UINSGD dan UNJ Juara Campus League Futsal The Nationals 2025
Minggu, 07 Desember 2025 - 20:42 WIB
loading...
UINSGD dan UNJ Juara Campus League Futsal The Nationals 2025
A
A
A
JAKARTA - Persaingan sengit perebutan gelar Campus League Futsal The Nationals 2025 resmi berakhir pada Minggu (7/12/2025). Tim-tim terbaik dari Regional Jakarta dan Yogyakarta tampil penuh determinasi dalam laga puncak yang sarat drama. Di partai final putra, UIN Sunan Gunung Djati (UINSGD) Bandung menegaskan dominasinya dengan mengalahkan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Sementara di sektor putri, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) merebut gelar juara setelah mengatasi perlawanan STKIP Pasundan Cimahi.
UINSGD menorehkan sejarah sebagai juara season zero Campus League Futsal The Nationals 2025 yang digelar di FIKK GOR Universitas Negeri Jakarta. Mereka tampil meyakinkan dan menang telak 3-0 atas UNY. Dua gol dicetak Muhammad Revaldo Arkeisya, sementara satu gol lainnya dibukukan Muhammad Ihsan Ikhwansyah.
Sejak menit awal, kedua tim menampilkan permainan berintensitas tinggi. Namun, efektivitas serangan UINSGD membuat mereka mampu mencetak gol pada menit ke-7, 12, dan 21 sekaligus memastikan gelar juara.
Pelatih UINSGD, Deden Zaini Muhibban, menilai kemenangan timnya merupakan kombinasi strategi dan kekuatan mental.
“Final itu bukan hanya soal taktik, tetapi mentalitas. Gelar ini langkah awal, kami harus tetap lapar untuk mempertahankan pencapaian,” ujarnya.
![UINSGD dan UNJ Juara Campus League Futsal The Nationals 2025]()
Revaldo, pencetak dua gol, mengaku keberhasilannya tak lepas dari kepercayaan pelatih dan rekan setim.
“Kunci permainan hari ini adalah kepercayaan. Gol-gol itu untuk seluruh tim; kami sudah seperti keluarga,” katanya.
Di final putri, UNJ yang hanya berstatus semifinalis di Regional Jakarta justru tampil mengejutkan dengan menaklukkan juara regional, STKIP Pasundan Cimahi, dengan skor 2-1. Pertandingan berlangsung sengit setelah dua gol terjadi pada menit pertama: UNJ membuka keunggulan melalui kapten Azra Zaifa Kayla, sebelum Sarah Davi Aulia menyamakan kedudukan.
Skor imbang bertahan hingga akhir laga sebelum Ade Flora Dwi Riyani mencetak gol penentu satu menit jelang waktu normal berakhir.
“Saya lihat banyak bola mengarah ke samping gawang, jadi saya coba isi ruang itu. Alhamdulillah bisa jadi gol kemenangan,” ujarnya.
Pelatih UNJ, Nur Fitranto, menyebut pengalaman di fase regional menjadi faktor penting. Adaptasi terhadap sistem waktu bersih serta peningkatan mentalitas pemain menjadi kunci keberhasilan tim menuntaskan kejutan di babak nasional.![UINSGD dan UNJ Juara Campus League Futsal The Nationals 2025]()
Campus League Futsal 2025 menjadi langkah awal pembentukan ekosistem olahraga kampus yang profesional. CEO Campus League, Ryan Gozali, menyebut gelaran perdana ini diikuti 64 tim dari berbagai kampus, melalui tiga tahap kompetisi: playoff kota, regional (Jakarta dan Yogyakarta), dan nasional.
Menurut Ryan, Campus League akan memperluas cakupan penyelenggaraan musim depan ke Bandung dan Surabaya, serta menyiapkan hingga sepuluh cabang olahraga untuk musim 2026, termasuk futsal, basket, dan badminton sebagai pilar utama.
“Ini baru permulaan. Tahun depan minimal ada tambahan Bandung dan Surabaya, dan kami sedang memfinalisasi sekitar sepuluh cabor untuk musim 2026,” ujarnya.
Ryan menegaskan bahwa meski edisi ini disebut “Season Zero”, seluruh pencapaian tetap tercatat secara historis. Sistem trofi resmi akan dimulai pada Season 1 tahun depan, lengkap dengan piala bergilir yang akan mencatat nama juara hingga 30 tahun ke depan.
Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar, menyambut positif kehadiran Campus League. Ia menilai kompetisi antarkampus menjadi jembatan penting dalam pembinaan pemain menuju level profesional.
“Campus League mengisi kekosongan jalur pembinaan dari kampus ke profesional. Ini peluang untuk melihat talenta yang dapat memperkuat timnas,” ujarnya.
UINSGD menorehkan sejarah sebagai juara season zero Campus League Futsal The Nationals 2025 yang digelar di FIKK GOR Universitas Negeri Jakarta. Mereka tampil meyakinkan dan menang telak 3-0 atas UNY. Dua gol dicetak Muhammad Revaldo Arkeisya, sementara satu gol lainnya dibukukan Muhammad Ihsan Ikhwansyah.
Sejak menit awal, kedua tim menampilkan permainan berintensitas tinggi. Namun, efektivitas serangan UINSGD membuat mereka mampu mencetak gol pada menit ke-7, 12, dan 21 sekaligus memastikan gelar juara.
Pelatih UINSGD, Deden Zaini Muhibban, menilai kemenangan timnya merupakan kombinasi strategi dan kekuatan mental.
“Final itu bukan hanya soal taktik, tetapi mentalitas. Gelar ini langkah awal, kami harus tetap lapar untuk mempertahankan pencapaian,” ujarnya.

Revaldo, pencetak dua gol, mengaku keberhasilannya tak lepas dari kepercayaan pelatih dan rekan setim.
“Kunci permainan hari ini adalah kepercayaan. Gol-gol itu untuk seluruh tim; kami sudah seperti keluarga,” katanya.
Di final putri, UNJ yang hanya berstatus semifinalis di Regional Jakarta justru tampil mengejutkan dengan menaklukkan juara regional, STKIP Pasundan Cimahi, dengan skor 2-1. Pertandingan berlangsung sengit setelah dua gol terjadi pada menit pertama: UNJ membuka keunggulan melalui kapten Azra Zaifa Kayla, sebelum Sarah Davi Aulia menyamakan kedudukan.
Skor imbang bertahan hingga akhir laga sebelum Ade Flora Dwi Riyani mencetak gol penentu satu menit jelang waktu normal berakhir.
“Saya lihat banyak bola mengarah ke samping gawang, jadi saya coba isi ruang itu. Alhamdulillah bisa jadi gol kemenangan,” ujarnya.
Pelatih UNJ, Nur Fitranto, menyebut pengalaman di fase regional menjadi faktor penting. Adaptasi terhadap sistem waktu bersih serta peningkatan mentalitas pemain menjadi kunci keberhasilan tim menuntaskan kejutan di babak nasional.
Campus League Bangun Ekosistem Olahraga Kampus

Campus League Futsal 2025 menjadi langkah awal pembentukan ekosistem olahraga kampus yang profesional. CEO Campus League, Ryan Gozali, menyebut gelaran perdana ini diikuti 64 tim dari berbagai kampus, melalui tiga tahap kompetisi: playoff kota, regional (Jakarta dan Yogyakarta), dan nasional.
Menurut Ryan, Campus League akan memperluas cakupan penyelenggaraan musim depan ke Bandung dan Surabaya, serta menyiapkan hingga sepuluh cabang olahraga untuk musim 2026, termasuk futsal, basket, dan badminton sebagai pilar utama.
“Ini baru permulaan. Tahun depan minimal ada tambahan Bandung dan Surabaya, dan kami sedang memfinalisasi sekitar sepuluh cabor untuk musim 2026,” ujarnya.
Ryan menegaskan bahwa meski edisi ini disebut “Season Zero”, seluruh pencapaian tetap tercatat secara historis. Sistem trofi resmi akan dimulai pada Season 1 tahun depan, lengkap dengan piala bergilir yang akan mencatat nama juara hingga 30 tahun ke depan.
Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar, menyambut positif kehadiran Campus League. Ia menilai kompetisi antarkampus menjadi jembatan penting dalam pembinaan pemain menuju level profesional.
“Campus League mengisi kekosongan jalur pembinaan dari kampus ke profesional. Ini peluang untuk melihat talenta yang dapat memperkuat timnas,” ujarnya.
(sto)
Lihat Juga :