Petenis Indonesia Janice Tjen Pasang Target Tembus Peringkat 20 Besar Dunia
Minggu, 16 November 2025 - 14:26 WIB
loading...
Petenis Indonesia Janice Tjen Pasang Target Tembus Peringkat 20 Besar Dunia. Foto: SINDOnews/Cikal Bintang Raissatria
A
A
A
JAKARTA - Petenis tunggal putri Indonesia, Janice Tjen percaya diri bisa menembus ranking 20 besar dunia. Janice memastikan akan mengupayakan target pribadi tersebut.
Diketahui, Janice tampil impresif sepanjang tahun 2025. Petenis berusia 23 tahun itu mampu menorehkan empat gelar resmi pada tahun ini.
Keempat gelar itu adalah Chennai Open 2025 yang diraih di nomor tunggal putri, dan ganda putri bersama Aldila Sutjiadi, Jinan Open 2025, dan Suzhou Open 2025. Gelar ganda bersama Aldila menciptakan sejarah.
Pasalnya, tandem Janice/Aldila menyudahi puasa gelar ganda putri tenis Indonesia yang sudah berlangsung puluhan tahun. Torehan ini juga membuat ranking Janice naik signifikan.
Awal tahun ini, Janice berada di ranking 578. Setelah berbagai gelar itu, Janice naik ke peringkat ke-53 dunia. Tak ayal, petenis asal Jakarta itu masuk dalam nominasi Asosiasi Tenis Wanita (WTA) Awards 2025.
Ke depannya, Janice berpeluang untuk masuk ranking 20 besar secara perhitungan WTA. Petenis kelahiran Jakarta, Indonesia itu bisa mencatatkan sejarah baru dengan melewati ranking Yayuk Basuki, yang pernah menduduki peringkat 19 dunia.
"Ya lumayan, harus percaya ya. Dan memang target aku pribadi sendiri kan juga untuk menjadi yang terbaik sebisa mungkin," kata Janice kepada awak media, termasuk iNews Media Group dalam acara 'myBCA Talkshow Bersama Janice Tjen' di Mal Grand Indonesia, Jakarta pada Sabtu (15/11/2025).
Walau begitu, Janice menyadari tantangan berat bakal dihadapi di tahun depan. Terlebih, permainan Janice tentu sudah banyak dianalisis oleh para rivalnya.
"Dan dengan eksposur ke depan dan eksposur sekarang, lawan-lawan sudah bisa mengakses video-video aku, game style aku seperti apa," tutur Janice.
"Pastinya ke depannya kan gak akan mudah, tapi semoga bisa tercapai," pungkasnya.
Untuk mencapai target pribadinya, Janice tentu membutuhkan dukungan dari semua pihak. Sebagai petenis profesional, Janice mengatakan saat ini semua biaya akomodasi turnamen masih merogoh kocek pribadi.
“Jadi memang biaya semua masih mandiri dulu. Dan bagian dari pemerintah, mereka itu support dari event-event negara,” tutur Janice.
Janice pun mendapatkan bantuan dari pihak swasta, salah satunya adalah dari Bank Central Asia (BCA). Direktur BCA, Vera Eve Lim menyatakan siap memberikan dukungan penuh karena Janice adalah atlet yang sudah membanggakan Indonesia.
“Kalah menang bagi atlet biasa. Tapi perjuangan, kerja keras, konsitensi, integritas, itu yang kami jauh lebih hargai,” tutur Vera.
Diketahui, Janice tampil impresif sepanjang tahun 2025. Petenis berusia 23 tahun itu mampu menorehkan empat gelar resmi pada tahun ini.
Keempat gelar itu adalah Chennai Open 2025 yang diraih di nomor tunggal putri, dan ganda putri bersama Aldila Sutjiadi, Jinan Open 2025, dan Suzhou Open 2025. Gelar ganda bersama Aldila menciptakan sejarah.
Pasalnya, tandem Janice/Aldila menyudahi puasa gelar ganda putri tenis Indonesia yang sudah berlangsung puluhan tahun. Torehan ini juga membuat ranking Janice naik signifikan.
Awal tahun ini, Janice berada di ranking 578. Setelah berbagai gelar itu, Janice naik ke peringkat ke-53 dunia. Tak ayal, petenis asal Jakarta itu masuk dalam nominasi Asosiasi Tenis Wanita (WTA) Awards 2025.
Ke depannya, Janice berpeluang untuk masuk ranking 20 besar secara perhitungan WTA. Petenis kelahiran Jakarta, Indonesia itu bisa mencatatkan sejarah baru dengan melewati ranking Yayuk Basuki, yang pernah menduduki peringkat 19 dunia.
"Ya lumayan, harus percaya ya. Dan memang target aku pribadi sendiri kan juga untuk menjadi yang terbaik sebisa mungkin," kata Janice kepada awak media, termasuk iNews Media Group dalam acara 'myBCA Talkshow Bersama Janice Tjen' di Mal Grand Indonesia, Jakarta pada Sabtu (15/11/2025).
Walau begitu, Janice menyadari tantangan berat bakal dihadapi di tahun depan. Terlebih, permainan Janice tentu sudah banyak dianalisis oleh para rivalnya.
"Dan dengan eksposur ke depan dan eksposur sekarang, lawan-lawan sudah bisa mengakses video-video aku, game style aku seperti apa," tutur Janice.
"Pastinya ke depannya kan gak akan mudah, tapi semoga bisa tercapai," pungkasnya.
Untuk mencapai target pribadinya, Janice tentu membutuhkan dukungan dari semua pihak. Sebagai petenis profesional, Janice mengatakan saat ini semua biaya akomodasi turnamen masih merogoh kocek pribadi.
“Jadi memang biaya semua masih mandiri dulu. Dan bagian dari pemerintah, mereka itu support dari event-event negara,” tutur Janice.
Janice pun mendapatkan bantuan dari pihak swasta, salah satunya adalah dari Bank Central Asia (BCA). Direktur BCA, Vera Eve Lim menyatakan siap memberikan dukungan penuh karena Janice adalah atlet yang sudah membanggakan Indonesia.
“Kalah menang bagi atlet biasa. Tapi perjuangan, kerja keras, konsitensi, integritas, itu yang kami jauh lebih hargai,” tutur Vera.
(sto)
Lihat Juga :