Pelatih Futsal Thailand Pensiun usai Keok dari Indonesia di Final SEA Games 2025
Minggu, 21 Desember 2025 - 07:40 WIB
loading...
Pelatih Futsal Thailand Pensiun usai Keok dari Indonesia di Final SEA Games 2025
A
A
A
BANGKOK - Pelatih Timnas futsal Thailand, Miguel Rodrigo, memutuskan pensiun usai takluk dari Timnas futsal Indonesia di final SEA Games 2025. Figur asal Spanyol itu menyampaikan bahwa Thailand menjadi pelabuhan terakhir dalam dunia kepelatihannya.
Thailand menelan kekalahan telak 1-6 dari Timnas futsal Indonesia dalam partai puncak yang berlangsung di Bangkokthonburi University Gymnasium, Jumat (19/12) lalu. Kemenangan ini sekaligus menjadi sejarah bagi Skuad Garuda, serta pil pahit buat tuan rumah.
Karena untuk pertama kalinya, Timnas futsal Indonesia meraih medali emas di SEA Games. Skuad Garuda memutus dominasi Thailand pada cabang olahraga (cabor) futsal di pesta olahraga bergengsi se-ASEAN tersebut.
Baca Juga: Indonesia Kemas 91 Emas, Hapus Mimpi Buruk Catatan Tandang SEA Games 32 Tahun
Rodrigo mengumumkan pensiun sebagai pelatih futsal Thailand usai kekalahan tersebut. Pelatih berusia 55 tahun itu cukup kecewa karena gagal menutup perjalanannya dengan manis. Thailand harus puas meraih perak dan menyerahkan mahkota juaranya kepada Timnas futsal Indonesia.
“Pertandingan SEA Games kemarin merupakan laga terakhir saya menjalankan tugas sebagai pelatih futsal profesional. Ini adalah hari yang sangat spesial karena menjadi perpisahan saya dengan karier kepelatihan secara permanen, di negara yang saya cintai sepenuh hati dan akan selalu saya simpan di dalam hati sepanjang hidup saya,” tulis Rodrigo dalam akun instagram resminya, dikutip Minggu (21/12/2025).
“Sayangnya, saya tidak bisa menutup perjalanan ini dengan sebuah kemenangan untuk membuat semua orang bahagia. Namun demikian, dalam dua tahun terakhir kami berhasil mencapai final Piala Asia dan meraih peringkat ke-9 dunia di Piala Dunia, sehingga saya merasa sangat bahagia dengan pencapaian besar ini,” sambungnya.
Lalu, apakah keputusan Rodrigo pensiun semata-mata karena gagal membawa Thailand juara? Dia menjelaskan bahwa alasannya meninggalkan futsal profesional karena ingin lebih dekat dengan keluarganya di Spanyol.
“Alasan saya meninggalkan dunia futsal profesional sangat jelas: saya harus kembali ke Spanyol untuk memulai babak baru dalam hidup dan merawat keluarga saya. Ini adalah alasan pribadi dan keluarga yang sangat penting, dan menjadi prioritas utama dalam hidup saya saat ini,” ujarnya.
Rodrigo juga menegaskan dirinya tidak akan melatih manapun setelah meninggalkan Thailand. Fokus dia selanjutnya adalah mentransfer ilmu kepada pelatih-pelatih muda di kampung halamannya.
“Saya tidak akan lagi melatih di level profesional, baik klub maupun tim nasional mana pun. Perjalanan saya di dunia futsal telah berakhir,” ucapnya.
“Mulai sekarang, saya akan menggunakan seluruh pengetahuan dan pengalaman saya untuk hal yang menjadi kecintaan saya yang kedua, yaitu mengajar anak-anak dan para pelatih muda. Saya akan bekerja bersama klub amatir Albolote FS di kampung halaman saya dan dengan senang hati membantu siapa pun yang membutuhkan dukungan,” pungkas Rodrigo.
Thailand menelan kekalahan telak 1-6 dari Timnas futsal Indonesia dalam partai puncak yang berlangsung di Bangkokthonburi University Gymnasium, Jumat (19/12) lalu. Kemenangan ini sekaligus menjadi sejarah bagi Skuad Garuda, serta pil pahit buat tuan rumah.
Karena untuk pertama kalinya, Timnas futsal Indonesia meraih medali emas di SEA Games. Skuad Garuda memutus dominasi Thailand pada cabang olahraga (cabor) futsal di pesta olahraga bergengsi se-ASEAN tersebut.
Baca Juga: Indonesia Kemas 91 Emas, Hapus Mimpi Buruk Catatan Tandang SEA Games 32 Tahun
Rodrigo mengumumkan pensiun sebagai pelatih futsal Thailand usai kekalahan tersebut. Pelatih berusia 55 tahun itu cukup kecewa karena gagal menutup perjalanannya dengan manis. Thailand harus puas meraih perak dan menyerahkan mahkota juaranya kepada Timnas futsal Indonesia.
“Pertandingan SEA Games kemarin merupakan laga terakhir saya menjalankan tugas sebagai pelatih futsal profesional. Ini adalah hari yang sangat spesial karena menjadi perpisahan saya dengan karier kepelatihan secara permanen, di negara yang saya cintai sepenuh hati dan akan selalu saya simpan di dalam hati sepanjang hidup saya,” tulis Rodrigo dalam akun instagram resminya, dikutip Minggu (21/12/2025).
“Sayangnya, saya tidak bisa menutup perjalanan ini dengan sebuah kemenangan untuk membuat semua orang bahagia. Namun demikian, dalam dua tahun terakhir kami berhasil mencapai final Piala Asia dan meraih peringkat ke-9 dunia di Piala Dunia, sehingga saya merasa sangat bahagia dengan pencapaian besar ini,” sambungnya.
Lalu, apakah keputusan Rodrigo pensiun semata-mata karena gagal membawa Thailand juara? Dia menjelaskan bahwa alasannya meninggalkan futsal profesional karena ingin lebih dekat dengan keluarganya di Spanyol.
“Alasan saya meninggalkan dunia futsal profesional sangat jelas: saya harus kembali ke Spanyol untuk memulai babak baru dalam hidup dan merawat keluarga saya. Ini adalah alasan pribadi dan keluarga yang sangat penting, dan menjadi prioritas utama dalam hidup saya saat ini,” ujarnya.
Rodrigo juga menegaskan dirinya tidak akan melatih manapun setelah meninggalkan Thailand. Fokus dia selanjutnya adalah mentransfer ilmu kepada pelatih-pelatih muda di kampung halamannya.
“Saya tidak akan lagi melatih di level profesional, baik klub maupun tim nasional mana pun. Perjalanan saya di dunia futsal telah berakhir,” ucapnya.
“Mulai sekarang, saya akan menggunakan seluruh pengetahuan dan pengalaman saya untuk hal yang menjadi kecintaan saya yang kedua, yaitu mengajar anak-anak dan para pelatih muda. Saya akan bekerja bersama klub amatir Albolote FS di kampung halaman saya dan dengan senang hati membantu siapa pun yang membutuhkan dukungan,” pungkas Rodrigo.
(sto)
Lihat Juga :