Mo Salah Meradang Jadi Cadangan Liverpool: Kami Tak Lagi Punya Hubungan
Senin, 08 Desember 2025 - 07:37 WIB
loading...
Mo Salah Meradang Jadi Cadangan Liverpool: Kami Tak Lagi Punya Hubungan
A
A
A
Liverpool kembali berada dalam sorotan setelah hasil imbang dramatis 3-3 melawan Leeds United di Elland Road, Sabtu (7/12/2025). Namun, bukan hanya performa di lapangan yang membuat The Reds disorot. Komentar blak-blakan Mohamed Salah seusai pertandingan memicu badai besar di internal klub.
Salah, yang kembali dicadangkan untuk laga ketiga secara beruntun, melepaskan emosinya di area mixed zone. Ia menumpahkan kekecewaan, mulai dari minimnya menit bermain, renggangnya hubungan dengan manajer Arne Slot, hingga perasaan bahwa klub tidak lagi menginginkannya.
Penyerang asal Mesir itu secara terbuka mengkritik Slot. Ia mengaku tidak memahami alasan di balik menurunnya peran dirinya musim ini.
“Kami tidak lagi punya hubungan. Saya tidak tahu kenapa, tapi saya melihat seseorang tidak menginginkan saya di klub,” ujar Salah.
Baca Juga: Mohamed Salah Cetak Sejarah, Raih Gelar Pemain Terbaik PFA Ketiga Kalinya
Ia menambahkan bahwa dirinya merasa “dijebak” oleh situasi klub yang sedang terpuruk. Liverpool hanya meraih satu kemenangan dari enam laga terakhir di semua kompetisi.
“Klub seperti menjerumuskan saya. Masalahnya bukan di saya. Saya sudah melakukan banyak hal untuk klub ini. Saya tidak seharusnya harus bertarung setiap hari demi posisi saya.”
Salah juga menegaskan bahwa ia bukan pemain yang merasa lebih besar dari klub, namun merasa layak mendapatkan tempat di tim utama.
Hasil melawan Leeds memperpanjang tren menurunnya waktu bermain Salah. Ia tidak tampil sama sekali saat Liverpool mengalahkan West Ham, menjadi pemain pengganti ketika imbang dengan Sunderland, dan kini kembali hanya duduk di bangku cadangan.
Situasi ini membuat Salah merasa menjadi kambing hitam dari performa buruk tim. Liverpool saat ini berada di urutan kedelapan klasemen dengan 23 poin.
Dalam keterangannya, Salah juga mengindikasikan kemungkinan meninggalkan Liverpool pada Januari mendatang—bahkan memberi sinyal bahwa laga melawan Brighton & Hove Albion di Anfield pada 13 Desember bisa menjadi momen perpisahannya.
“Saya menelepon ibu saya kemarin dan berkata: ‘Datanglah ke pertandingan Brighton.’ Saya tidak tahu apakah saya akan bermain atau tidak, tapi saya akan menikmatinya… mungkin itu kesempatan terakhir saya.”
Salah juga menyinggung soal kepergiannya ke Piala Afrika yang dimulai 22 Desember 2025 dan merasa tidak yakin bagaimana masa depannya sepulang dari turnamen tersebut.
Pernyataan Salah memicu reaksi besar di media Inggris. The Telegraph menilai Salah “menjadikan krisis Liverpool sebagai persoalan pribadi, dipicu oleh egonya yang terluka.” Sementara The Athletic menyebut sikap Salah sebagai tindakan “egois” dan “tidak menghormati klub.”
Di tengah inkonsistensi performa tim, komentar Salah semakin menambah tekanan bagi Arne Slot, yang kini menghadapi tantangan ganda: memperbaiki permainan Liverpool di lapangan dan meredakan konflik dengan salah satu ikon terbesar klub dalam satu dekade terakhir.
Salah, yang kembali dicadangkan untuk laga ketiga secara beruntun, melepaskan emosinya di area mixed zone. Ia menumpahkan kekecewaan, mulai dari minimnya menit bermain, renggangnya hubungan dengan manajer Arne Slot, hingga perasaan bahwa klub tidak lagi menginginkannya.
Penyerang asal Mesir itu secara terbuka mengkritik Slot. Ia mengaku tidak memahami alasan di balik menurunnya peran dirinya musim ini.
“Kami tidak lagi punya hubungan. Saya tidak tahu kenapa, tapi saya melihat seseorang tidak menginginkan saya di klub,” ujar Salah.
Baca Juga: Mohamed Salah Cetak Sejarah, Raih Gelar Pemain Terbaik PFA Ketiga Kalinya
Ia menambahkan bahwa dirinya merasa “dijebak” oleh situasi klub yang sedang terpuruk. Liverpool hanya meraih satu kemenangan dari enam laga terakhir di semua kompetisi.
“Klub seperti menjerumuskan saya. Masalahnya bukan di saya. Saya sudah melakukan banyak hal untuk klub ini. Saya tidak seharusnya harus bertarung setiap hari demi posisi saya.”
Salah juga menegaskan bahwa ia bukan pemain yang merasa lebih besar dari klub, namun merasa layak mendapatkan tempat di tim utama.
Hasil melawan Leeds memperpanjang tren menurunnya waktu bermain Salah. Ia tidak tampil sama sekali saat Liverpool mengalahkan West Ham, menjadi pemain pengganti ketika imbang dengan Sunderland, dan kini kembali hanya duduk di bangku cadangan.
Situasi ini membuat Salah merasa menjadi kambing hitam dari performa buruk tim. Liverpool saat ini berada di urutan kedelapan klasemen dengan 23 poin.
Dalam keterangannya, Salah juga mengindikasikan kemungkinan meninggalkan Liverpool pada Januari mendatang—bahkan memberi sinyal bahwa laga melawan Brighton & Hove Albion di Anfield pada 13 Desember bisa menjadi momen perpisahannya.
“Saya menelepon ibu saya kemarin dan berkata: ‘Datanglah ke pertandingan Brighton.’ Saya tidak tahu apakah saya akan bermain atau tidak, tapi saya akan menikmatinya… mungkin itu kesempatan terakhir saya.”
Salah juga menyinggung soal kepergiannya ke Piala Afrika yang dimulai 22 Desember 2025 dan merasa tidak yakin bagaimana masa depannya sepulang dari turnamen tersebut.
Pernyataan Salah memicu reaksi besar di media Inggris. The Telegraph menilai Salah “menjadikan krisis Liverpool sebagai persoalan pribadi, dipicu oleh egonya yang terluka.” Sementara The Athletic menyebut sikap Salah sebagai tindakan “egois” dan “tidak menghormati klub.”
Di tengah inkonsistensi performa tim, komentar Salah semakin menambah tekanan bagi Arne Slot, yang kini menghadapi tantangan ganda: memperbaiki permainan Liverpool di lapangan dan meredakan konflik dengan salah satu ikon terbesar klub dalam satu dekade terakhir.
(sto)
Lihat Juga :