Kemenpora Kaji 52 Cabor SEA Games Thailand 2025, Potensi 78 Medali Emas
Jum'at, 07 November 2025 - 07:10 WIB
loading...
Lifter Indonesia Rizki Juniansyah siap tampil di SEA Games 2025. Foto: NOC Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora ) melalui Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga, Surono, mengungkapkan hasil review sementara terhadap kesiapan kontingen Indonesia jelang SEA Games Thailand 2025. Dari hasil evaluasi awal tersebut, Indonesia diperkirakan berpeluang meraih 78 medali emas pada pesta olahraga Asia Tenggara yang digelar pada 9–20 Desember 2025 mendatang.
Surono menyampaikan, review dilakukan terhadap 52 cabang olahraga (cabor) yang akan diikuti oleh tim Merah Putih. Berdasarkan hasil analisis, Indonesia memang kehilangan sekitar 41 medali emas dari SEA Games 2023 Kamboja karena sejumlah cabor dan nomor pertandingan tak lagi dipertandingkan. Namun, ada peluang tambahan 32 emas baru dari cabor yang baru masuk dalam daftar kompetisi tahun ini.
![Kemenpora Kaji 52 Cabor SEA Games Thailand 2025, Potensi 78 Medali Emas]()
“Secara teknis, di SEA Games 2023 kita meraih 87 emas. Nah, di edisi 2025 ini ada beberapa cabang yang hilang, sehingga kita kehilangan sekitar 41 emas. Tapi kita juga berpeluang mendapat tambahan 32 emas dari cabang baru yang dimainkan di Thailand,” ujar Surono saat ditemui awak media di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Baca Juga: Prabowo Angkat Lifter Rizki Juniansyah Jadi Letnan Dua TNI
Dari hasil perhitungan sementara, total potensi yang bisa diraih kontingen Indonesia mencapai 78 emas. Dengan capaian tersebut, posisi Indonesia diharapkan tetap berada di peringkat tiga besar, atau setidaknya menguasai 13,8%–15,9% dari total 577 medali emas yang diperebutkan.
Meski demikian, Surono menegaskan bahwa angka 78 emas ini belum final, karena masih menunggu hasil review keseluruhan yang akan rampung dalam waktu dekat. Kemenpora masih menganalisis laporan dari setiap cabang olahraga, termasuk data pelatnas dan evaluasi performa atlet.
“Kami sudah selesaikan review terhadap 52 cabor. Saat ini kami menganalisis peluang masing-masing, termasuk kemungkinan raihan medali emas, perak, dan perunggu. Dari situ nanti akan diketahui cabang mana yang paling berpotensi menyumbang medali,” jelasnya.
Menurut Surono, analisis ini tidak hanya berdasar optimisme pengurus besar cabor (PB), tetapi juga data objektif yang dikumpulkan oleh tim monitoring Kemenpora. “Kami terbuka dan menghargai semangat tinggi dari para pengurus cabor, tapi semua tetap harus berbasis data. Dari data itulah kita menentukan probabilitas peluang emas—apakah 100%, 75%, 50%, atau 25%,” katanya.
Kemenpora menargetkan hasil akhir review dapat diumumkan pada pekan depan setelah digelarnya rapat pleno bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Wakil Menteri, serta perwakilan dari KONI dan KOI. Dalam rapat tersebut, akan dipetakan lebih rinci target medali, posisi akhir kontingen, serta kesiapan teknis menuju SEA Games 2025.
“Rencananya minggu depan kami akan melaporkan hasil lengkap kepada Pak Menteri. Nanti akan ada rapat khusus bersama KONI dan KOI untuk menyinkronkan data serta menetapkan target akhir. Jadi, semua akan lebih akurat dan terukur,” tutur Surono.
Sebagai informasi, pada SEA Games 2023 di Kamboja, kontingen Indonesia berhasil finis di peringkat ketiga klasemen akhir dengan raihan 87 emas, 80 perak, dan 109 perunggu. Kini, dengan kekuatan baru di sejumlah cabang, Indonesia berharap dapat mempertahankan posisi tiga besar bahkan berpeluang menembus peringkat dua besar di Thailand.
Surono menyampaikan, review dilakukan terhadap 52 cabang olahraga (cabor) yang akan diikuti oleh tim Merah Putih. Berdasarkan hasil analisis, Indonesia memang kehilangan sekitar 41 medali emas dari SEA Games 2023 Kamboja karena sejumlah cabor dan nomor pertandingan tak lagi dipertandingkan. Namun, ada peluang tambahan 32 emas baru dari cabor yang baru masuk dalam daftar kompetisi tahun ini.

“Secara teknis, di SEA Games 2023 kita meraih 87 emas. Nah, di edisi 2025 ini ada beberapa cabang yang hilang, sehingga kita kehilangan sekitar 41 emas. Tapi kita juga berpeluang mendapat tambahan 32 emas dari cabang baru yang dimainkan di Thailand,” ujar Surono saat ditemui awak media di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Baca Juga: Prabowo Angkat Lifter Rizki Juniansyah Jadi Letnan Dua TNI
Dari hasil perhitungan sementara, total potensi yang bisa diraih kontingen Indonesia mencapai 78 emas. Dengan capaian tersebut, posisi Indonesia diharapkan tetap berada di peringkat tiga besar, atau setidaknya menguasai 13,8%–15,9% dari total 577 medali emas yang diperebutkan.
Meski demikian, Surono menegaskan bahwa angka 78 emas ini belum final, karena masih menunggu hasil review keseluruhan yang akan rampung dalam waktu dekat. Kemenpora masih menganalisis laporan dari setiap cabang olahraga, termasuk data pelatnas dan evaluasi performa atlet.
“Kami sudah selesaikan review terhadap 52 cabor. Saat ini kami menganalisis peluang masing-masing, termasuk kemungkinan raihan medali emas, perak, dan perunggu. Dari situ nanti akan diketahui cabang mana yang paling berpotensi menyumbang medali,” jelasnya.
Menurut Surono, analisis ini tidak hanya berdasar optimisme pengurus besar cabor (PB), tetapi juga data objektif yang dikumpulkan oleh tim monitoring Kemenpora. “Kami terbuka dan menghargai semangat tinggi dari para pengurus cabor, tapi semua tetap harus berbasis data. Dari data itulah kita menentukan probabilitas peluang emas—apakah 100%, 75%, 50%, atau 25%,” katanya.
Kemenpora menargetkan hasil akhir review dapat diumumkan pada pekan depan setelah digelarnya rapat pleno bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Wakil Menteri, serta perwakilan dari KONI dan KOI. Dalam rapat tersebut, akan dipetakan lebih rinci target medali, posisi akhir kontingen, serta kesiapan teknis menuju SEA Games 2025.
“Rencananya minggu depan kami akan melaporkan hasil lengkap kepada Pak Menteri. Nanti akan ada rapat khusus bersama KONI dan KOI untuk menyinkronkan data serta menetapkan target akhir. Jadi, semua akan lebih akurat dan terukur,” tutur Surono.
Sebagai informasi, pada SEA Games 2023 di Kamboja, kontingen Indonesia berhasil finis di peringkat ketiga klasemen akhir dengan raihan 87 emas, 80 perak, dan 109 perunggu. Kini, dengan kekuatan baru di sejumlah cabang, Indonesia berharap dapat mempertahankan posisi tiga besar bahkan berpeluang menembus peringkat dua besar di Thailand.
(sto)
Lihat Juga :