Kisah Janice Tjen Berkarier di Tenis, Kuliah, dan Sulitnya Cari Pelatih
Sabtu, 08 November 2025 - 09:20 WIB
loading...
A
A
A
Ia mengaku tidak memiliki rahasia khusus di balik lonjakan prestasinya. Semua ia raih lewat disiplin dan kerja keras. “Saya hanya terus bekerja keras setiap minggu, mencoba memperbaiki setiap aspek permainan, dan belajar dari kekalahan maupun kemenangan,” katanya.
Lahir dari keluarga sederhana di Indonesia, Janice sempat menghadapi kendala biaya dalam meniti karier tenis profesional. Besarnya biaya latihan, perjalanan, dan pendampingan pelatih membuat keluarganya memutuskan agar Janice menempuh jalur tenis universitas di Amerika Serikat. Ia sempat memperkuat Universitas Oregon sebelum pindah ke Pepperdine University untuk menyelesaikan karier kuliahnya sekaligus mengasah kemampuan bermain.
“Tenis itu olahraga mahal. Untungnya ada jalur kuliah di AS yang memberi saya kesempatan untuk tetap berkembang dan menyiapkan diri menjadi profesional,” tutur Janice.
Kesuksesannya juga tidak lepas dari sosok pelatih asal Selandia Baru, Christopher Bint. Janice mengaku sempat kesulitan menemukan pelatih yang cocok hingga akhirnya bertemu Bint pada akhir tahun lalu. Setelah menjalani masa uji coba, keduanya memutuskan untuk bekerja sama penuh sejak pertengahan 2024.
“Saya sempat kesulitan menemukan pelatih yang benar-benar nyambung dengan saya. Tapi sejak bertemu Coach Chris, semuanya terasa pas,” ujarnya.
Lahir dari keluarga sederhana di Indonesia, Janice sempat menghadapi kendala biaya dalam meniti karier tenis profesional. Besarnya biaya latihan, perjalanan, dan pendampingan pelatih membuat keluarganya memutuskan agar Janice menempuh jalur tenis universitas di Amerika Serikat. Ia sempat memperkuat Universitas Oregon sebelum pindah ke Pepperdine University untuk menyelesaikan karier kuliahnya sekaligus mengasah kemampuan bermain.
“Tenis itu olahraga mahal. Untungnya ada jalur kuliah di AS yang memberi saya kesempatan untuk tetap berkembang dan menyiapkan diri menjadi profesional,” tutur Janice.
Kesuksesannya juga tidak lepas dari sosok pelatih asal Selandia Baru, Christopher Bint. Janice mengaku sempat kesulitan menemukan pelatih yang cocok hingga akhirnya bertemu Bint pada akhir tahun lalu. Setelah menjalani masa uji coba, keduanya memutuskan untuk bekerja sama penuh sejak pertengahan 2024.
“Saya sempat kesulitan menemukan pelatih yang benar-benar nyambung dengan saya. Tapi sejak bertemu Coach Chris, semuanya terasa pas,” ujarnya.
Lihat Juga :