Jelang Munas, Nama Sari W Pramono Menguat di Bursa Caketum PB Porserosi
Kamis, 20 November 2025 - 22:51 WIB
loading...
Jelang Munas, Nama Sari W Pramono Menguat di Bursa Caketum PB Porserosi
A
A
A
JAKARTA - Hitung mundur menuju Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PB Porserosi) dimulai. Ajang tertinggi pengambilan keputusan organisasi yang dijadwalkan berlangsung pada 22 November ini menjadi sorotan publik olahraga nasional, seiring dengan tingginya ekspektasi terhadap lahirnya pemimpin baru yang visioner.
Di tengah dinamika bursa pencalonan, sosok Sari W. Pramono mencuat sebagai kandidat potensial yang digadang-gadang mampu membawa transformasi besar bagi induk olahraga sepatu roda tersebut1. Kombinasi latar belakangnya sebagai pengusaha sukses dan aktivis organisasi dinilai menjadi jawaban atas tantangan kemandirian industri olahraga saat ini.
PB Porserosi sebagai rumah besar bagi disiplin olahraga sepatu roda—mulai dari speed, freestyle, skateboard, hingga aggressive—membutuhkan figur nahkoda yang mampu menyinergikan prestasi atlet dengan manajemen modern. Munas 22 November nanti dinilai sebagai momentum krusial untuk menentukan arah pembinaan empat tahun ke depan.
Sari W. Pramono dinilai memiliki kapasitas manajerial yang mumpuni untuk peran tersebut. Rekam jejaknya sebagai Direktur Utama (Dirut) di berbagai perusahaan strategis menjadi bukti kepiawaiannya dalam memimpin.
Pengalaman mengelola korporasi ini diharapkan dapat diaplikasikan untuk membangun tata kelola PB Porserosi yang lebih transparan, akuntabel, dan mandiri secara finansial.
Salah satu nilai tambah yang dibawa Sari dalam kontestasi Munas ini adalah pemahamannya terhadap dunia kesehatan, aspek vital dalam pembinaan atlet elit. Sari merupakan Direktur Utama PT. JSC Medika Sejahtera (Jakarta Stemcell Centre) dan Bendahara Indonesia Society Regenerative Medicine (INASRM) untuk periode 2025.
Keterlibatan langsung dalam industri kesehatan regeneratif ini membuka peluang integrasi sport science modern ke dalam kurikulum pelatnas sepatu roda, guna memaksimalkan performa dan pemulihan atlet.
Selain aspek teknis dan manajerial, figur Ketua Umum dituntut memiliki jejaring yang luas. Sari memiliki portofolio organisasi yang solid, mulai dari KADIN Indonesia di mana ia menjabat sebagai Ketua Bidang Vokasi dan Sertifikasi serta Ketua Komite Tetap Perencanaan Pembangunan Manusia, hingga kiprah panjangnya di BPP HIPMI sebagai Ketua Bidang.
Kedekatannya dengan institusi kepolisian melalui Induk Koperasi Kepolisian (INKOPPOL), di mana ia aktif di bidang usaha jasa pangan dan kesehatan8, serta latar belakangnya sebagai putri dari Purn. Irjen Pol Yudi Sushariyanto, menegaskan karakter kepemimpinan yang disiplin dan berintegritas.
Menjelang tanggal 22 November, dukungan terhadap figur yang mampu menjembatani kepentingan atlet, klub, dan industri olahraga terus mengalir.
Kehadiran Sari W. Pramono dalam bursa pemilihan ini memberikan harapan baru bagi komunitas sepatu roda Indonesia untuk melangkah lebih kencang di panggung internasional.
Di tengah dinamika bursa pencalonan, sosok Sari W. Pramono mencuat sebagai kandidat potensial yang digadang-gadang mampu membawa transformasi besar bagi induk olahraga sepatu roda tersebut1. Kombinasi latar belakangnya sebagai pengusaha sukses dan aktivis organisasi dinilai menjadi jawaban atas tantangan kemandirian industri olahraga saat ini.
PB Porserosi sebagai rumah besar bagi disiplin olahraga sepatu roda—mulai dari speed, freestyle, skateboard, hingga aggressive—membutuhkan figur nahkoda yang mampu menyinergikan prestasi atlet dengan manajemen modern. Munas 22 November nanti dinilai sebagai momentum krusial untuk menentukan arah pembinaan empat tahun ke depan.
Sari W. Pramono dinilai memiliki kapasitas manajerial yang mumpuni untuk peran tersebut. Rekam jejaknya sebagai Direktur Utama (Dirut) di berbagai perusahaan strategis menjadi bukti kepiawaiannya dalam memimpin.
Pengalaman mengelola korporasi ini diharapkan dapat diaplikasikan untuk membangun tata kelola PB Porserosi yang lebih transparan, akuntabel, dan mandiri secara finansial.
Visi Sport Science dan Kesejahteraan
Salah satu nilai tambah yang dibawa Sari dalam kontestasi Munas ini adalah pemahamannya terhadap dunia kesehatan, aspek vital dalam pembinaan atlet elit. Sari merupakan Direktur Utama PT. JSC Medika Sejahtera (Jakarta Stemcell Centre) dan Bendahara Indonesia Society Regenerative Medicine (INASRM) untuk periode 2025.
Keterlibatan langsung dalam industri kesehatan regeneratif ini membuka peluang integrasi sport science modern ke dalam kurikulum pelatnas sepatu roda, guna memaksimalkan performa dan pemulihan atlet.
Jejaring Kuat Lintas Sektoral
Selain aspek teknis dan manajerial, figur Ketua Umum dituntut memiliki jejaring yang luas. Sari memiliki portofolio organisasi yang solid, mulai dari KADIN Indonesia di mana ia menjabat sebagai Ketua Bidang Vokasi dan Sertifikasi serta Ketua Komite Tetap Perencanaan Pembangunan Manusia, hingga kiprah panjangnya di BPP HIPMI sebagai Ketua Bidang.
Kedekatannya dengan institusi kepolisian melalui Induk Koperasi Kepolisian (INKOPPOL), di mana ia aktif di bidang usaha jasa pangan dan kesehatan8, serta latar belakangnya sebagai putri dari Purn. Irjen Pol Yudi Sushariyanto, menegaskan karakter kepemimpinan yang disiplin dan berintegritas.
Menjelang tanggal 22 November, dukungan terhadap figur yang mampu menjembatani kepentingan atlet, klub, dan industri olahraga terus mengalir.
Kehadiran Sari W. Pramono dalam bursa pemilihan ini memberikan harapan baru bagi komunitas sepatu roda Indonesia untuk melangkah lebih kencang di panggung internasional.
(sto)
Lihat Juga :