MTB-XC Dual Suspension Canggih, Lahir dari Feedback Juara Asia

Jum'at, 07 November 2025 - 16:30 WIB
loading...
MTB-XC Dual Suspension...
MTB-XC merupakan disiplin balap sepeda gunung yang menuntut kecepatan, ketahanan fisik, dan kelincahan di berbagai rintangan alam, mulai dari tanjakan ekstrem hingga turunan berbatu dan berakar / Foto: Ist
A A A
Penantian para pecinta sepeda lintas alam (Mountain Bike Cross-Country/MTB-XC) selama dua tahun terbayar lunas. Polygon Bikes resmi meluncurkan MTB-XC dual suspension terbarunya, Syncline DR, yang diklaim membawa revolusi performa, kenyamanan, dan dinamika bersepeda di medan kompetitif.

MTB-XC merupakan disiplin balap sepeda gunung yang menuntut kecepatan, ketahanan fisik, dan kelincahan di berbagai rintangan alam, mulai dari tanjakan ekstrem hingga turunan berbatu dan berakar. Berbeda dengan Downhill yang fokus menuruni bukit, XC mencakup berbagai format balap seperti XCO (Olimpiade), XCC (Jalur Pendek), hingga XCM (Marathon).

Pengembangan Syncline DR dilakukan selama dua tahun, melibatkan para pembalap profesional lintas Asia. Langkah ini diambil karena adanya perubahan drastis pada jalur balap.

"Ketika mengikuti Sayu (atlet MTB XC) via Live Streaming saat kejuaraan nasional hingga menjadi national Champ, saya semakin melihat trek XC semakin teknikal dan sulit. Jadi semakin yakin juga product development sudah melihat kebutuhan itu hingga mengembangkan sepeda XC dengan fitur dual suspension," jelas Veronica Vivin, Brand Marketing Polygon Bikes, dalam keterangan persnya, Jumat (7/11/2025).

Proses pengembangan ini menggandeng dua atlet berprestasi: Sayu Bella (Indonesia) dan Riyadh Hakim (Singapura). Keduanya memberikan masukan langsung terhadap geometri dan teknologi suspensi.

"Syncline DR kami kembangkan bersama para pembalap yang mengenal race itu seperti apa. Mulai dari geometri, teknologi, hingga efisiensi saat mengayuh adalah hasil dari feedback langsung setelah digunakan di medan balap," ungkap Zendy Meidyawan Renan, Chief of Product Development Polygon.

Spesifikasi Canggih dan Bukti Prestasi

Syncline DR hadir untuk menjawab tantangan trek yang makin teknikal dengan fitur utama yakni suspensi ganda, travel depan 120 mm dan travel belakang 110 mm, memastikan stabilitas di medan berbatu, kehalusan saat melibas akar, dan presisi di tikungan tajam.

Bobot ringan, berkat material karbon, frame Syncline DR hanya seberat 1,8 kg, dengan total bobot sepeda (size M) hanya 11,68 kg. Ini bertujuan mengejar tingkat kekakuan (stiffness) agar kayuhan tetap efisien saat menanjak.

Selain itu, ada juga teknologi 4-Bar Flex Stay. Sistem suspensi inovatif yang membuat seat stay (penyangga roda belakang) sedikit lentur secara horizontal untuk menyerap getaran tanpa menambah berat, memastikan kayuhan tetap ringan.

Keampuhan Syncline DR telah terbukti di arena internasional. Prestasi membanggakan ini diraih Riyadh Hakim meraih Medali Perak di UCI MTB Eliminator World Cup (XCE) Indonesia 2024, serta Sayu Bella menyabet Medali Emas di Kejuaraan Nasional Cross-Country Olympic (XCO) 2025 dan Medali Emas pada 76 Indonesian Cross-Country (IXC) 2025.

Prestasi ini melanjutkan sukses pendahulunya, Syncline C, yang membawa Sayu Bella memecahkan paceklik medali SEA Games pada kategori MTB-XC setelah 10 tahun (2023). Meski dirancang bersama pembalap untuk memenuhi standar kompetisi tertinggi, Polygon menegaskan bahwa Syncline DR juga ramah bagi penghobi.

"Polygon sudah merancang sepeda ini sebagai sepeda multifungsi. Sepeda ini bisa digunakan untuk balap profesional, tetapi juga ramah bagi penghobi dan mereka yang baru belajar bersepeda trail."
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cetak Sejarah, Jakarta...
Cetak Sejarah, Jakarta Pro Cycling Team Kuasai Tour de Algerie 2026
76 Indonesian Downhill...
76 Indonesian Downhill 2026 Seri I Yogyakarta, Andy Prayoga Juara Men Elite
Tour de Bintan 2026...
Tour de Bintan 2026 Hadir dengan Wajah Baru, Perkuat Daya Tarik Internasional
76 Indonesian Downhill...
76 Indonesian Downhill 2026 Hadir Lebih Ekstrem, Persaingan Rider Dipastikan Makin Panas
Juney Hanafi Cetak Sejarah...
Juney Hanafi Cetak Sejarah di Lintang Flores 2026
GFNY Belitung 2026,...
GFNY Belitung 2026, Group Ride Jakarta 1 Galang Kebersamaan Komunitas Pesepeda
Krisis BBM Bayangi Aktivitas...
Krisis BBM Bayangi Aktivitas Harian, Tren Bike to Work Kembali Dilirik?
Di Tengah Isu BBM Naik,...
Di Tengah Isu BBM Naik, Tren Bersepeda Kian Populer
Bugatti Kenalkan Sepeda...
Bugatti Kenalkan Sepeda Factor One Dibanderol Rp400 Jutaan
Special Bola
Profil Katia Itzel Garcia,...
Bola Dunia
Profil Katia Itzel Garcia, Wasit Cantik yang Pimpin Laga Tunisia vs Belanda hingga Catatkan Sejarah di Piala Dunia
Dibocorkan Jurnalis...
Liga Indonesia
Dibocorkan Jurnalis Italia, Persija Jakarta Selangkah Lagi Gaet Kerim Memija
Batal Gabung Persib...
Liga Indonesia
Batal Gabung Persib Bandung, Jese Rodriguez Bertahan di Las Palmas!
Rekomendasi
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Manjakan Nasabah Premium,...
Manjakan Nasabah Premium, BRI dan Visa Luncurkan Kartu Kredit Infinite dengan Fasilitas Kelas Dunia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Berita Terkini
20 Negara yang Lolos...
20 Negara yang Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Amerika Serikat Dipecundangi...
Amerika Serikat Dipecundangi Turki 2-3
Australia Lolos ke 32...
Australia Lolos ke 32 Besar usai Bermain Imbang Lawan Paraguay
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup F: Swedia Temani Belanda dan Jepang Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Jepang Tahan Swedia...
Jepang Tahan Swedia 1-1, Samurai Biru Lolos ke 32 Besar dan Siap Tantang Brasil
Belanda Kunci Juara...
Belanda Kunci Juara Grup F usai Kalahkan Tunisia 3-1
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved