Hilmi Gimnastiar Pemain Liga 4 yang Lepaskan Tendangan Kungfu Terancam Sanksi Sepak Bola Seumur Hidup
Selasa, 06 Januari 2026 - 14:16 WIB
loading...
A
A
A
“Kami sebagai Komite Disiplin berkomitmen melindungi atlet dan olahraga. Untuk kejadian seperti ini, kami menilai harus dihukum seberat-beratnya, seperti larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup.” kata Umar.
Lebih lanjut, Umar juga mengimbau seluruh Panitia Disiplin dan Komite Disiplin di semua tingkatan liga, baik pusat maupun daerah, agar tidak ragu menjatuhkan sanksi kepada pelaku pelanggaran keras. Ia mengingatkan bahwa dasar hukum penindakan tidak hanya berasal dari Kode Disiplin, tetapi juga diperkuat oleh Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional.
“Himbauan kami jelas, jangan ragu-ragu bertindak tegas terhadap pelanggaran brutal. Ini demi melindungi atlet dan menjaga keberlangsungan sepak bola nasional,” pungkasnya.
Seperti diketahui, insiden tersebut terjadi dalam laga babak 32 besar Liga 4 Zona Jawa Timur antara Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026). Seorang pemain Perseta bernama Firman Nugraha harus mendapatkan perawatan medis setelah terkena tendangan berbahaya di bagian dada oleh Muhammad Hilmi Gimnastiar. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah, sementara korban dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan.
Rentetan kejadian ini menjadi alarm bagi penyelenggara kompetisi agar meningkatkan pengawasan, kedisiplinan, serta penegakan hukum demi menjaga keselamatan pemain dan masa depan sepak bola Indonesia.
Lebih lanjut, Umar juga mengimbau seluruh Panitia Disiplin dan Komite Disiplin di semua tingkatan liga, baik pusat maupun daerah, agar tidak ragu menjatuhkan sanksi kepada pelaku pelanggaran keras. Ia mengingatkan bahwa dasar hukum penindakan tidak hanya berasal dari Kode Disiplin, tetapi juga diperkuat oleh Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional.
“Himbauan kami jelas, jangan ragu-ragu bertindak tegas terhadap pelanggaran brutal. Ini demi melindungi atlet dan menjaga keberlangsungan sepak bola nasional,” pungkasnya.
Seperti diketahui, insiden tersebut terjadi dalam laga babak 32 besar Liga 4 Zona Jawa Timur antara Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026). Seorang pemain Perseta bernama Firman Nugraha harus mendapatkan perawatan medis setelah terkena tendangan berbahaya di bagian dada oleh Muhammad Hilmi Gimnastiar. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah, sementara korban dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan.
Rentetan kejadian ini menjadi alarm bagi penyelenggara kompetisi agar meningkatkan pengawasan, kedisiplinan, serta penegakan hukum demi menjaga keselamatan pemain dan masa depan sepak bola Indonesia.
(sto)
Lihat Juga :