Alvaro Arbeloa Tinggalkan Klub usai Real Madrid Tersingkir dari Copa del Rey
Kamis, 15 Januari 2026 - 11:35 WIB
loading...
Alvaro Arbeloa Tinggalkan Klub usai Real Madrid Tersingkir dari Copa del Rey
A
A
A
Real Madrid mengalami pekan sulit setelah tersingkir dari ajang Copa del Rey musim 2025–2026. Klub ibu kota Spanyol itu kalah 2-3 dari Albacete, tim kasta kedua, pada babak 16 besar. Kekalahan tersebut terjadi hanya beberapa jam disusul hengkangnya Alvaro Arbeloa dari klub.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Carlos Belmonte, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB, Real Madrid dua kali mampu menyamakan kedudukan, tetapi gagal mempertahankan momentum hingga akhir laga. Albacete memastikan kemenangan melalui gol penentu yang dicetak Jefte Betancor pada menit-menit akhir pertandingan.
Baca Juga: Khabib Nurmagomedov Murka: Bela Xabi Alonso, Kritik Keras Pemain Real Madrid
Albacete lebih dulu unggul lewat sundulan Javi Villar pada menit ke-42. Real Madrid membalas menjelang turun minum melalui Franco Mastantuono yang memanfaatkan bola rebound hasil sepak pojok. Setelah jeda, Jefte Betancor kembali membawa Albacete unggul pada menit ke-82 sebelum Gonzalo menyamakan skor lewat sundulan di masa tambahan waktu.
Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke babak perpanjangan, Jefte Betancor kembali mencetak gol pada detik-detik terakhir, sekaligus memastikan kemenangan 3-2 bagi Albacete dan mengakhiri langkah Real Madrid di Copa del Rey.
Di tengah kekecewaan tersebut, Real Madrid juga diterpa kabar perubahan internal. Álvaro Arbeloa dilaporkan meninggalkan klub dengan efek langsung. Arbeloa selama ini dikenal sebagai bagian dari jajaran kepelatihan tim muda Real Madrid dan figur yang memiliki kedekatan historis dengan klub.
"Alvaro Arbeloa meninggalkan klub setelah dampak langsung (gagal di Copa del Rey, red)" tulis pakar transfer Fabrizio Romano di media sosial.
Belum ada keterangan resmi dari pihak Real Madrid mengenai alasan kepergian Arbeloa. Namun, momentum pengumuman yang berdekatan dengan kegagalan di Copa del Rey memunculkan spekulasi terkait evaluasi menyeluruh di tubuh klub.
Tersingkir dari Copa del Rey membuat Real Madrid kini mengalihkan fokus ke kompetisi La Liga dan Liga Champions. Manajemen dan tim pelatih dihadapkan pada tantangan untuk menjaga stabilitas tim di tengah tekanan hasil dan dinamika internal yang berkembang.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Carlos Belmonte, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB, Real Madrid dua kali mampu menyamakan kedudukan, tetapi gagal mempertahankan momentum hingga akhir laga. Albacete memastikan kemenangan melalui gol penentu yang dicetak Jefte Betancor pada menit-menit akhir pertandingan.
Baca Juga: Khabib Nurmagomedov Murka: Bela Xabi Alonso, Kritik Keras Pemain Real Madrid
Albacete lebih dulu unggul lewat sundulan Javi Villar pada menit ke-42. Real Madrid membalas menjelang turun minum melalui Franco Mastantuono yang memanfaatkan bola rebound hasil sepak pojok. Setelah jeda, Jefte Betancor kembali membawa Albacete unggul pada menit ke-82 sebelum Gonzalo menyamakan skor lewat sundulan di masa tambahan waktu.
Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke babak perpanjangan, Jefte Betancor kembali mencetak gol pada detik-detik terakhir, sekaligus memastikan kemenangan 3-2 bagi Albacete dan mengakhiri langkah Real Madrid di Copa del Rey.
Di tengah kekecewaan tersebut, Real Madrid juga diterpa kabar perubahan internal. Álvaro Arbeloa dilaporkan meninggalkan klub dengan efek langsung. Arbeloa selama ini dikenal sebagai bagian dari jajaran kepelatihan tim muda Real Madrid dan figur yang memiliki kedekatan historis dengan klub.
"Alvaro Arbeloa meninggalkan klub setelah dampak langsung (gagal di Copa del Rey, red)" tulis pakar transfer Fabrizio Romano di media sosial.
Belum ada keterangan resmi dari pihak Real Madrid mengenai alasan kepergian Arbeloa. Namun, momentum pengumuman yang berdekatan dengan kegagalan di Copa del Rey memunculkan spekulasi terkait evaluasi menyeluruh di tubuh klub.
Tersingkir dari Copa del Rey membuat Real Madrid kini mengalihkan fokus ke kompetisi La Liga dan Liga Champions. Manajemen dan tim pelatih dihadapkan pada tantangan untuk menjaga stabilitas tim di tengah tekanan hasil dan dinamika internal yang berkembang.
(sto)
Lihat Juga :