Tim Ismed Sofyan Mengaum, Raih Gelar Bintang Muda 2025 dan Bawa Hadiah Rp100 Juta
Minggu, 07 Desember 2025 - 19:10 WIB
loading...
Tim Macan mengukuhkan diri sebagai juaranya usai mengalahkan Tim Rajawali pada laga final Bintang Muda Generasi Masa Depan 2025 di G2 Soccerfield, Minggu (7/12/2025) / Foto: Ist
A
A
A
BOGOR - Puncak perhelatan akbar turnamen sepak bola bertajuk LOTTE Bintang Muda Generasi Masa Depan 2025 sukses mengukuhkan Tim Macan sebagai juaranya. Dalam laga final yang sengit melawan Tim Rajawali, tim asuhan Ismed Sofyan menang dengan skor meyakinkan 4-1 di G2 Soccerfield, Bogor, Minggu (7/12/2025).
Kemenangan ini membuat Tim Macan berhak mengangkat trofi bergengsi dan membawa pulang hadiah total senilai Rp100 juta. Pada laga final, kedua tim mendapatkan amunisi tambahan berupa wild card dengan merekrut dua pemain dari tim yang tersingkir di semifinal.
Tim Macan diperkuat Arjuna dan Hansamu dari Tim Harimau. Sementara Tim Rajawali, yang diasuh Atep Rizal memboyong Al dan Rafka dari Tim Elang. Menariknya, Coach Ismed Sofyan mengubah total strateginya di laga puncak.
"Terkait strategi, mungkin saya sudah belajar dari pertandingan sebelumnya. Jadi di partai final saya sedikit merubah formasi. Kemarin saya bermain lebih attacking tetapi di hari ini, di final, saya lebih defense," ungkap Coach Ismed.
Sementara itu, Coach Atep Rizal tetap pada filosofi menyerangnya. "Strategi yang ingin saya terapkan, kita ingin bermain bola-bola pendek, cepat, direct, sehingga kita bisa mencuri gol," jelasnya.
Sebelum kick-off, legenda sepak bola Korea Selatan, Lee Young-pyo, menyempatkan diri mendatangi kedua tim untuk memberikan semangat. Ia berpesan agar para pemain tetap enjoy, berusaha keras, dan yang paling utama, senantiasa menjunjung tinggi sportivitas.
Babak pertama didominasi oleh Tim Macan. Hanya butuh 12 menit bagi mereka untuk memimpin. Pelanggaran di luar kotak penalti dimanfaatkan dengan sempurna oleh Arjuna melalui tendangan bebas akurat, mengubah skor menjadi 1-0 hingga jeda turun minum.
Memasuki babak kedua, Tim Rajawali langsung tancap gas dan berhasil menyamakan kedudukan 1-1 di menit ke-19 lewat gol spektakuler Hanif, juga dari skema tendangan bebas. Namun, kegembiraan Rajawali tak berlangsung lama.
Hanya berselang 3 menit, Tim Macan kembali unggul. Arjuna mencetak gol keduanya melalui sundulan kepala memanfaatkan umpan sepak pojok. Tim Macan semakin menjauh di menit ke-24 ketika sundulan Bahri menyambut umpan lemparan ke dalam dari Nata berbuah gol, skor 3-1. Pesta gol Tim Macan ditutup manis di menit ke-27, lagi-lagi oleh Arjuna yang melengkapi hat-tricknya, memastikan kemenangan Tim Macan 4-1.
"Kedua tim bermain sangat bagus, hanya saja Tim Rajawali hilang fokus, hilang konsentrasi. Akhirnya Tim Macan bisa memanfaatkan peluang tersebut dan bisa menciptakan gol," tutur Coach Ismed Sofyan bangga.
Di sisi lain, Coach Atep Rizal mengakui kekecewaan atas performa anak asuhnya. "Sejujurnya saya tidak puas karena memang strategi dari awal saya ingin bermain bola-bola pendek cepat. Hanya saja situasi di final mereka ingin cepat-cepat mencetak gol sehingga langsung direct, dan itu tidak sesuai seperti dengan instruksi saya sampaikan," ujar Coach Atep.
Selain Tim Macan yang meraih Rp100 juta, Tim Rajawali sebagai runner-up juga mendapatkan hadiah senilai Rp50 juta. Malam penutupan semakin meriah dengan pengumuman penghargaan individu.
2. Top Scorer: Hanif (Tim Rajawali)
3. Best Goalkeeper: Krida (Tim Macan)
4. The Most Improved Player: Tangguh (Tim Rajawali) & Bahri (Tim Macan)
Sebagai bentuk komitmen terhadap masa depan sepak bola Indonesia, LOTTE juga memberikan apresiasi berupa satu set perlengkapan sepak bola kepada sekolah-sekolah tempat para pemenang menuntut ilmu. Lee Young-pyo, didampingi Lee Chulwong dari LOTTE Group, menyerahkan langsung piala dan medali.
