Sensasi Bulu Tangkis Anak di Purwokerto: 480 Peserta Ramaikan Festival SenengMinton 2025!
Minggu, 09 November 2025 - 06:58 WIB
loading...
Pemilihan Purwokerto didasari oleh semangat bulu tangkis yang tinggi di kota tersebut, baik dari murid maupun guru / Foto: Ist
A
A
A
PURWOKERTO - Semangat bulu tangkis di kalangan generasi muda terus membara. Setelah sukses di Kudus dan Solo, Festival SenengMinton kini hadir di Purwokerto untuk menularkan kecintaan terhadap olahraga tepok bulu sejak dini.
Pada Sabtu (8/11/2025), Gedung Serba Guna GOR Satria Purwokerto menjadi lautan keceriaan bagi 480 siswa-siswi SD kelas 1 hingga 3 dari 16 sekolah yang antusias berpartisipasi dalam ajang yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Pengprov PBSI Jawa Tengah ini. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengungkapkan bahwa Festival SenengMinton lahir dari niat sederhana, menumbuhkan kecintaan pada bulu tangkis melalui pendekatan yang ringan dan menyenangkan.
"Kami ingin menanamkan semangat sportivitas dan kecintaan terhadap bulu tangkis sejak dini. Kami percaya bahwa mencetak atlet hebat dimulai dari menumbuhkan rasa gembira saat berolahraga," ujar Yoppy.
Format fun games yang dipilih diharapkan dapat membuat siswa menikmati permainan sambil belajar. Yoppy berharap kegiatan ini menjadi awal dari proses pembinaan yang berkelanjutan untuk melahirkan regenerasi pebulutangkis berprestasi bagi Indonesia.
Wakil Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika, menyambut gembira antusiasme yang luar biasa. Pemilihan Purwokerto didasari oleh semangat bulu tangkis yang tinggi di kota tersebut, baik dari murid maupun guru.
"Purwokerto kami pilih karena kami melihat semangat bulu tangkis di kota ini begitu hidup," kata Yuni. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi upaya membangun jalur kuat di akar rumput. "Kami ingin memastikan bahwa prestasi bulu tangkis Indonesia akan terus terjaga dan berkembang di masa depan," bebernya.
Festival SenengMinton Purwokerto 2025 menerapkan sistem perorangan dengan penilaian berdasarkan catatan waktu tercepat. Para peserta diuji melalui serangkaian rintangan yang melatih motorik dan koordinasi, di antaranya:
1. Service to Target: Melakukan service lurus ke bidang target (khusus kelas 3).
2. Shuttle Run: Berlari mengambil dan memindahkan shuttlecock.
3. Pyramid Shuttlecock: Menyusun kok berbentuk piramida.
4. Throwing The Shuttlecock: Melempar kok ke dalam lubang target.
5. Zig Zag Run: Berlari melewati halang rintang secara zig zag.
Antusiasme juga datang dari sekolah, seperti SDN Pangebatan yang telah membuka ekstrakurikuler bulu tangkis. Guru Olahraga SDN Pangebatan, Nely Fajrijah, berharap siswa yang ikut SenengMinton bisa melanjutkan ke klub untuk menggapai impian menjadi atlet.
Sementara itu, Naufal Cahya Ramadhan dari SDN 1 Jurangbahas Wangon berhasil mencatatkan waktu terbaik 00:59.89 detik dan keluar sebagai juara kategori kelas 3. "Memang suka bulu tangkis sejak kelas 2... Aku sendiri yang pengen karena cita-citanya mau jadi atlet bulu tangkis," ujar Naufal.
Usai Purwokerto, Festival SenengMinton 2025 akan berlanjut menyambangi kota Semarang (20 November) dan Magelang (11 Desember).
Pada Sabtu (8/11/2025), Gedung Serba Guna GOR Satria Purwokerto menjadi lautan keceriaan bagi 480 siswa-siswi SD kelas 1 hingga 3 dari 16 sekolah yang antusias berpartisipasi dalam ajang yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Pengprov PBSI Jawa Tengah ini. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengungkapkan bahwa Festival SenengMinton lahir dari niat sederhana, menumbuhkan kecintaan pada bulu tangkis melalui pendekatan yang ringan dan menyenangkan.
"Kami ingin menanamkan semangat sportivitas dan kecintaan terhadap bulu tangkis sejak dini. Kami percaya bahwa mencetak atlet hebat dimulai dari menumbuhkan rasa gembira saat berolahraga," ujar Yoppy.
Format fun games yang dipilih diharapkan dapat membuat siswa menikmati permainan sambil belajar. Yoppy berharap kegiatan ini menjadi awal dari proses pembinaan yang berkelanjutan untuk melahirkan regenerasi pebulutangkis berprestasi bagi Indonesia.
Wakil Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika, menyambut gembira antusiasme yang luar biasa. Pemilihan Purwokerto didasari oleh semangat bulu tangkis yang tinggi di kota tersebut, baik dari murid maupun guru.
"Purwokerto kami pilih karena kami melihat semangat bulu tangkis di kota ini begitu hidup," kata Yuni. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi upaya membangun jalur kuat di akar rumput. "Kami ingin memastikan bahwa prestasi bulu tangkis Indonesia akan terus terjaga dan berkembang di masa depan," bebernya.
Festival SenengMinton Purwokerto 2025 menerapkan sistem perorangan dengan penilaian berdasarkan catatan waktu tercepat. Para peserta diuji melalui serangkaian rintangan yang melatih motorik dan koordinasi, di antaranya:
1. Service to Target: Melakukan service lurus ke bidang target (khusus kelas 3).
2. Shuttle Run: Berlari mengambil dan memindahkan shuttlecock.
3. Pyramid Shuttlecock: Menyusun kok berbentuk piramida.
4. Throwing The Shuttlecock: Melempar kok ke dalam lubang target.
5. Zig Zag Run: Berlari melewati halang rintang secara zig zag.
Antusiasme juga datang dari sekolah, seperti SDN Pangebatan yang telah membuka ekstrakurikuler bulu tangkis. Guru Olahraga SDN Pangebatan, Nely Fajrijah, berharap siswa yang ikut SenengMinton bisa melanjutkan ke klub untuk menggapai impian menjadi atlet.
Sementara itu, Naufal Cahya Ramadhan dari SDN 1 Jurangbahas Wangon berhasil mencatatkan waktu terbaik 00:59.89 detik dan keluar sebagai juara kategori kelas 3. "Memang suka bulu tangkis sejak kelas 2... Aku sendiri yang pengen karena cita-citanya mau jadi atlet bulu tangkis," ujar Naufal.
Usai Purwokerto, Festival SenengMinton 2025 akan berlanjut menyambangi kota Semarang (20 November) dan Magelang (11 Desember).
(yov)
Lihat Juga :