Khabib Nurmagomedov Murka: Bela Xabi Alonso, Kritik Keras Pemain Real Madrid
Rabu, 14 Januari 2026 - 06:08 WIB
loading...
Khabib Nurmagomedov Murka: Bela Xabi Alonso, Kritik Keras Pemain Real Madrid
A
A
A
Pemecatan Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid terus memantik reaksi keras, tak hanya dari kalangan sepak bola, tetapi juga dari dunia olahraga lain. Legenda UFC, Khabib Nurmagomedov, tampil paling vokal. Melalui serangkaian Instagram Story, Khabib meluapkan kemarahannya kepada para pemain Real Madrid sekaligus memberikan dukungan penuh kepada Xabi Alonso.
Khabib, yang dikenal sebagai penggemar fanatik Los Blancos, menyebut Alonso sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia saat ini. Menurutnya, kegagalan tim bukan terletak pada sosok pelatih, melainkan pada mentalitas para pemain.
“Saya pikir Xabi Alonso adalah salah satu dari tiga pelatih terbaik di dunia. Jika tim ini tidak berjalan dengannya, maka yang harus diganti adalah pemainnya, bukan pelatihnya,” tulis Khabib.
Baca Juga: Xabi Alonso Mengundurkan Diri, Real Madrid Tunjuk Alvaro Arbeloa Jadi Pengganti
Mantan juara kelas ringan UFC itu juga menyoroti isu kedisiplinan di ruang latihan. Ia menilai sikap sejumlah pemain yang disebut tidak sejalan dengan metode Alonso sebagai hal yang tidak bisa ditoleransi.
“Di gym atau di lapangan, entah itu petarung atau pesepak bola, bosnya tetap pelatih kepala. Jika ada pemain yang tidak mau memenuhi standar pelatih, berarti ada yang salah dengan arah tim,” tegas Khabib.
Kritik Khabib berlanjut dalam unggahan berikutnya. Ia mengunggah momen perpisahan Xabi Alonso dengan Bayer Leverkusen, disertai pesan bernada tajam.
“Tidak ada yang lebih penting dari loyalitas. Setahun lalu mereka memohon Xabi, sekarang mereka memecatnya demi anak-anak manja. Xabi, kamu yang terbaik,” tulisnya.
Reaksi Khabib menjadi sorotan karena latar belakangnya sebagai figur olahraga dengan disiplin tinggi. Ia dikenal memiliki kedekatan emosional dengan Real Madrid, bahkan beberapa kali hadir langsung di stadion dan berinteraksi dengan tokoh-tokoh sepak bola dunia. Namun kali ini, Khabib memilih bersikap serius dan terang-terangan memihak sang pelatih.
Di tengah perdebatan antara kubu yang membela pemain dan pendukung Xabi Alonso, suara Khabib menjadi simbol kemarahan terhadap apa yang disebutnya sebagai “kekuatan pemain” di Real Madrid. Sebagai mantan atlet dan kini pelatih, Khabib mengaku memahami posisi Alonso—seorang pelatih yang menuntut standar tinggi, namun justru ditinggalkan saat situasi tidak berjalan sesuai harapan.
Sikap Khabib ini kian menegaskan bahwa kepergian Xabi Alonso bukan sekadar persoalan hasil pertandingan, melainkan cerminan konflik yang lebih dalam di tubuh Real Madrid.
Khabib, yang dikenal sebagai penggemar fanatik Los Blancos, menyebut Alonso sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia saat ini. Menurutnya, kegagalan tim bukan terletak pada sosok pelatih, melainkan pada mentalitas para pemain.
“Saya pikir Xabi Alonso adalah salah satu dari tiga pelatih terbaik di dunia. Jika tim ini tidak berjalan dengannya, maka yang harus diganti adalah pemainnya, bukan pelatihnya,” tulis Khabib.
Baca Juga: Xabi Alonso Mengundurkan Diri, Real Madrid Tunjuk Alvaro Arbeloa Jadi Pengganti
Mantan juara kelas ringan UFC itu juga menyoroti isu kedisiplinan di ruang latihan. Ia menilai sikap sejumlah pemain yang disebut tidak sejalan dengan metode Alonso sebagai hal yang tidak bisa ditoleransi.
“Di gym atau di lapangan, entah itu petarung atau pesepak bola, bosnya tetap pelatih kepala. Jika ada pemain yang tidak mau memenuhi standar pelatih, berarti ada yang salah dengan arah tim,” tegas Khabib.
Kritik Khabib berlanjut dalam unggahan berikutnya. Ia mengunggah momen perpisahan Xabi Alonso dengan Bayer Leverkusen, disertai pesan bernada tajam.
“Tidak ada yang lebih penting dari loyalitas. Setahun lalu mereka memohon Xabi, sekarang mereka memecatnya demi anak-anak manja. Xabi, kamu yang terbaik,” tulisnya.
Reaksi Khabib menjadi sorotan karena latar belakangnya sebagai figur olahraga dengan disiplin tinggi. Ia dikenal memiliki kedekatan emosional dengan Real Madrid, bahkan beberapa kali hadir langsung di stadion dan berinteraksi dengan tokoh-tokoh sepak bola dunia. Namun kali ini, Khabib memilih bersikap serius dan terang-terangan memihak sang pelatih.
Di tengah perdebatan antara kubu yang membela pemain dan pendukung Xabi Alonso, suara Khabib menjadi simbol kemarahan terhadap apa yang disebutnya sebagai “kekuatan pemain” di Real Madrid. Sebagai mantan atlet dan kini pelatih, Khabib mengaku memahami posisi Alonso—seorang pelatih yang menuntut standar tinggi, namun justru ditinggalkan saat situasi tidak berjalan sesuai harapan.
Sikap Khabib ini kian menegaskan bahwa kepergian Xabi Alonso bukan sekadar persoalan hasil pertandingan, melainkan cerminan konflik yang lebih dalam di tubuh Real Madrid.
(sto)
Lihat Juga :