Kejurnas Horseback Archery Kelud 2025 Sukses Digelar: 72 Peserta dari 17 Provinsi Bersaing Ketat
Minggu, 07 Desember 2025 - 18:45 WIB
loading...
Kejurnas Horseback Archery Kelud 2025 Sukses Digelar. Foto: Istimewa
A
A
A
Kejuaraan Nasional Horseback Archery Kelud 2025 digelar di Kelud Raceway, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri Jawa Timur, 6-7 Desember 2025. Kejurnas yang diikuti oleh total 72 atlet HBA yang mewakili 17 Provinsi tersebut mempertandingkan sejumlah nomor yang melahirkan persaingan ketat.
Nomor-nomor Horseback Archery seperti Triple Shoot U16, Triple Shoot Junior, Triple Shoot Putri, Serial Shoot Senior, dan Indonesian Track Senior. Selain menggelar pertandingan di kelas Horseback Archery, Kejurnas juga melombakan kelas kompetisi bertitel Exhibition Ground Archery yang diikuti oleh 92 peserta dari 10 Provinsi dan dibuka secara resmi penyelenggaraannya oleh Ketua Umum PP Pordasi Aryo PS Djojohadikusumo.
Ketua Komisi Horeseback Archery & Tent Pegging PP Pordasi, Deri Asta, menyebut Kejurnas berjalan tanpa kendala, dengan rekor peserta terbanyak dibanding penyelenggaraan kejuaraan-kejuaraan HBA sebelumnya.
“Ini membuktikan tingkat kepercayaan yang semakin tinggi para pelaku olehraga berkuda memanah kepada PP Pordasi selaku induk organisasi berkuda di Indonesia,” tutur Deri Asta.
Lanjut Deri, Kejurnas kali ini merupakan kali pertama digelar di era kepemimpinan Ketua Umum Aryo PS Djojohadikusumo. Kejurnas HBA Kelud 2025 merupakan kolaborasi antara Pengcab Pordasi Kediri, Pengprov Pordasi Jawa Timur, dan Komisi Horseback Archery & Tent Pegging PP Pordasi.
Deri juga menyampaikan bahwa dibawah kepemimpinan Aryo PS Djojohadikusumo, Olahraga Horseback Archery semakin maju dan berkembang yang dapat dibuktikan dengan kesuksesan penyelenggaraan Kejuaraan HBA Piala Ketua Umum PP Pordasi pada Mei 2025 lalu dan keberhasilan Timnas HBA Indonesia yang meraih peringkat 2 juara umum di Kejuaraan IHAA World Championships 2025 yang disempurnakan dengan keberhasilan 2 atlet HBA Indonesia yakni Omar El Farooq Putra Alleut dan Kaisar Akthar Firdauz yang berhasil memecahkan catatan rekor dunia di kejuaraan yang digelar di Tennessee Valley Archery Amerika Serikat pada September 2025 tersebut.
Dalam sambutannya Ketika membuka kejuaraan, Aryo PS Djojohadikusumo Kembali menegaskan komitmen PP Pordasi yang ingin berperan serta mengembangkan Sport Tourism di Indonesia yang salah satunya adalah dengan menggelar kejuaraan-kejuaraan berkuda di lokasi-lokasi pusat wisata Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan angka kunjungan para wisatawan.
“Pesan Saya, teruslah berlatih dan berjuang, karena Saya dan PP Pordasi siap mendukung para atlet HBA terbaik untuk mewakili Indonesia di kejuaraan-kejuaraan Tingkat internasional,” Tegas Aryo PS Djojohadikusumo.
Dari hasil pertandingan Kejurnas HBA Kelud 2025, Kontingen tuan rumah Jawa Timur berhasil meraih gelar Juara Umum dengan perolehan 2 emas dan 3 perak, disusul Jawa Barat 1 emas dan 2 perak, Jawa Tengah 1 emas dan 2 perunggu, Banten 1 emas, Sumatera Barat 2 perunggu, dan Bali 1 perunggu dari total 17 Kontingen Provinsi.
2 medali emas Kontingen Jawa Timur dipersembahkan oleh Aqilah Fathiyah El Haq (Triple Shoot U16) dan Abdurrahman (Triple Shoot Junior), sementara 3 medali perak diraih Aqilah Fathiyah El Haq (Triple Shoot Putri), dan Omar El Farooq Putra Alleut yang mendapatkan 2 medali perak dari kelas Serial Shoot Senior dan Indonesian Track Senior.
Usai pelaksanaan Kejurnas HBA Kelud 2025, Komisi Horseback Archery & Tent Pegging PP Pordasi segera mempersiapkan dua agenda besar dalam menyambut musim kompetisi tahun 2026 mendatang. Dua agenda tersebut adalah pelatihan dan seleksi atlet Tent Pegging yang akan digelar pada 10-16 Desember 2025 mendatang yang akan mewakili Indonesia pada Babak Kualifikasi menuju Kejuaraan Dunia International Tent Pegging Federation (ITPF) yang akan berlangsung akhir Januari 2026 di Yordania.
Agenda lainnya adalah usulan perubahan regulasi yang akan disampaikan pada Rakernas PP Pordasi tahun 2026 yang rencananya akan diselengarakan di Labuan Bajo NTT pada Januari 2026 mendatang.
“Untuk segi kuantitas sudah Kami dapatkan seperti jumlah atlet dan penyelenggaraan kejuaraan-kejuaraan HBA yang semakin meningkat, dan sekarang fokus Kami Adalah meningkatkan kualitas, baik itu kualitas atlet, official, penyelenggaraan kejuaraan, hingga SDM pendukung, jadi kedepannya akan banyak pelatihan-pelatihan dari Komisi Horseback Archery & Tent Pegging bersama PP Pordasi untuk meningkatkan standarisasi olahraga Horseback Archery di Indonesia,” tutup Deri Asta.
