Finswimming Indonesia Akhiri Kejuaraan Asia Tenggara dengan Peningkatan Medali
Kamis, 20 November 2025 - 12:20 WIB
loading...
Finswimming Indonesia Akhiri Kejuaraan Asia Tenggara dengan Peningkatan Medali
A
A
A
JAKARTA - Ajang 2025 CMAS Southeast Asia Championship Finswimming Indoor dan Asian Junior Finswimming Competition South East Zone ditutup dengan atmosfer kompetitif sejak sesi pagi hingga final pada Rabu (19/11/2025). Antusiasme peserta dari Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja, hingga Indonesia selaku tuan rumah tetap tinggi sepanjang rangkaian perlombaan.
Sebanyak 98 atlet tampil di babak penyisihan sebelum sesi final mempertandingkan sembilan nomor kategori senior dan tujuh nomor kategori junior. Persaingan ketat di hari penentuan membuat perburuan medali berlangsung dinamis hingga nomor terakhir.
Indonesia berhasil menambah emas melalui atlet junior, Muhammad Dzulfikar Izzaturrahman, yang tampil solid di nomor 200 Bi Fins Putra. Dzulfikar mencatat waktu 1 menit 41,42 detik, disusul rekan senegaranya, Fredericco Owen, dengan 1 menit 42,00 detik. Thailand menempatkan Thanakrit Choosawasd di peringkat ketiga lewat catatan 1 menit 44,21 detik.
Peningkatan prestasi Indonesia terlihat jelas dibanding edisi sebelumnya di Phnom Penh, Kamboja pada 2024 yang hanya menghasilkan tujuh medali. Pada edisi kali ini, torehan medali Indonesia meningkat signifikan berkat kontribusi besar dari sektor senior dan junior.
Pada kategori senior, Indonesia meraih 29 medali yang terdiri atas empat emas, 11 perak, dan 14 perunggu. Sementara di kategori junior, skuad Merah Putih mengumpulkan satu emas, 11 perak, dan 13 perunggu, sehingga total medali junior mencapai 25 keping.
Sekretaris Jenderal PB POSSI, Nur Kholis, mengapresiasi para atlet yang tampil di kejuaraan ini. Nur Khois berharap, para atlet tak cepat berpuas diri.
“Selamat kepada seluruh atlet yang berhasil membawa pulang medali. Saya berharap mereka terus berlatih agar bisa menorehkan prestasi di kompetisi berikutnya,” ujar Nur Kholis kepada awak media, termasuk iNews Media Group di Aquatic Stadium, Jakarta pada Rabu (19/11/2025).
Nur Kholis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung jalannya acara, termasuk delegasi CMAS, panitia, serta masyarakat yang memberikan dukungan luas kepada para atlet selama kejuaraan berlangsung.
Sementara itu, Vietnam muncul sebagai kekuatan utama finswimming Asia Tenggara dengan dominasi medali di dua kategori. Pada sektor senior, mereka mengamankan 31 emas, 22 perak, dan enam perunggu. Indonesia berada di posisi kedua dengan total 29 medali. Di kategori junior, Vietnam kembali memimpin dengan 52 medali, sementara Indonesia menutup kompetisi di peringkat ketiga.
Peningkatan jumlah medali di edisi 2025 menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi agenda finswimming berikutnya sekaligus mempertegas posisi di persaingan regional.
Sebanyak 98 atlet tampil di babak penyisihan sebelum sesi final mempertandingkan sembilan nomor kategori senior dan tujuh nomor kategori junior. Persaingan ketat di hari penentuan membuat perburuan medali berlangsung dinamis hingga nomor terakhir.
Indonesia berhasil menambah emas melalui atlet junior, Muhammad Dzulfikar Izzaturrahman, yang tampil solid di nomor 200 Bi Fins Putra. Dzulfikar mencatat waktu 1 menit 41,42 detik, disusul rekan senegaranya, Fredericco Owen, dengan 1 menit 42,00 detik. Thailand menempatkan Thanakrit Choosawasd di peringkat ketiga lewat catatan 1 menit 44,21 detik.
Peningkatan prestasi Indonesia terlihat jelas dibanding edisi sebelumnya di Phnom Penh, Kamboja pada 2024 yang hanya menghasilkan tujuh medali. Pada edisi kali ini, torehan medali Indonesia meningkat signifikan berkat kontribusi besar dari sektor senior dan junior.
Pada kategori senior, Indonesia meraih 29 medali yang terdiri atas empat emas, 11 perak, dan 14 perunggu. Sementara di kategori junior, skuad Merah Putih mengumpulkan satu emas, 11 perak, dan 13 perunggu, sehingga total medali junior mencapai 25 keping.
Sekretaris Jenderal PB POSSI, Nur Kholis, mengapresiasi para atlet yang tampil di kejuaraan ini. Nur Khois berharap, para atlet tak cepat berpuas diri.
“Selamat kepada seluruh atlet yang berhasil membawa pulang medali. Saya berharap mereka terus berlatih agar bisa menorehkan prestasi di kompetisi berikutnya,” ujar Nur Kholis kepada awak media, termasuk iNews Media Group di Aquatic Stadium, Jakarta pada Rabu (19/11/2025).
Nur Kholis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung jalannya acara, termasuk delegasi CMAS, panitia, serta masyarakat yang memberikan dukungan luas kepada para atlet selama kejuaraan berlangsung.
Sementara itu, Vietnam muncul sebagai kekuatan utama finswimming Asia Tenggara dengan dominasi medali di dua kategori. Pada sektor senior, mereka mengamankan 31 emas, 22 perak, dan enam perunggu. Indonesia berada di posisi kedua dengan total 29 medali. Di kategori junior, Vietnam kembali memimpin dengan 52 medali, sementara Indonesia menutup kompetisi di peringkat ketiga.
Peningkatan jumlah medali di edisi 2025 menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi agenda finswimming berikutnya sekaligus mempertegas posisi di persaingan regional.
(sto)
Lihat Juga :