dilakukan melalui indikator seperti jumlah sampah yang dikonversi bersama Rekosistem, pengumpulan sampah elektronik (e-waste), serta pelaksanaan carbon offset selama acara berlangsung.
Seluruh kebutuhan listrik untuk acara ini juga disuplai dari energi bersih, melalui dukungan PLTS Mobile, Genset Hidrogen, dan Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN UID Banten.
Road to PLN Electric Run: Plogging dan Green Hero

Semangat keberlanjutan sudah digaungkan sejak kegiatan pra-acara Road to PLN Electric Run (RERUN) di tiga kota besar: Bogor, Jakarta, dan Tangerang.
Kegiatan plogging—berlari sambil memungut sampah—berhasil mengumpulkan lebih dari 600 kilogram sampah, yang kemudian diolah menjadi tas racepack untuk peserta PLN Electric Run 2025.
Melalui kolaborasi dengan Pandawara Group, Rekosistem, dan PLN EMI, kegiatan ini menjadi langkah nyata PLN dalam mengedukasi publik soal pengelolaan sampah dan gaya hidup ramah lingkungan.
Sebagai bentuk apresiasi, penyelenggara memberikan penghargaan Green Hero kepada komunitas dengan kontribusi pengumpulan sampah terbanyak.
Rekor Baru dan Hadiah Bernuansa Energi Bersih

Selain mengedepankan misi hijau, PLN Electric Run 2025 juga menghadirkan pengalaman kompetitif dan berkesan bagi peserta.
Untuk kategori Half Marathon, juara putra diraih Rikki Martin Simbolon dengan waktu 1 jam 7 menit 42 detik, disusul Pandu Sukarya, Nofeildi Patinggko, Immanuel P. Huatsoit, dan Agus Prayogo.
Sementara itu, Nefriana Ariance Daik tampil sebagai juara putri dengan catatan waktu 1 jam 20 menit 44 detik.
Penyelenggara juga menyiapkan total hadiah ratusan juta rupiah, termasuk Grand Prize satu unit mobil listrik VinFast VF 3 dan lima sepeda motor listrik, sebagai bentuk kampanye penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
Olahraga untuk Bumi yang Lebih Bersih
Rute PLN Electric Run melintasi kawasan BSD City yang dikenal ramah lingkungan, dengan jalur datar dan minim belokan, ideal untuk mencetak rekor baru.
Event ini juga menyediakan dukungan medis lengkap, termasuk unit ambulans dan medical on route di berbagai titik strategis, memastikan keamanan seluruh peserta.
Kemeriahan semakin terasa dengan berbagai kegiatan di race village, mulai dari cardio dance bersama Arki Tuharmono hingga kampanye interaktif bertema keberlanjutan.
PLN Electric Run 2025 menegaskan bahwa olahraga dapat menjadi medium kolaboratif dalam mendorong kesadaran publik terhadap energi bersih dan pengurangan emisi karbon.
Melalui semangat “Recharge As One”, ajang ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk hidup sehat sekaligus berkontribusi bagi bumi yang lebih hijau.
(sto)
Lihat Juga :