Dari Gaya Hidup ke Industri: Olahraga Sepeda Jadi Motor Ekonomi Baru Indonesia, Nilai Ekonomi Capai Rp10 Triliun
Minggu, 21 Desember 2025 - 09:25 WIB
loading...
A
A
A
"Atlet dan figur publik juga berpotensi menjadi brand ambassador, memperkuat nilai komersial sekaligus mendorong regenerasi atlet dan minat masyarakat terhadap olahraga sepeda," ucapnya.
Potensi tersebut dinilai akan semakin terasa jika program-program massal kembali digulirkan pemerintah. Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memiliki program unggulan Gowes Nusantara atau Sepeda Nusantara yang sejak 2017 rutin digelar di berbagai kabupaten dan kota. Program ini bertujuan menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat, bugar, serta mempererat persaudaraan melalui kegiatan bersepeda massal dengan slogan “Ayo Olahraga, Bergerak Di mana Saja, Kapan Saja”.
"Jika ada 100 titik kota digelar dengan 1000 peserta, berarti ada 100.000 orang yang bersepeda. Dengan jumlah tersebut, diperkirakan ada 30 persen yang membeli sepeda baru. Kemudian, sisanya hanya menservis sepeda yang sudah dimiliki. Bisa dibayangkan, jika 30 ribu orang membeli sepeda baru dengan harga Rp500 ribu," ucap Andika.
"Ini jika hitung-hitungan dari segi peserta saja, bisa dibayangkan potensi UMKM, Hotel dan Rumah Makan di sekitar lokasi, tentu nilainya akan jauh lebih besar lagi," pungkasnya.
Kegiatan Gowes Nusantara kerap dikemas dengan tema persatuan, pembagian doorprize, serta kolaborasi bersama pemerintah daerah, termasuk kampanye “Bike to School” dan “Gerakan Kembali ke Meja Makan”. Jika program Gowes Nusantara kembali digelar secara konsisten, perputaran ekonomi di sektor olahraga sepeda diyakini akan kembali bergerak, menghidupkan UMKM lokal, pariwisata daerah, sekaligus memperkuat ekosistem industri olahraga sepeda nasional.
Potensi tersebut dinilai akan semakin terasa jika program-program massal kembali digulirkan pemerintah. Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memiliki program unggulan Gowes Nusantara atau Sepeda Nusantara yang sejak 2017 rutin digelar di berbagai kabupaten dan kota. Program ini bertujuan menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat, bugar, serta mempererat persaudaraan melalui kegiatan bersepeda massal dengan slogan “Ayo Olahraga, Bergerak Di mana Saja, Kapan Saja”.
"Jika ada 100 titik kota digelar dengan 1000 peserta, berarti ada 100.000 orang yang bersepeda. Dengan jumlah tersebut, diperkirakan ada 30 persen yang membeli sepeda baru. Kemudian, sisanya hanya menservis sepeda yang sudah dimiliki. Bisa dibayangkan, jika 30 ribu orang membeli sepeda baru dengan harga Rp500 ribu," ucap Andika.
"Ini jika hitung-hitungan dari segi peserta saja, bisa dibayangkan potensi UMKM, Hotel dan Rumah Makan di sekitar lokasi, tentu nilainya akan jauh lebih besar lagi," pungkasnya.
Kegiatan Gowes Nusantara kerap dikemas dengan tema persatuan, pembagian doorprize, serta kolaborasi bersama pemerintah daerah, termasuk kampanye “Bike to School” dan “Gerakan Kembali ke Meja Makan”. Jika program Gowes Nusantara kembali digelar secara konsisten, perputaran ekonomi di sektor olahraga sepeda diyakini akan kembali bergerak, menghidupkan UMKM lokal, pariwisata daerah, sekaligus memperkuat ekosistem industri olahraga sepeda nasional.
(sto)
Lihat Juga :