Ternyata, Menjuarai Grand Slam Merupakan Impian Masa Kecil Thiem
Selasa, 15 September 2020 - 15:35 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Thiem juga mencatatkan sejarah saat mengangkat gelar Grand Slam tersebut. Dia menjadi pemain pertama di era Terbuka yang bangkit dari ketinggalan dua set di final AS Terbuka. Bahkan, petenis berusia 27 tahun ini juga menjadi juara Grand Slam pertama yang lahir pada 1990-an, bersama dengan juara Grand Slam ke-55 era Terbuka dan ke-150 sepanjang masa. Dia bergabung dengan Thomas Muster (1995, Roland Garros) sebagai satu-satunya petenis Austria yang memenangkan kejuaraan besar.
Sementara itu, Zverev mengaku sangat kecewa karena dirinya sempat di atas angin untuk mengakhiri permainan dengan kemenangan. Namun, dia gagal mendapatkan satu set pun ketika sudah unggul dua set pertama. Akhirnya, dia harus mengakui keunggulan Thiem di laga final pertamanya di ajang Grand Slam.
“Saya sudah begitu dekat untuk menjadi juara Grand Slam. Saya hanya terpaut beberapa game lagi, mungkin beberapa poin lagi. Hal yang membuat saya merasa paling kesal bukan di set ketiga, tapi di set kelima. Saya mendapatkan banyak peluang di set kelima dan tidak memanfaatkannya dengan baik,” tandas Zverev.
Meski begitu, Zverev berjanji kembali bangkit dari kekecewaan pahitnya itu. Dia berharap suatu hari nanti bisa memenangkan gelar Grand Slam. Bahkan, hasil itu juga bisa dijadikan sebagai pengalamannya untuk bisa meraih sukses di masa mendatang. Namun, petenis berusia 23 tahun itu mengaku masih tidak menyangka bisa takluk ketika sudah unggul dua set pertama. (Baca juga: DKI Jakarta Kembali Berlakukan PSBB Jilid II Mulai Hari Ini)
“Pertanyaan seperti itu, mungkin masih terlalu dini untuk ditanyakan dalam dua, tiga hari ke depan. Saya masih berusia 23 tahun. Saya pikir itu bukan kesempatan terakhir. Saya yakin akan menjadi juara Grand Slam suatu hari nanti,” ujarnya. (Raikhul Amar)
Sementara itu, Zverev mengaku sangat kecewa karena dirinya sempat di atas angin untuk mengakhiri permainan dengan kemenangan. Namun, dia gagal mendapatkan satu set pun ketika sudah unggul dua set pertama. Akhirnya, dia harus mengakui keunggulan Thiem di laga final pertamanya di ajang Grand Slam.
“Saya sudah begitu dekat untuk menjadi juara Grand Slam. Saya hanya terpaut beberapa game lagi, mungkin beberapa poin lagi. Hal yang membuat saya merasa paling kesal bukan di set ketiga, tapi di set kelima. Saya mendapatkan banyak peluang di set kelima dan tidak memanfaatkannya dengan baik,” tandas Zverev.
Meski begitu, Zverev berjanji kembali bangkit dari kekecewaan pahitnya itu. Dia berharap suatu hari nanti bisa memenangkan gelar Grand Slam. Bahkan, hasil itu juga bisa dijadikan sebagai pengalamannya untuk bisa meraih sukses di masa mendatang. Namun, petenis berusia 23 tahun itu mengaku masih tidak menyangka bisa takluk ketika sudah unggul dua set pertama. (Baca juga: DKI Jakarta Kembali Berlakukan PSBB Jilid II Mulai Hari Ini)
“Pertanyaan seperti itu, mungkin masih terlalu dini untuk ditanyakan dalam dua, tiga hari ke depan. Saya masih berusia 23 tahun. Saya pikir itu bukan kesempatan terakhir. Saya yakin akan menjadi juara Grand Slam suatu hari nanti,” ujarnya. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :