Oleksandr Usyk Bidik Duel Lawan Deontay Wilder
Minggu, 04 Januari 2026 - 15:40 WIB
loading...
Oleksandr Usyk Bidik Duel Lawan Deontay Wilder
A
A
A
JAKARTA - Oleksandr Usyk belum kenyang dengan kejayaan. Meski telah menyapu bersih gelar juara dunia kelas berat dan menaklukkan hampir seluruh elite tinju era ini, petinju asal Ukraina itu masih menyimpan satu nama besar yang belum tersentuh dalam daftar korbannya: Deontay Wilder.
Berbicara kepada DAZN usai menghadiri sebuah ajang tinju, Usyk secara terbuka menyebut Wilder sebagai lawan yang ia inginkan pada laga berikutnya. Petinju yang telah tiga kali menjadi juara tak terbantahkan di dua kelas berbeda itu menegaskan bahwa pertarungan melawan “The Bronze Bomber” menjadi target utama timnya tahun depan.
“Saya ingin bertarung dengan Deontay Wilder. Saya rasa dia juga menginginkannya. Jadi, ayo kita lakukan,” ujar Usyk dengan nada santai namun penuh keyakinan.
Pilihan tersebut memunculkan tanda tanya, mengingat Wilder dinilai tak lagi berada di puncak performa seperti saat mendominasi kelas berat sebagai juara WBC. Namun bagi Usyk, nama besar tetap memiliki makna tersendiri. Ia menyebut Wilder sebagai salah satu petarung top terakhir dari generasi ini yang belum pernah ia hadapi.
Usyk sebelumnya telah mengalahkan Anthony Joshua dua kali, menundukkan Tyson Fury, serta menghentikan Daniel Dubois dalam duel perebutan supremasi kelas berat. Dengan kemenangan-kemenangan tersebut, ia praktis membersihkan divisi heavyweight. Wilder kini menjadi kepingan terakhir dalam teka-teki kejayaan Usyk.
Meski datang dari kelas cruiserweight dan memiliki postur lebih kecil dibanding rival-rivalnya, Usyk telah membuktikan kekuatan dan ketangguhannya. Ia pernah menggoyahkan Joshua, menjatuhkan Fury, hingga dua kali memukul KO Dubois.
Catatan itu memunculkan perdebatan: apakah daya rusak Usyk justru melampaui Wilder, yang lama dikenal sebagai pemilik pukulan paling mematikan di dunia?
Saat ditanya soal kemungkinan tersebut, Usyk hanya tersenyum. “Mungkin iya, mungkin juga tidak,” ujarnya singkat.
Jika duel ini benar-benar terwujud di Amerika Serikat, pertarungan Usyk vs Wilder berpotensi menjadi laga besar yang bukan sekadar soal sabuk juara, melainkan pembuktian warisan. Bagi Usyk, ini bukan lagi tentang gelar, melainkan menyempurnakan dominasi dan menutup era dengan satu nama legendaris di daftar taklukannya.
Berbicara kepada DAZN usai menghadiri sebuah ajang tinju, Usyk secara terbuka menyebut Wilder sebagai lawan yang ia inginkan pada laga berikutnya. Petinju yang telah tiga kali menjadi juara tak terbantahkan di dua kelas berbeda itu menegaskan bahwa pertarungan melawan “The Bronze Bomber” menjadi target utama timnya tahun depan.
“Saya ingin bertarung dengan Deontay Wilder. Saya rasa dia juga menginginkannya. Jadi, ayo kita lakukan,” ujar Usyk dengan nada santai namun penuh keyakinan.
Pilihan tersebut memunculkan tanda tanya, mengingat Wilder dinilai tak lagi berada di puncak performa seperti saat mendominasi kelas berat sebagai juara WBC. Namun bagi Usyk, nama besar tetap memiliki makna tersendiri. Ia menyebut Wilder sebagai salah satu petarung top terakhir dari generasi ini yang belum pernah ia hadapi.
Usyk sebelumnya telah mengalahkan Anthony Joshua dua kali, menundukkan Tyson Fury, serta menghentikan Daniel Dubois dalam duel perebutan supremasi kelas berat. Dengan kemenangan-kemenangan tersebut, ia praktis membersihkan divisi heavyweight. Wilder kini menjadi kepingan terakhir dalam teka-teki kejayaan Usyk.
Meski datang dari kelas cruiserweight dan memiliki postur lebih kecil dibanding rival-rivalnya, Usyk telah membuktikan kekuatan dan ketangguhannya. Ia pernah menggoyahkan Joshua, menjatuhkan Fury, hingga dua kali memukul KO Dubois.
Catatan itu memunculkan perdebatan: apakah daya rusak Usyk justru melampaui Wilder, yang lama dikenal sebagai pemilik pukulan paling mematikan di dunia?
Saat ditanya soal kemungkinan tersebut, Usyk hanya tersenyum. “Mungkin iya, mungkin juga tidak,” ujarnya singkat.
Jika duel ini benar-benar terwujud di Amerika Serikat, pertarungan Usyk vs Wilder berpotensi menjadi laga besar yang bukan sekadar soal sabuk juara, melainkan pembuktian warisan. Bagi Usyk, ini bukan lagi tentang gelar, melainkan menyempurnakan dominasi dan menutup era dengan satu nama legendaris di daftar taklukannya.
(sto)
Lihat Juga :