Ruben Amorim Dipecat Manchester United, Begini Catatan Buruknya!
Senin, 05 Januari 2026 - 20:48 WIB
loading...
Ruben Amorim Dipecat Manchester United, Begini Catatan Buruknya! Images
A
A
A
JAKARTA - Kebersamaan Ruben Amorim dengan Manchester United resmi berakhir pada Senin (5/1/2026). Manajemen Setan Merah memutuskan berpisah dengan pelatih asal Portugal itu setelah performa tim tak kunjung membaik dan situasi internal yang semakin rumit.
Hasil minor di awal tahun menjadi pemicu utama. MU hanya mampu mengamankan dua poin dari dua laga melawan tim papan bawah, Wolverhampton Wanderers dan Leeds United. Rangkaian hasil tersebut membuat kesabaran manajemen habis.
Amorim sejatinya datang ke Old Trafford dengan ekspektasi tinggi. Saat diumumkan sebagai pelatih anyar pada 1 November 2024, ia diproyeksikan mengulang kesuksesan bersama Sporting CP. Reputasinya menguat setelah membawa Sporting menorehkan kemenangan besar 4-1 atas Manchester City di Liga Champions, yang menjadi salah satu laga perpisahan manisnya sebelum hijrah ke Inggris.
Baca Juga: Ruben Amorim Resmi Dipecat Manchester United!
Debut Amorim bersama MU berakhir imbang 1-1 kontra Ipswich Town pada akhir November 2024. Kemenangan perdananya hadir di ajang Liga Europa saat menghadapi Bodo/Glimt, sementara kemenangan pertamanya di Liga Inggris baru diraih pada 1 Desember lewat skor telak 4-0 atas Everton.
Namun, fase positif itu tak bertahan lama. Memasuki awal 2025, performa MU menurun drastis. Kekalahan demi kekalahan membuat posisi klub terus melorot hingga menutup musim 2024/2025 di peringkat ke-15 dengan koleksi 42 poin, salah satu capaian terburuk dalam sejarah klub.
Kekecewaan berlanjut di kompetisi Eropa. MU gagal meraih gelar Liga Europa setelah takluk 0-1 dari Tottenham Hotspur pada partai final di San Mames, Bilbao.
Harapan sempat kembali tumbuh pada musim 2025/2026. Kehadiran sejumlah pemain menyerang seperti Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko diharapkan mengangkat performa tim. Kenyataannya, MU justru tersingkir lebih awal dari Piala Liga Inggris usai kalah adu penalti dari Grimsby Town, klub kasta keempat.
Sempat ada momen manis ketika MU menaklukkan Liverpool di Anfield pada Oktober lalu—kemenangan pertama di markas rival itu sejak 2016. Namun inkonsistensi kembali menghantui setelah kekalahan dari Everton dan Aston Villa, disusul dua hasil imbang melawan Wolves dan Leeds.
Rentetan hasil tersebut menjadi akhir perjalanan Amorim. Selama menangani MU dalam 63 pertandingan, ia mencatatkan 24 kemenangan, 18 hasil imbang, dan 21 kekalahan, dengan persentase kemenangan 38,1 persen. Angka tersebut menempatkannya sebagai salah satu manajer dengan rasio kemenangan terendah dalam sejarah modern klub.
Selain hasil di lapangan, Amorim juga disebut memiliki hubungan kurang harmonis dengan jajaran manajemen, terutama Direktur Sepak Bola Jason Wilcox. MU pun belum mampu mempersembahkan satu pun trofi selama masa kepemimpinannya.
Sebagai perbandingan, pendahulunya Erik ten Hag memiliki persentase kemenangan jauh lebih tinggi, yakni 54,69 persen, serta berhasil menyumbangkan trofi Piala FA dan Piala Liga Inggris.
Untuk sementara, Manchester United akan menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih interim. Sementara itu, manajemen mulai menyusun rencana jangka panjang dengan sejumlah nama seperti Oliver Glasner dan Enzo Maresca masuk dalam radar sebagai calon pengganti permanen Amorim.
Hasil minor di awal tahun menjadi pemicu utama. MU hanya mampu mengamankan dua poin dari dua laga melawan tim papan bawah, Wolverhampton Wanderers dan Leeds United. Rangkaian hasil tersebut membuat kesabaran manajemen habis.
Amorim sejatinya datang ke Old Trafford dengan ekspektasi tinggi. Saat diumumkan sebagai pelatih anyar pada 1 November 2024, ia diproyeksikan mengulang kesuksesan bersama Sporting CP. Reputasinya menguat setelah membawa Sporting menorehkan kemenangan besar 4-1 atas Manchester City di Liga Champions, yang menjadi salah satu laga perpisahan manisnya sebelum hijrah ke Inggris.
Baca Juga: Ruben Amorim Resmi Dipecat Manchester United!
Debut Amorim bersama MU berakhir imbang 1-1 kontra Ipswich Town pada akhir November 2024. Kemenangan perdananya hadir di ajang Liga Europa saat menghadapi Bodo/Glimt, sementara kemenangan pertamanya di Liga Inggris baru diraih pada 1 Desember lewat skor telak 4-0 atas Everton.
Namun, fase positif itu tak bertahan lama. Memasuki awal 2025, performa MU menurun drastis. Kekalahan demi kekalahan membuat posisi klub terus melorot hingga menutup musim 2024/2025 di peringkat ke-15 dengan koleksi 42 poin, salah satu capaian terburuk dalam sejarah klub.
Kekecewaan berlanjut di kompetisi Eropa. MU gagal meraih gelar Liga Europa setelah takluk 0-1 dari Tottenham Hotspur pada partai final di San Mames, Bilbao.
Harapan sempat kembali tumbuh pada musim 2025/2026. Kehadiran sejumlah pemain menyerang seperti Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko diharapkan mengangkat performa tim. Kenyataannya, MU justru tersingkir lebih awal dari Piala Liga Inggris usai kalah adu penalti dari Grimsby Town, klub kasta keempat.
Sempat ada momen manis ketika MU menaklukkan Liverpool di Anfield pada Oktober lalu—kemenangan pertama di markas rival itu sejak 2016. Namun inkonsistensi kembali menghantui setelah kekalahan dari Everton dan Aston Villa, disusul dua hasil imbang melawan Wolves dan Leeds.
Rentetan hasil tersebut menjadi akhir perjalanan Amorim. Selama menangani MU dalam 63 pertandingan, ia mencatatkan 24 kemenangan, 18 hasil imbang, dan 21 kekalahan, dengan persentase kemenangan 38,1 persen. Angka tersebut menempatkannya sebagai salah satu manajer dengan rasio kemenangan terendah dalam sejarah modern klub.
Selain hasil di lapangan, Amorim juga disebut memiliki hubungan kurang harmonis dengan jajaran manajemen, terutama Direktur Sepak Bola Jason Wilcox. MU pun belum mampu mempersembahkan satu pun trofi selama masa kepemimpinannya.
Sebagai perbandingan, pendahulunya Erik ten Hag memiliki persentase kemenangan jauh lebih tinggi, yakni 54,69 persen, serta berhasil menyumbangkan trofi Piala FA dan Piala Liga Inggris.
Untuk sementara, Manchester United akan menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih interim. Sementara itu, manajemen mulai menyusun rencana jangka panjang dengan sejumlah nama seperti Oliver Glasner dan Enzo Maresca masuk dalam radar sebagai calon pengganti permanen Amorim.
(sto)
Lihat Juga :