Nomor-nomor Horseback Archery seperti Triple Shoot U16, Triple Shoot Junior, Triple Shoot Putri, Serial Shoot Senior, dan Indonesian Track Senior. Selain menggelar pertandingan di kelas Horseback Archery, Kejurnas juga melombakan kelas kompetisi bertitel Exhibition Ground Archery yang diikuti oleh 92 peserta dari 10 Provinsi dan dibuka secara resmi penyelenggaraannya oleh Ketua Umum PP Pordasi Aryo PS Djojohadikusumo.
Ketua Komisi Horeseback Archery & Tent Pegging PP Pordasi, Deri Asta, menyebut Kejurnas berjalan tanpa kendala, dengan rekor peserta terbanyak dibanding penyelenggaraan kejuaraan-kejuaraan HBA sebelumnya.
“Ini membuktikan tingkat kepercayaan yang semakin tinggi para pelaku olehraga berkuda memanah kepada PP Pordasi selaku induk organisasi berkuda di Indonesia,” tutur Deri Asta.
Lanjut Deri, Kejurnas kali ini merupakan kali pertama digelar di era kepemimpinan Ketua Umum Aryo PS Djojohadikusumo. Kejurnas HBA Kelud 2025 merupakan kolaborasi antara Pengcab Pordasi Kediri, Pengprov Pordasi Jawa Timur, dan Komisi Horseback Archery & Tent Pegging PP Pordasi.
Deri juga menyampaikan bahwa dibawah kepemimpinan Aryo PS Djojohadikusumo, Olahraga Horseback Archery semakin maju dan berkembang yang dapat dibuktikan dengan kesuksesan penyelenggaraan Kejuaraan HBA Piala Ketua Umum PP Pordasi pada Mei 2025 lalu dan keberhasilan Timnas HBA Indonesia yang meraih peringkat 2 juara umum di Kejuaraan IHAA World Championships 2025 yang disempurnakan dengan keberhasilan 2 atlet HBA Indonesia yakni Omar El Farooq Putra Alleut dan Kaisar Akthar Firdauz yang berhasil memecahkan catatan rekor dunia di kejuaraan yang digelar di Tennessee Valley Archery Amerika Serikat pada September 2025 tersebut.
Dalam sambutannya Ketika membuka kejuaraan, Aryo PS Djojohadikusumo Kembali menegaskan komitmen PP Pordasi yang ingin berperan serta mengembangkan Sport Tourism di Indonesia yang salah satunya adalah dengan menggelar kejuaraan-kejuaraan berkuda di lokasi-lokasi pusat wisata Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan angka kunjungan para wisatawan.
“Pesan Saya, teruslah berlatih dan berjuang, karena Saya dan PP Pordasi siap mendukung para atlet HBA terbaik untuk mewakili Indonesia di kejuaraan-kejuaraan Tingkat internasional,” Tegas Aryo PS Djojohadikusumo.
Jawa Timur Juara Umum
Dari hasil pertandingan Kejurnas HBA Kelud 2025, Kontingen tuan rumah Jawa Timur berhasil meraih gelar Juara Umum dengan perolehan 2 emas dan 3 perak, disusul Jawa Barat 1 emas dan 2 perak, Jawa Tengah 1 emas dan 2 perunggu, Banten 1 emas, Sumatera Barat 2 perunggu, dan Bali 1 perunggu dari total 17 Kontingen Provinsi.
2 medali emas Kontingen Jawa Timur dipersembahkan oleh Aqilah Fathiyah El Haq (Triple Shoot U16) dan Abdurrahman (Triple Shoot Junior), sementara 3 medali perak diraih Aqilah Fathiyah El Haq (Triple Shoot Putri), dan Omar El Farooq Putra Alleut yang mendapatkan 2 medali perak dari kelas Serial Shoot Senior dan Indonesian Track Senior.
Tatap 2 Agenda Besar
Usai pelaksanaan Kejurnas HBA Kelud 2025, Komisi Horseback Archery & Tent Pegging PP Pordasi segera mempersiapkan dua agenda besar dalam menyambut musim kompetisi tahun 2026 mendatang. Dua agenda tersebut adalah pelatihan dan seleksi atlet Tent Pegging yang akan digelar pada 10-16 Desember 2025 mendatang yang akan mewakili Indonesia pada Babak Kualifikasi menuju Kejuaraan Dunia International Tent Pegging Federation (ITPF) yang akan berlangsung akhir Januari 2026 di Yordania.
Agenda lainnya adalah usulan perubahan regulasi yang akan disampaikan pada Rakernas PP Pordasi tahun 2026 yang rencananya akan diselengarakan di Labuan Bajo NTT pada Januari 2026 mendatang.
“Untuk segi kuantitas sudah Kami dapatkan seperti jumlah atlet dan penyelenggaraan kejuaraan-kejuaraan HBA yang semakin meningkat, dan sekarang fokus Kami Adalah meningkatkan kualitas, baik itu kualitas atlet, official, penyelenggaraan kejuaraan, hingga SDM pendukung, jadi kedepannya akan banyak pelatihan-pelatihan dari Komisi Horseback Archery & Tent Pegging bersama PP Pordasi untuk meningkatkan standarisasi olahraga Horseback Archery di Indonesia,” tutup Deri Asta.
(sto)
Lihat Juga :