Tendangan Kungfu Coreng Liga 4 Jatim, Pemain Perseta Tulungagung Dibawa ke RS
Senin, 05 Januari 2026 - 22:35 WIB
loading...
Tendangan Kungfu Coreng Liga 4 Jatim, Pemain Perseta Tulungagung Dibawa ke RS
A
A
A
Sebuah insiden keras mewarnai lanjutan babak 32 besar Liga 4 Zona Jawa Timur yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026). Seorang pemain Perseta Tulungagung harus terjatuh dan menahan rasa sakit setelah menjadi korban pelanggaran berbahaya dari pemain Putra Jaya Pasuruan.
Pelanggaran tersebut terjadi di tengah pertandingan ketika kedua tim terlibat duel perebutan bola. Pemain Putra Jaya Pasuruan tiba-tiba melayangkan kaki tinggi yang mengenai area dada lawannya. Benturan keras itu membuat pemain Perseta langsung ambruk di lapangan.
Wasit yang memimpin laga tanpa ragu mengambil tindakan tegas dengan mengusir pelaku pelanggaran melalui kartu merah. Keputusan tersebut sempat memicu reaksi keras dari sejumlah pemain dan ofisial, namun situasi berhasil dikendalikan sebelum berkembang menjadi kericuhan yang lebih besar.
Tim medis segera memasuki lapangan untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban yang mengalami memar di bagian dada. Setelah mendapat penanganan awal, pemain Perseta tersebut ditandu ke luar lapangan untuk pemeriksaan lanjutan.
Aksi tak terpuji itu diduga dipicu oleh kondisi pertandingan yang tidak menguntungkan bagi Putra Jaya Pasuruan. Saat insiden terjadi, mereka sudah tertinggal jauh dengan skor 0-4. Hingga laga berakhir, Perseta Tulungagung memastikan kemenangan telak 7-2.
Atmosfer panas juga terasa pada pertandingan lain di stadion yang sama antara Perseba Bangkalan kontra Baruna Nusantara Banyuwangi. Meski tanpa pelanggaran ekstrem, duel tersebut diwarnai benturan fisik dan intensitas tinggi dari kedua kubu yang sama-sama memburu hasil maksimal.
Presiden Klub Baruna Nusantara Banyuwangi, Haryono, menyesalkan maraknya aksi kasar di kompetisi Liga 4. Ia menegaskan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas di setiap pertandingan.
“Saya selalu mengingatkan pemain untuk menjunjung fair play. Sepak bola seharusnya dimainkan dengan teknik dan strategi, bukan kekerasan. Hal ini sudah saya tekankan kepada pelatih kepala,” ujar Haryono.
Pertandingan Perseba Bangkalan melawan Baruna Nusantara Banyuwangi sendiri berakhir imbang 1-1. Rentetan insiden ini diharapkan menjadi perhatian serius Asprov PSSI Jawa Timur guna meningkatkan pengawasan, keamanan, serta kedisiplinan pemain dalam kompetisi Liga 4.
Pelanggaran tersebut terjadi di tengah pertandingan ketika kedua tim terlibat duel perebutan bola. Pemain Putra Jaya Pasuruan tiba-tiba melayangkan kaki tinggi yang mengenai area dada lawannya. Benturan keras itu membuat pemain Perseta langsung ambruk di lapangan.
Wasit yang memimpin laga tanpa ragu mengambil tindakan tegas dengan mengusir pelaku pelanggaran melalui kartu merah. Keputusan tersebut sempat memicu reaksi keras dari sejumlah pemain dan ofisial, namun situasi berhasil dikendalikan sebelum berkembang menjadi kericuhan yang lebih besar.
Tim medis segera memasuki lapangan untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban yang mengalami memar di bagian dada. Setelah mendapat penanganan awal, pemain Perseta tersebut ditandu ke luar lapangan untuk pemeriksaan lanjutan.
Aksi tak terpuji itu diduga dipicu oleh kondisi pertandingan yang tidak menguntungkan bagi Putra Jaya Pasuruan. Saat insiden terjadi, mereka sudah tertinggal jauh dengan skor 0-4. Hingga laga berakhir, Perseta Tulungagung memastikan kemenangan telak 7-2.
Atmosfer panas juga terasa pada pertandingan lain di stadion yang sama antara Perseba Bangkalan kontra Baruna Nusantara Banyuwangi. Meski tanpa pelanggaran ekstrem, duel tersebut diwarnai benturan fisik dan intensitas tinggi dari kedua kubu yang sama-sama memburu hasil maksimal.
Presiden Klub Baruna Nusantara Banyuwangi, Haryono, menyesalkan maraknya aksi kasar di kompetisi Liga 4. Ia menegaskan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas di setiap pertandingan.
“Saya selalu mengingatkan pemain untuk menjunjung fair play. Sepak bola seharusnya dimainkan dengan teknik dan strategi, bukan kekerasan. Hal ini sudah saya tekankan kepada pelatih kepala,” ujar Haryono.
Pertandingan Perseba Bangkalan melawan Baruna Nusantara Banyuwangi sendiri berakhir imbang 1-1. Rentetan insiden ini diharapkan menjadi perhatian serius Asprov PSSI Jawa Timur guna meningkatkan pengawasan, keamanan, serta kedisiplinan pemain dalam kompetisi Liga 4.
(sto)
Lihat Juga :