Bukan Cuma Indra Sjafri, Akmal Marhali Minta Tanggung Jawab Zainuddin Amali atas Kegagalan Emas

Minggu, 14 Desember 2025 - 18:04 WIB
loading...
Bukan Cuma Indra Sjafri,...
Bukan Cuma Indra Sjafri, Akmal Marhali Minta Tanggung Jawab Zainuddin Amali atas Kegagalan Emas
A A A
Founder Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali menyoroti kegagalan Timnas Indonesia U-22 mempertahankan medali emas di SEA Games 2025 Thailand. Dia nilai bukan sekadar hasil buruk di lapangan, melainkan cermin dari persoalan mendasar dalam tata kelola dan pengambilan kebijakan.

Akmal Marhali, menilai kegagalan ini harus menjadi momentum evaluasi total, termasuk terhadap penanggung jawab Timnas Indonesia U-22 Zainuddin Amali. Sebab, sejak awal mengusung target emas dan menunjuk Indra Sjafri sebagai pelatih meskipun persiapan tim diakui Amali di berbagai media, sangat singkat.

Akmal mengingatkan, kegagalan kali ini mencatat sejarah kelam. Ini menjadi pertama kalinya Timnas SEA Games gagal lolos semifinal sejak 2009, atau yang keenam kalinya sejak Indonesia ikut SEA Games pada 1977. Menariknya, dari enam kegagalan tersebut, tiga terjadi saat Thailand menjadi tuan rumah di 1985, 2007, dan kini 2025.

“Ini bukan sekadar kalah biasa. Ini alarm keras,” tegas Akmal, Minggu (14/12) di Jakarta.

Dari sisi kepelatihan, Akmal menyebut kegagalan ini sebagai fase terburuk Indra Sjafri di SEA Games. Setelah meraih perak pada 2019 dan emas pada 2023, Indra kini harus menerima kenyataan pahit tersingkir di fase grup, padahal rekam jejaknya di level usia terbilang gemilang juara Piala AFF U19 2013 dan 2024, juara Piala AFF U22 2019, hingga emas SEA Games 2023.

“Setiap orang ada zamannya. Kini, sepertinya kita memasuki era kegelapan bagi Indra Sjafri setelah sekian lama penuh bintang prestasi,” ujar Akmal.

Akan tetapi, Akmal menegaskan, evaluasi tidak boleh berhenti pada pelatih. Ia menyoroti pengakuan Zainuddin Amali sendiri bahwa persiapan Timnas U22 SEA Games 2025 hanya beberapa bulan, jauh dibandingkan SEA Games 2023 yang dibangun lewat proses hampir tiga tahun.

“Target emas dicanangkan, tapi fondasi persiapannya jauh dari ideal. Ini kontradiksi kebijakan yang harus dipertanggungjawabkan,” kata Akmal.

Menurutnya, fluktuasi prestasi adalah hal wajar dalam sepakbola, terlebih bagi negara berkembang seperti Indonesia. Bahkan negara besar seperti Italia pun bisa gagal lolos Piala Dunia berturut-turut, tetapi karena itu, evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh dan jujur, bukan defensif.

“Evaluasi bukan hanya mengganti pelatih, tapi membangun kembali pondasi yang roboh agar lebih kokoh,” ujarnya.

Akmal mendorong evaluasi menyeluruh mulai dari pelatih, pemain, manajer, hingga penanggung jawab tim, untuk menemukan akar masalah sebenarnya. Dia juga menekankan pentingnya konsistensi filosofi sepakbola Indonesia sesuai roadmap 2045 menuju Golden Era, agar arah pembangunan timnas tidak berubah-ubah setiap kali pelatih berganti.

"Sekarang waktunya berbenah dan mengambil hikmah. Habis gelap, terbitlah terang. Tapi terang itu hanya datang jika kita berani jujur dan bertanggung jawab,” ujarnya
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Mulai Persiapkan...
Pemerintah Mulai Persiapkan Kontingen Atlet Indonesia untuk SEA Games 2027
Berapa Bonus Atlet Peraih...
Berapa Bonus Atlet Peraih Medali ASEAN Para Games 2025?
Diguyur Bonus SEA Games...
Diguyur Bonus SEA Games 2025 Rp1,5 Miliar, Alwi Farhan Ogah Cepat Puas
Ardana Cikal Pakai Bonus...
Ardana Cikal Pakai Bonus Emas SEA Games 2025 untuk Bangun Fasilitas Panjat Tebing di Bandung
Rizki Juniansyah Kaget...
Rizki Juniansyah Kaget dan Terharu Diangkat Jadi Kapten TNI
10 Prestasi Martina...
10 Prestasi Martina Ayu, Ratu Triathlon Indonesia Pemborong Medali SEA Games 2025
Citra Institute: Kenaikan...
Citra Institute: Kenaikan Pangkat Luar Biasa Atlet TNI Peraih Emas SEA Games Sudah Tepat
BRI dan Kemenpora Bekali...
BRI dan Kemenpora Bekali Atlet Berprestasi SEA Games 2025 dengan Literasi dan Edukasi Keuangan
Apresiasi Nyata Presiden...
Apresiasi Nyata Presiden Prabowo: Bonus Atlet SEA Games 2025 Disalurkan lewat BRI
Special Bola
Sambut Musim Baru, Shin...
Liga Indonesia
Sambut Musim Baru, Shin Tae-yong Cek Detail Kesiapan Persija Training Ground Jelang Latihan Perdana
Bernardo Tavares Ungkap...
Liga Indonesia
Bernardo Tavares Ungkap Alasan Persebaya Surabaya Datangkan Yusuf Meilana
Novri Setiawan Resmi...
Liga Indonesia
Novri Setiawan Resmi Cabut, Jadi Pemain Ke-10 yang Dilepas Persik Kediri!
Rekomendasi
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Berita Terkini
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Menpora Erick Kecam...
Menpora Erick Kecam Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak, Tegaskan Dukungan bagi Korban
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
FIFA vs Iran-Mesir,...
FIFA vs Iran-Mesir, Ribut Soal Simbol Pelangi
FIFA Hukum Assim Madibo...
FIFA Hukum Assim Madibo 5 Laga Usai Patahkan Kaki Gelandang Kanada
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Bidik Rekor Sempurna
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved