Alasan Xabi Alonso Mundur dari Real Madrid: Tidak Dihormati di Sesi Latihan
Selasa, 13 Januari 2026 - 07:34 WIB
loading...
Alasan Xabi Alonso Mundur dari Real Madrid: Tidak Dihormati di Sesi Latihan
A
A
A
Kepergian Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid bukan sekadar dampak kekalahan di final Piala Super Spanyol 2026. Di balik keputusan yang disebut sebagai kesepakatan bersama itu, tersimpan persoalan serius di ruang internal tim, terutama menurunnya respek pemain terhadap sang pelatih.
Sejumlah laporan mengungkap bahwa Alonso menghadapi situasi sulit selama memimpin sesi latihan. Ia bahkan disebut tidak dihormati oleh beberapa pemain bintang. Dalam beberapa kesempatan, terlihat pemain menjalani latihan dengan santai, berjalan-jalan tanpa intensitas, hingga tidak menunjukkan urgensi mengikuti instruksi tim pelatih.
Baca Juga: Real Madrid Berpisah dengan Xabi Alonso, Tunjuk Alvaro Arbeloa Pengganti
Masalah kedisiplinan juga mencuat dalam rutinitas harian tim. Ada pemain yang datang di menit-menit terakhir sesi latihan, menyelesaikan program utama, lalu langsung meninggalkan lapangan. Kondisi ini memaksa Alonso, asistennya, serta pelatih fisik terus-menerus mengingatkan pemain untuk menjalani latihan tambahan seperti gym, pressing, hingga latihan taktik.
Situasi tersebut jelas bertentangan dengan filosofi kepelatihan Alonso yang menuntut disiplin tinggi dan intensitas maksimal. Ketika arahan pelatih tak lagi dijalankan dengan serius, otoritas di ruang ganti pun perlahan terkikis. Hal inilah yang disebut menjadi salah satu alasan utama Alonso memilih mengakhiri petualangannya lebih cepat di Santiago Bernabéu.
Real Madrid secara resmi mengumumkan perpisahan dengan Alonso pada Selasa (13/1/2026) dini hari WIB. Dalam pernyataan klub, Madrid menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui kesepakatan bersama, bukan pemecatan sepihak. Klub juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Alonso selama menukangi tim utama.
“Xabi Alonso akan selalu dikenang dengan kasih sayang dan kekaguman oleh seluruh Madridistas. Ia adalah legenda Real Madrid dan selalu mewakili nilai-nilai klub,” tulis pernyataan resmi klub, seraya menegaskan bahwa Bernabéu akan selalu menjadi rumah bagi Alonso.
Keputusan ini datang sehari setelah Real Madrid kalah 2-3 dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol 2026 di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah. Meski laga tersebut menjadi penanda akhir, isu pergantian pelatih sebenarnya sudah beredar sebelum partai final digelar.
Xabi Alonso mulai menangani Real Madrid pada Mei 2025 dengan kontrak hingga Juni 2028. Namun, kiprahnya berakhir di tengah musim Liga Spanyol 2025–2026. Selama melatih, Alonso memimpin 34 pertandingan di semua kompetisi dengan catatan 24 kemenangan, empat hasil imbang, dan enam kekalahan.
Usai perpisahan ini, Real Madrid menunjuk Álvaro Arbeloa sebagai pelatih interim. Mantan bek Los Blancos tersebut akan memimpin tim sambil manajemen klub menyiapkan keputusan besar berikutnya.
Sejumlah laporan mengungkap bahwa Alonso menghadapi situasi sulit selama memimpin sesi latihan. Ia bahkan disebut tidak dihormati oleh beberapa pemain bintang. Dalam beberapa kesempatan, terlihat pemain menjalani latihan dengan santai, berjalan-jalan tanpa intensitas, hingga tidak menunjukkan urgensi mengikuti instruksi tim pelatih.
Baca Juga: Real Madrid Berpisah dengan Xabi Alonso, Tunjuk Alvaro Arbeloa Pengganti
Masalah kedisiplinan juga mencuat dalam rutinitas harian tim. Ada pemain yang datang di menit-menit terakhir sesi latihan, menyelesaikan program utama, lalu langsung meninggalkan lapangan. Kondisi ini memaksa Alonso, asistennya, serta pelatih fisik terus-menerus mengingatkan pemain untuk menjalani latihan tambahan seperti gym, pressing, hingga latihan taktik.
Situasi tersebut jelas bertentangan dengan filosofi kepelatihan Alonso yang menuntut disiplin tinggi dan intensitas maksimal. Ketika arahan pelatih tak lagi dijalankan dengan serius, otoritas di ruang ganti pun perlahan terkikis. Hal inilah yang disebut menjadi salah satu alasan utama Alonso memilih mengakhiri petualangannya lebih cepat di Santiago Bernabéu.
Real Madrid secara resmi mengumumkan perpisahan dengan Alonso pada Selasa (13/1/2026) dini hari WIB. Dalam pernyataan klub, Madrid menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui kesepakatan bersama, bukan pemecatan sepihak. Klub juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Alonso selama menukangi tim utama.
“Xabi Alonso akan selalu dikenang dengan kasih sayang dan kekaguman oleh seluruh Madridistas. Ia adalah legenda Real Madrid dan selalu mewakili nilai-nilai klub,” tulis pernyataan resmi klub, seraya menegaskan bahwa Bernabéu akan selalu menjadi rumah bagi Alonso.
Keputusan ini datang sehari setelah Real Madrid kalah 2-3 dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol 2026 di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah. Meski laga tersebut menjadi penanda akhir, isu pergantian pelatih sebenarnya sudah beredar sebelum partai final digelar.
Xabi Alonso mulai menangani Real Madrid pada Mei 2025 dengan kontrak hingga Juni 2028. Namun, kiprahnya berakhir di tengah musim Liga Spanyol 2025–2026. Selama melatih, Alonso memimpin 34 pertandingan di semua kompetisi dengan catatan 24 kemenangan, empat hasil imbang, dan enam kekalahan.
Usai perpisahan ini, Real Madrid menunjuk Álvaro Arbeloa sebagai pelatih interim. Mantan bek Los Blancos tersebut akan memimpin tim sambil manajemen klub menyiapkan keputusan besar berikutnya.
(sto)
Lihat Juga :