Duel Kontroversial Anthony Joshua Hajar Jake Paul Hasilkan Uang Rp1,6 Triliun
Minggu, 21 Desember 2025 - 13:19 WIB
loading...
Duel Kontroversial Anthony Joshua Hajar Jake Paul Hasilkan Uang Rp1,6 Triliun
A
A
A
Duel antara petinju kelas berat dunia Anthony Joshua dan YouTuber yang beralih profesi menjadi petinju, Jake Paul, berakhir dengan kemenangan mutlak Joshua. Namun alih-alih dipuji, laga tersebut justru memantik kontroversi luas. Meski dihujani cemoohan penonton, kedua petarung tetap pulang membawa bayaran fantastis yang diperkirakan mencapai total 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,6 triliun.
Joshua, mantan juara dunia kelas berat dua kali, tampil dominan sejak ronde awal hingga pertandingan dihentikan pada ronde keenam di Miami. Paul sempat beberapa kali terjatuh, bahkan mengalami patah rahang di dua titik akibat hantaman Joshua. Ketimpangan kualitas membuat laga ini dianggap sebagai salah satu mismatch paling ekstrem dalam sejarah tinju modern.
Penonton yang memadati arena tak segan meluapkan kekecewaan. Sorakan boo terdengar sepanjang pertandingan, bahkan wasit Christopher Young sempat menegur kedua petinju karena gaya bertarung yang dinilai tidak menghibur. Paul lebih banyak bertahan dan menghindari duel terbuka, termasuk beberapa kali memeluk kaki Joshua demi bertahan dari gempuran.
Secara fisik dan pengalaman, Joshua berada jauh di atas lawannya. Petinju Inggris berusia 36 tahun itu memiliki keunggulan tinggi badan, bobot, serta jam terbang di level elite. Sebaliknya, Paul yang baru mencatatkan 13 laga profesional sebelumnya, terlihat kesulitan memberi perlawanan berarti sepanjang enam ronde.
Meski demikian, laga ini tetap mencetak angka bisnis luar biasa. Pertandingan tersebut disiarkan oleh Netflix, yang kian agresif masuk ke dunia tinju profesional. Meski menuai kritik karena mempertontonkan duel tidak seimbang, laga Joshua vs Paul diprediksi menyedot jutaan penonton global, mengikuti tren sukses laga-laga hiburan tinju sebelumnya.
Jake Paul, yang juga merupakan pendiri Most Valuable Promotions, mengklaim dirinya telah membawa dampak besar bagi dunia tinju dari sisi komersial. Namun sejumlah pengamat mengingatkan risiko besar dari tren pertarungan selebritas melawan petinju elite. Komentator Sky Sports Andy Clarke menilai, jika model seperti ini terus berulang, keselamatan atlet bisa terancam dan citra tinju ikut tercoreng.
Di sisi lain, Joshua tetap menjaga reputasinya sebagai salah satu petinju paling ditakuti di kelas berat. Setelah laga ini, ia diperkirakan kembali naik ring pada Februari mendatang, sebelum kemungkinan duel besar melawan Tyson Fury pada September. Sementara itu, Paul menyatakan akan beristirahat sejenak sebelum kembali bertarung di kelas berat badannya sendiri, dengan ambisi merebut sabuk juara dunia di masa depan.
Pertarungan ini kembali menegaskan wajah ganda tinju modern: dipenuhi kritik soal sportivitas dan keselamatan, namun tetap menjadi mesin uang raksasa yang sulit dihentikan.
Joshua, mantan juara dunia kelas berat dua kali, tampil dominan sejak ronde awal hingga pertandingan dihentikan pada ronde keenam di Miami. Paul sempat beberapa kali terjatuh, bahkan mengalami patah rahang di dua titik akibat hantaman Joshua. Ketimpangan kualitas membuat laga ini dianggap sebagai salah satu mismatch paling ekstrem dalam sejarah tinju modern.
Penonton yang memadati arena tak segan meluapkan kekecewaan. Sorakan boo terdengar sepanjang pertandingan, bahkan wasit Christopher Young sempat menegur kedua petinju karena gaya bertarung yang dinilai tidak menghibur. Paul lebih banyak bertahan dan menghindari duel terbuka, termasuk beberapa kali memeluk kaki Joshua demi bertahan dari gempuran.
Secara fisik dan pengalaman, Joshua berada jauh di atas lawannya. Petinju Inggris berusia 36 tahun itu memiliki keunggulan tinggi badan, bobot, serta jam terbang di level elite. Sebaliknya, Paul yang baru mencatatkan 13 laga profesional sebelumnya, terlihat kesulitan memberi perlawanan berarti sepanjang enam ronde.
Meski demikian, laga ini tetap mencetak angka bisnis luar biasa. Pertandingan tersebut disiarkan oleh Netflix, yang kian agresif masuk ke dunia tinju profesional. Meski menuai kritik karena mempertontonkan duel tidak seimbang, laga Joshua vs Paul diprediksi menyedot jutaan penonton global, mengikuti tren sukses laga-laga hiburan tinju sebelumnya.
Jake Paul, yang juga merupakan pendiri Most Valuable Promotions, mengklaim dirinya telah membawa dampak besar bagi dunia tinju dari sisi komersial. Namun sejumlah pengamat mengingatkan risiko besar dari tren pertarungan selebritas melawan petinju elite. Komentator Sky Sports Andy Clarke menilai, jika model seperti ini terus berulang, keselamatan atlet bisa terancam dan citra tinju ikut tercoreng.
Di sisi lain, Joshua tetap menjaga reputasinya sebagai salah satu petinju paling ditakuti di kelas berat. Setelah laga ini, ia diperkirakan kembali naik ring pada Februari mendatang, sebelum kemungkinan duel besar melawan Tyson Fury pada September. Sementara itu, Paul menyatakan akan beristirahat sejenak sebelum kembali bertarung di kelas berat badannya sendiri, dengan ambisi merebut sabuk juara dunia di masa depan.
Pertarungan ini kembali menegaskan wajah ganda tinju modern: dipenuhi kritik soal sportivitas dan keselamatan, namun tetap menjadi mesin uang raksasa yang sulit dihentikan.
(sto)
Lihat Juga :