PBSI Hapus Sistem Pulang-Panggil Atlet Pelatnas di Akhir Tahun

Rabu, 07 Januari 2026 - 09:38 WIB
loading...
PBSI Hapus Sistem Pulang-Panggil...
PBSI Hapus Sistem Pulang-Panggil Atlet Pelatnas di Akhir Tahun
A A A
JAKARTA - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia ( PBSI ) resmi menghapus kebijakan pemulangan dan pemanggilan atlet Pelatnas yang selama ini rutin dilakukan setiap akhir tahun. Kebijakan baru ini mulai diterapkan sejak 2025 sebagai bagian dari pembenahan sistem pembinaan nasional.

Keputusan tersebut diambil setelah PBSI, melalui Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres), melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Pelatnas. Evaluasi mencakup performa atlet, beban kompetisi, jadwal turnamen internasional, hingga efektivitas pembinaan jangka panjang di Pelatnas Cipayung .

PBSI menilai, padatnya kalender turnamen internasional yang kini sudah dimulai sejak awal Januari membutuhkan kestabilan komposisi atlet. Dengan tidak adanya lagi sistem pulang-panggil di akhir tahun, program latihan diharapkan berjalan lebih konsisten tanpa terganggu masa transisi yang terlalu sering.

Selama ini, pemulangan atlet dilakukan sebagai bagian dari evaluasi tahunan. Namun, PBSI menilai kondisi saat ini menuntut pendekatan berbeda. Hasil diskusi dengan pelatih, tim sport science, dan divisi teknis menunjukkan bahwa Pelatnas membutuhkan kesinambungan agar persiapan menuju kompetisi besar bisa lebih maksimal.

Kepala Bidang Binpres PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa penghapusan sistem tersebut tidak berarti evaluasi atlet ditiadakan. Penilaian tetap dilakukan secara ketat melalui Key Performance Indicator (KPI) yang ditetapkan oleh masing-masing pelatih.

“Evaluasi tetap berjalan. Jika atlet tidak mencapai KPI yang sudah ditentukan, maka akan ada degradasi. Waktu degradasinya pun bisa berbeda-beda, tergantung pencapaian KPI masing-masing atlet,” jelas Eng Hian.

Sementara itu, sistem promosi atlet akan dilakukan melalui Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI yang digelar setiap awal tahun. Jumlah atlet yang direkrut akan disesuaikan dengan kebutuhan Pelatnas dan kriteria yang ditetapkan Bidang Binpres PP PBSI.

Seleknas sendiri mengacu pada PO 012 Tahun 2025, dengan sejumlah persyaratan, antara lain kuota 16 atlet tunggal dan 16 pasangan ganda, juara Kejurnas Taruna sebagai penerima wild card, atlet peringkat 15 besar nasional, atlet hasil pantauan tim pemandu bakat, serta atlet yang lolos verifikasi usia dari PP PBSI.

Eng Hian berharap, kebijakan ini dapat memperkuat sistem pembinaan nasional agar lebih profesional, transparan, dan terukur. Ia optimistis, regulasi baru ini akan berdampak positif terhadap peningkatan prestasi bulu tangkis Indonesia di level Asia dan dunia.

“Peraturan ini menjadi acuan bersama agar setiap keputusan didasarkan pada kinerja dan evaluasi yang jelas. Target kami adalah konsistensi prestasi di kejuaraan besar seperti Kejuaraan Dunia, Thomas Uber Cup, hingga Olimpiade Los Angeles 2028,” pungkasnya.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia yang Lolos ke BWF World Championships 2026
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Hasil Australian Open...
Hasil Australian Open 2026: Bungkam Wakil Tuan Rumah, Leo/Daniel Lolos ke 16 Besar
Jonatan Christie Rehat...
Jonatan Christie Rehat dari Bulu Tangkis usai Gagal Juara Indonesia Open 2026
Raymond/Joaquin Kalah,...
Raymond/Joaquin Kalah, Merah Putih Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
An Se-young Juara Indonesia...
An Se-young Juara Indonesia Open 2026, Rekor Susy Susanti Terancam
Jonatan Christie Melaju...
Jonatan Christie Melaju ke Final Indonesia Open 2026
Polri Juara 1 Kejuaraan...
Polri Juara 1 Kejuaraan Bulutangkis Polisi Asia Tenggara 2026 di Kamboja
HUNDRED HOO HAA CUP...
HUNDRED HOO HAA CUP 2026 Hadir di ICE BSD, Satukan Ribuan Atlet Bulutangkis Dunia
Special Bola
Timnas Indonesia Harus...
Bola Dunia
Timnas Indonesia Harus Waspada, Vietnam Asah Senjata Baru Jelang Piala AFF 2026
Como Bakal Beli Kembali...
Liga Italia
Como Bakal Beli Kembali Nico Paz dari Real Madrid Seharga 60 Juta Euro
Kontrak Pemain Timnas...
Bola Dunia
Kontrak Pemain Timnas Indonesia Joey Pelupessy Diperpanjang Klub Belgia Lommel SK?
Rekomendasi
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Brasil Resmi Gugat Keputusan...
Brasil Resmi Gugat Keputusan VAR ke FIFA, Gol Lionel Messi Ikut Terseret
Jadwal Formula 1 Lenovo...
Jadwal Formula 1 Lenovo Austrian Grand Prix 2026, Live Streaming di VISION+
Jadwal Lengkap MotoGP...
Jadwal Lengkap MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Streaming VISION+
Jakarta Siap Jadi Tuan...
Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah Kompetisi Berkuda Internasional Terbesar di Asia
20 Negara yang Lolos...
20 Negara yang Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved