Diplomasi Berhasil, Rizki dan Rahmat Tak Saling Sikut di Olimpiade LA 2028
Kamis, 25 Desember 2025 - 10:12 WIB
loading...
Harapan Indonesia untuk mengawinkan dua medali emas dari cabang olahraga angkat besi di Olimpiade Los Angeles 2028 terbuka lebar / Foto: Kolase
A
A
A
JAKARTA - Harapan Indonesia untuk mengawinkan dua medali emas dari cabang olahraga angkat besi di Olimpiade Los Angeles 2028 terbuka lebar. Dua lifter andalan tanah air, Rizki Juniansyah dan Rahmat Erwin Abdullah, dipastikan tidak akan lagi saling sikut di kelas yang sama.
Kepastian ini disampaikan oleh Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, setelah melakukan diplomasi intensif dengan Federasi Angkat Besi Dunia (IWF). Selama ini, Indonesia menghadapi situasi dilematis karena dua atlet terbaiknya kerap bertarung di kelas yang identik.
Namun, untuk di Los Angeles mendatang, IWF telah menyetujui pembagian kelas yang memungkinkan keduanya tampil di nomor berbeda. "Paling menarik adalah diplomasi NOC Indonesia kepada Federasi Angkat Besi Dunia akhirnya diterima," ujar pria yang akrab disapa Okto.
Baca Juga: SEA Games Selesai, Menpora Erick Thohir Langsung Geber Evaluasi dan Bidik Emas Asian Games 2026
"Kalau selama ini kita pusing karena 'jagoan' kita, Rizki dan Rahmat, ada di kelas yang sama, di Olimpiade LA 2028 nomornya resmi dipecah," imbuhnya dengan optimistis.
Dalam skema terbaru untuk LA 2028, pembagian kelas kedua atlet tersebut adalah sebagai berikut
1. Rizki Juniansyah: Akan turun di kelas 75 kg.
2. Rahmat Erwin Abdullah: Akan bertarung di kelas 85 kg.
Baca Juga: Raja Sapta Oktohari: Dukungan Mitra Strategis Jadi Kunci Indonesia Berjaya di SEA Games 2025
Langkah ini dianggap sangat strategis mengingat performa keduanya yang sedang berada di puncak. Sebagai gambaran, pada SEA Games 2025 di Thailand, Rizki sukses meraih emas di kelas 79 kg sekaligus memecahkan rekor dunia, sementara Rahmat juga tampil perkasa dengan medali emas di kelas 88 kg.
Meski peluang emas terbuka lebar, Okto menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin jemawa. NOC Indonesia akan menjadikan Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, sebagai ajang simulasi dan pengukur kekuatan sebelum terbang ke Amerika Serikat.
"Ukuran ini harus kita pastikan lagi nanti di Asian Games Nagoya yang tinggal kurang dari satu tahun lagi (September 2026). Dari sana, kita bisa mengukur peluang medali secara lebih presisi," pungkas Okto.
Kepastian ini disampaikan oleh Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, setelah melakukan diplomasi intensif dengan Federasi Angkat Besi Dunia (IWF). Selama ini, Indonesia menghadapi situasi dilematis karena dua atlet terbaiknya kerap bertarung di kelas yang identik.
Namun, untuk di Los Angeles mendatang, IWF telah menyetujui pembagian kelas yang memungkinkan keduanya tampil di nomor berbeda. "Paling menarik adalah diplomasi NOC Indonesia kepada Federasi Angkat Besi Dunia akhirnya diterima," ujar pria yang akrab disapa Okto.
Baca Juga: SEA Games Selesai, Menpora Erick Thohir Langsung Geber Evaluasi dan Bidik Emas Asian Games 2026
"Kalau selama ini kita pusing karena 'jagoan' kita, Rizki dan Rahmat, ada di kelas yang sama, di Olimpiade LA 2028 nomornya resmi dipecah," imbuhnya dengan optimistis.
Dalam skema terbaru untuk LA 2028, pembagian kelas kedua atlet tersebut adalah sebagai berikut
1. Rizki Juniansyah: Akan turun di kelas 75 kg.
2. Rahmat Erwin Abdullah: Akan bertarung di kelas 85 kg.
Baca Juga: Raja Sapta Oktohari: Dukungan Mitra Strategis Jadi Kunci Indonesia Berjaya di SEA Games 2025
Langkah ini dianggap sangat strategis mengingat performa keduanya yang sedang berada di puncak. Sebagai gambaran, pada SEA Games 2025 di Thailand, Rizki sukses meraih emas di kelas 79 kg sekaligus memecahkan rekor dunia, sementara Rahmat juga tampil perkasa dengan medali emas di kelas 88 kg.
Meski peluang emas terbuka lebar, Okto menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin jemawa. NOC Indonesia akan menjadikan Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, sebagai ajang simulasi dan pengukur kekuatan sebelum terbang ke Amerika Serikat.
"Ukuran ini harus kita pastikan lagi nanti di Asian Games Nagoya yang tinggal kurang dari satu tahun lagi (September 2026). Dari sana, kita bisa mengukur peluang medali secara lebih presisi," pungkas Okto.
(yov)
Lihat Juga :