Atlet Non-pelatnas PBSI Lebih Moncer, Taufik Hidayat: Harus Disyukuri
Rabu, 03 Desember 2025 - 07:28 WIB
loading...
Atlet Non-pelatnas PBSI Lebih Moncer, Begini Respons Taufik Hidayat
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum I PBSI , Taufik Hidayat, buka suara soal atlet non-Pelatnas PBSI yang dinilai lebih moncer secara prestasi. Taufik mengatakan hal itu justru harus disyukuri karena membawa kebanggaan untuk bulu tangkis Indonesia.
“Ya kita alhamdulillah, di belakang itu kan ada namanya Indonesia, bukan nama pribadi atau nama daerah mana-mana,” kata Taufik kepada awak media, termasuk iNews Media Group di Kemendagri, Jakarta pada Selasa (2/12/2025).
Belakangan ini, banyak atlet non-Pelatnas PBSI yang berprestasi di berbagai turnamen. Salah satunya adalah Jonatan Christie, tunggal putra Indonesia yang memutuskan keluar dari Pelatnas PBSI pada Mei 2025.
Baca Juga: Hasil Liga Inggris: Tottenham Ditahan Imbang, Manchester City Tuntaskan Drama 9 Gol
Sejak September 2025, Jojo -sapaan akrab Jonatan Christie- berhasil menjuarai tiga turnamen yakni Korea Open, Denmark Open, dan Hylo Open 2025. Sebelum Jonatan, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan juga berhasil meraih berbagai prestasi meski tak berada di Pelatnas PBSI.
Ganda putra lainnya, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani juga mulai menunjukkan kualitasnya. Taufik mengingatkan semua pihak agar tak membanding-bandingkan antara atlet Pelatnas dan non-Pelatnas.
“Tapi kan olahraga butuh proses. Jonatan juga dulu lama di pelatnas, Sabar/Reza juga usianya berapa kita lihat juga. Bukan masalah gacor. Jadi jangan dipolemik antara luar pelatnas dan di pelatnas. Tapi proses. Mereka pernah di situ dan satu ini buat Indonesia,” tutur Taufik.
“Jangan media juga memperkeruh, karena ini di pelatnas dan di luar pelatnas. Ya sudah silakan, itu kan pilihan mereka masing-masing, itu saja. Jadi media bantu memasyarakat, apalagi yang enggak paham bulutangkis malah mereka peta kompli,” sambungnya.
Taufik menegaskan, semua atlet yang bermain membawa nama Indonesia tak perlu dibeda-bedakan. Peraih medali emas Olimpiade Yunani itu mengatakan, yang terpenting adalah nama Indonesia di balik keberhasilan setiap atlet itu.
“Nanti kasihan buat anak-anaknya juga, kasihan juga buat yang di pelatnas, ada yang di luar juga, kan yang kelihatan dua saja. Yang di luar memang banyak kelihatan? Kan enggak juga,” tegas Taufik.
“Yang di pelatnas, yang diberitain yang senior saja. Yang junior hasil bagus diberitain enggak? Enggak juga kan? Jadi jangan dipeta kompli ya. Jadi sama saja, buat Indonesia, mau di luar atau di mana, ya buat Indonesia kok itu,” tandasnya.
“Ya kita alhamdulillah, di belakang itu kan ada namanya Indonesia, bukan nama pribadi atau nama daerah mana-mana,” kata Taufik kepada awak media, termasuk iNews Media Group di Kemendagri, Jakarta pada Selasa (2/12/2025).
Belakangan ini, banyak atlet non-Pelatnas PBSI yang berprestasi di berbagai turnamen. Salah satunya adalah Jonatan Christie, tunggal putra Indonesia yang memutuskan keluar dari Pelatnas PBSI pada Mei 2025.
Baca Juga: Hasil Liga Inggris: Tottenham Ditahan Imbang, Manchester City Tuntaskan Drama 9 Gol
Sejak September 2025, Jojo -sapaan akrab Jonatan Christie- berhasil menjuarai tiga turnamen yakni Korea Open, Denmark Open, dan Hylo Open 2025. Sebelum Jonatan, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan juga berhasil meraih berbagai prestasi meski tak berada di Pelatnas PBSI.
Ganda putra lainnya, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani juga mulai menunjukkan kualitasnya. Taufik mengingatkan semua pihak agar tak membanding-bandingkan antara atlet Pelatnas dan non-Pelatnas.
“Tapi kan olahraga butuh proses. Jonatan juga dulu lama di pelatnas, Sabar/Reza juga usianya berapa kita lihat juga. Bukan masalah gacor. Jadi jangan dipolemik antara luar pelatnas dan di pelatnas. Tapi proses. Mereka pernah di situ dan satu ini buat Indonesia,” tutur Taufik.
“Jangan media juga memperkeruh, karena ini di pelatnas dan di luar pelatnas. Ya sudah silakan, itu kan pilihan mereka masing-masing, itu saja. Jadi media bantu memasyarakat, apalagi yang enggak paham bulutangkis malah mereka peta kompli,” sambungnya.
Taufik menegaskan, semua atlet yang bermain membawa nama Indonesia tak perlu dibeda-bedakan. Peraih medali emas Olimpiade Yunani itu mengatakan, yang terpenting adalah nama Indonesia di balik keberhasilan setiap atlet itu.
“Nanti kasihan buat anak-anaknya juga, kasihan juga buat yang di pelatnas, ada yang di luar juga, kan yang kelihatan dua saja. Yang di luar memang banyak kelihatan? Kan enggak juga,” tegas Taufik.
“Yang di pelatnas, yang diberitain yang senior saja. Yang junior hasil bagus diberitain enggak? Enggak juga kan? Jadi jangan dipeta kompli ya. Jadi sama saja, buat Indonesia, mau di luar atau di mana, ya buat Indonesia kok itu,” tandasnya.
(sto)
Lihat Juga :