Karate-Do Indonesia Jadi Organisasi Terbesar se-Asia Tenggara, Punya 9,5 Juta Anggota
Minggu, 14 Desember 2025 - 20:59 WIB
loading...
A
A
A
Guru, Sensei Matsuzaki.
"Latihan pertama di Bandung, di rumah Pak Aburizal Bakrie. Maka pantas dan tepat, Pak Aburizal jadi Pembina KKI," ujarnya.
Di bawah naungan Sarwo Edhi, sebagai Kepala Staf Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD), atau cikal bakal Komado Pasukan Khusus (Kopassus), dan Seno Hartono, sebagai Pangdam XII/Tanjungpura, Kalimantan Barat (Kalbar), KKI menjadi bela diri resmi RPKAD.
Saat ini, lanjut OSO, KKI menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Dia berharap, KKI terus berperan dalam membangun bangsa, dengan mendidik anak bangsa untuk berdisiplin dan berolahraga. "KKI mendidik untuk sehat, tumbuh, dan memberi sumbangan prestasi kepada keluarga dan bangsa," imbuhnya.
Lebih lanjut, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2017-2019 itu meminta KKI berperan aktif dalam mencegah dan melindungi anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba. Dikatakan OSO, KKI punya program dan pelatihan perlindungan anak dari narkoba sejak 8 tahun.
OSO meminta, seluruh jajaran mengingatkan anak-anak didiknya agar menghindari narkoba. "Mari lindungi generasi bangsa kita dari narkoba," imbaunya.
Selain itu, dia berpesan, KKI tak boleh bermusuhan dengan aliran lain. Dengan 9,5 juta anggota, KKI harus bekerja sama dan berkompetisi dengan sehat.
"Kami sudah ikuti aturan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki), induk olahraga ini. KKI punya gedung dan gor terbesar se-Asia Tenggara. Ya, ini dia gedungnya," bangga OSO.
"Latihan pertama di Bandung, di rumah Pak Aburizal Bakrie. Maka pantas dan tepat, Pak Aburizal jadi Pembina KKI," ujarnya.
Di bawah naungan Sarwo Edhi, sebagai Kepala Staf Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD), atau cikal bakal Komado Pasukan Khusus (Kopassus), dan Seno Hartono, sebagai Pangdam XII/Tanjungpura, Kalimantan Barat (Kalbar), KKI menjadi bela diri resmi RPKAD.
Saat ini, lanjut OSO, KKI menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Dia berharap, KKI terus berperan dalam membangun bangsa, dengan mendidik anak bangsa untuk berdisiplin dan berolahraga. "KKI mendidik untuk sehat, tumbuh, dan memberi sumbangan prestasi kepada keluarga dan bangsa," imbuhnya.
Lebih lanjut, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2017-2019 itu meminta KKI berperan aktif dalam mencegah dan melindungi anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba. Dikatakan OSO, KKI punya program dan pelatihan perlindungan anak dari narkoba sejak 8 tahun.
OSO meminta, seluruh jajaran mengingatkan anak-anak didiknya agar menghindari narkoba. "Mari lindungi generasi bangsa kita dari narkoba," imbaunya.
Selain itu, dia berpesan, KKI tak boleh bermusuhan dengan aliran lain. Dengan 9,5 juta anggota, KKI harus bekerja sama dan berkompetisi dengan sehat.
"Kami sudah ikuti aturan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki), induk olahraga ini. KKI punya gedung dan gor terbesar se-Asia Tenggara. Ya, ini dia gedungnya," bangga OSO.
Lihat Juga :