Athletics Challenge Seri 2 2025, Ajang Regenerasi Atletik Indonesia di Kudus
Minggu, 30 November 2025 - 06:38 WIB
loading...
Athletics Challenge Seri 2 2025 digelar di Kudus. Kejuaraan ini berlangsung meriah di Supersoccer Arena, Rabu (26/11/2025) hingga Sabtu (29/11/2025) / Foto: Ist
A
A
A
KUDUS - Athletics Challenge Seri 2 2025 digelar di Kudus. Kejuaraan ini berlangsung meriah di Supersoccer Arena, Rabu (26/11/2025) hingga Sabtu (29/11/2025).
Antusiasme peserta melonjak dengan tercatatnya 2.188 murid dari 184 institusi pendidikan (MI, SD, MTs, SMP, hingga SMA) dari Kudus dan sekitarnya yang ambil bagian. Athletics Challenge Seri 2 kali ini tampil lebih ambisius dibanding seri sebelumnya.
Ada penambahan satu Kategori Usia (KU) dan tujuh nomor perlombaan baru. Kini, kejuaraan ini mempertandingkan 4 divisi umur (KU 10, KU 12, KU 15, dan KU 18) dengan total 22 nomor perlombaan yang sangat beragam, mencakup lari 60m hingga 3.000m, serta empat nomor Estafet, termasuk 4x400m Mixed.
Sementara di ketepatan dan daya tahan, nomor perlombaan adalah jalan cepat 2.000m dan 3.000m. Di nomor lapangan ada tolak peluru, lompat jauh, lempar lembing, lempar cakram dan lompat jangkit.
Di permainan kreatif untuk usia dini, Athletics Challenge Seri 2 2025 menyelenggarakan beregu Kanga's Escape, Beregu Formula 1, Frog Jump, dan Turbo Throw. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menekankan bahwa ajang ini dirancang untuk memberikan pengalaman bertanding yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan gerak dasar "Mother of Sport" ini sejak usia dini.
"Atletik itu 'mother of sport' yang mudah dilatih dan dipelajari. Kami berharap ajang ini tidak hanya melatih fisik dan teknik, tetapi juga mampu membangun karakter positif seperti percaya diri, sportivitas, dan tanggung jawab pada para peserta," ujar Yoppy dalam keterangan persnya.
Hal ini sejalan dengan upaya menjaga mata rantai regenerasi atlet yang diharapkan mampu mendulang prestasi di kancah nasional maupun internasional. Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PASI Kabupaten Kudus, Noor Akhmad, menyatakan bahwa MilkLife Athletics Challenge adalah langkah strategis dalam proses pembinaan atlet.
"Ajang ini membuktikan Kudus mampu melahirkan atlet-atlet bertalenta, bahkan untuk ajang bergengsi seperti Porprov Jawa Tengah 2026. Atlet-atlet jebolan Challenge ini sudah memperkuat tim Porprov kami. Kami berterima kasih kepada Djarum Foundation dan MilkLife atas dukungan dalam memunculkan bibit-bibit potensial," kata Noor.
Ajang ini juga menjadi panggung pembuktian bagi atlet-atlet lokal. Irgi Candra Pranata, siswa kelas XII SMAN 2 Bae Kudus, tampil gemilang dengan memboyong dua piala juara dari nomor 400 meter (50.57 detik) dan 100 meter (11.18 detik).
Irgi, yang juga baru saja meraih Juara Pertama Estafet 4x400m pada Popnas 2025, menjadikan Challenge ini sebagai bagian dari persiapannya menuju PON.
"Seru dan bangga sekali bisa berkompetisi di sini. Ini sebagai salah satu persiapan untuk Porprov nanti, karena aku punya target untuk bisa masuk PON dan berkontribusi untuk Jawa Tengah. Untuk adik-adik, jangan kendor latihan!" pesan Irgi.
Antusiasme peserta melonjak dengan tercatatnya 2.188 murid dari 184 institusi pendidikan (MI, SD, MTs, SMP, hingga SMA) dari Kudus dan sekitarnya yang ambil bagian. Athletics Challenge Seri 2 kali ini tampil lebih ambisius dibanding seri sebelumnya.
Ada penambahan satu Kategori Usia (KU) dan tujuh nomor perlombaan baru. Kini, kejuaraan ini mempertandingkan 4 divisi umur (KU 10, KU 12, KU 15, dan KU 18) dengan total 22 nomor perlombaan yang sangat beragam, mencakup lari 60m hingga 3.000m, serta empat nomor Estafet, termasuk 4x400m Mixed.
Sementara di ketepatan dan daya tahan, nomor perlombaan adalah jalan cepat 2.000m dan 3.000m. Di nomor lapangan ada tolak peluru, lompat jauh, lempar lembing, lempar cakram dan lompat jangkit.
Di permainan kreatif untuk usia dini, Athletics Challenge Seri 2 2025 menyelenggarakan beregu Kanga's Escape, Beregu Formula 1, Frog Jump, dan Turbo Throw. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menekankan bahwa ajang ini dirancang untuk memberikan pengalaman bertanding yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan gerak dasar "Mother of Sport" ini sejak usia dini.
"Atletik itu 'mother of sport' yang mudah dilatih dan dipelajari. Kami berharap ajang ini tidak hanya melatih fisik dan teknik, tetapi juga mampu membangun karakter positif seperti percaya diri, sportivitas, dan tanggung jawab pada para peserta," ujar Yoppy dalam keterangan persnya.
Hal ini sejalan dengan upaya menjaga mata rantai regenerasi atlet yang diharapkan mampu mendulang prestasi di kancah nasional maupun internasional. Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PASI Kabupaten Kudus, Noor Akhmad, menyatakan bahwa MilkLife Athletics Challenge adalah langkah strategis dalam proses pembinaan atlet.
"Ajang ini membuktikan Kudus mampu melahirkan atlet-atlet bertalenta, bahkan untuk ajang bergengsi seperti Porprov Jawa Tengah 2026. Atlet-atlet jebolan Challenge ini sudah memperkuat tim Porprov kami. Kami berterima kasih kepada Djarum Foundation dan MilkLife atas dukungan dalam memunculkan bibit-bibit potensial," kata Noor.
Ajang ini juga menjadi panggung pembuktian bagi atlet-atlet lokal. Irgi Candra Pranata, siswa kelas XII SMAN 2 Bae Kudus, tampil gemilang dengan memboyong dua piala juara dari nomor 400 meter (50.57 detik) dan 100 meter (11.18 detik).
Irgi, yang juga baru saja meraih Juara Pertama Estafet 4x400m pada Popnas 2025, menjadikan Challenge ini sebagai bagian dari persiapannya menuju PON.
"Seru dan bangga sekali bisa berkompetisi di sini. Ini sebagai salah satu persiapan untuk Porprov nanti, karena aku punya target untuk bisa masuk PON dan berkontribusi untuk Jawa Tengah. Untuk adik-adik, jangan kendor latihan!" pesan Irgi.
(yov)
Lihat Juga :