"Ketika anak-anak ini bermimpi, banyak orang di sekitar mereka harus membantu. Saya berharap melalui program ini, para pemain mendapatkan motivasi besar dan tumbuh menjadi pemain sepak bola terbaik mewakili Indonesia," tutup Lee Young-pyo.
Kemenangan ini membuat Tim Macan berhak mengangkat trofi bergengsi dan membawa pulang hadiah total senilai Rp100 juta. Pada laga final, kedua tim mendapatkan amunisi tambahan berupa wild card dengan merekrut dua pemain dari tim yang tersingkir di semifinal.
Tim Macan diperkuat Arjuna dan Hansamu dari Tim Harimau. Sementara Tim Rajawali, yang diasuh Atep Rizal memboyong Al dan Rafka dari Tim Elang. Menariknya, Coach Ismed Sofyan mengubah total strateginya di laga puncak.
"Terkait strategi, mungkin saya sudah belajar dari pertandingan sebelumnya. Jadi di partai final saya sedikit merubah formasi. Kemarin saya bermain lebih attacking tetapi di hari ini, di final, saya lebih defense," ungkap Coach Ismed.
Sementara itu, Coach Atep Rizal tetap pada filosofi menyerangnya. "Strategi yang ingin saya terapkan, kita ingin bermain bola-bola pendek, cepat, direct, sehingga kita bisa mencuri gol," jelasnya.
Sebelum kick-off, legenda sepak bola Korea Selatan, Lee Young-pyo, menyempatkan diri mendatangi kedua tim untuk memberikan semangat. Ia berpesan agar para pemain tetap enjoy, berusaha keras, dan yang paling utama, senantiasa menjunjung tinggi sportivitas.
Babak pertama didominasi oleh Tim Macan. Hanya butuh 12 menit bagi mereka untuk memimpin. Pelanggaran di luar kotak penalti dimanfaatkan dengan sempurna oleh Arjuna melalui tendangan bebas akurat, mengubah skor menjadi 1-0 hingga jeda turun minum.
Memasuki babak kedua, Tim Rajawali langsung tancap gas dan berhasil menyamakan kedudukan 1-1 di menit ke-19 lewat gol spektakuler Hanif, juga dari skema tendangan bebas. Namun, kegembiraan Rajawali tak berlangsung lama.
Hanya berselang 3 menit, Tim Macan kembali unggul. Arjuna mencetak gol keduanya melalui sundulan kepala memanfaatkan umpan sepak pojok. Tim Macan semakin menjauh di menit ke-24 ketika sundulan Bahri menyambut umpan lemparan ke dalam dari Nata berbuah gol, skor 3-1. Pesta gol Tim Macan ditutup manis di menit ke-27, lagi-lagi oleh Arjuna yang melengkapi hat-tricknya, memastikan kemenangan Tim Macan 4-1.
"Kedua tim bermain sangat bagus, hanya saja Tim Rajawali hilang fokus, hilang konsentrasi. Akhirnya Tim Macan bisa memanfaatkan peluang tersebut dan bisa menciptakan gol," tutur Coach Ismed Sofyan bangga.
Di sisi lain, Coach Atep Rizal mengakui kekecewaan atas performa anak asuhnya. "Sejujurnya saya tidak puas karena memang strategi dari awal saya ingin bermain bola-bola pendek cepat. Hanya saja situasi di final mereka ingin cepat-cepat mencetak gol sehingga langsung direct, dan itu tidak sesuai seperti dengan instruksi saya sampaikan," ujar Coach Atep.
Selain Tim Macan yang meraih Rp100 juta, Tim Rajawali sebagai runner-up juga mendapatkan hadiah senilai Rp50 juta. Malam penutupan semakin meriah dengan pengumuman penghargaan individu.
Masing-masing pemenang berhak mendapatkan Rp5 juta:
1. Best Player: Arjuna (Tim Macan)2. Top Scorer: Hanif (Tim Rajawali)
3. Best Goalkeeper: Krida (Tim Macan)
4. The Most Improved Player: Tangguh (Tim Rajawali) & Bahri (Tim Macan)
Sebagai bentuk komitmen terhadap masa depan sepak bola Indonesia, LOTTE juga memberikan apresiasi berupa satu set perlengkapan sepak bola kepada sekolah-sekolah tempat para pemenang menuntut ilmu. Lee Young-pyo, didampingi Lee Chulwong dari LOTTE Group, menyerahkan langsung piala dan medali.
"Ketika anak-anak ini bermimpi, banyak orang di sekitar mereka harus membantu. Saya berharap melalui program ini, para pemain mendapatkan motivasi besar dan tumbuh menjadi pemain sepak bola terbaik mewakili Indonesia," tutup Lee Young-pyo.
(yov)
Lihat Juga :