MPBI Kritik Meet and Greet Raymond/Joaquin di Malam Sebelum Final

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:24 WIB
loading...
MPBI Kritik Meet and...
MPBI Kritik Meet and Greet Raymond/Joaquin di Malam Sebelum Final
A A A
JAKARTA - Gagalnya pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin naik ke podium tertinggi Indonesia Masters 2026 menyisakan kekecewaan bagi publik bulu tangkis Tanah Air. Ini hal bukan hanya masalah teknis di lapangan, kekalahan di partai puncak ini justru memicu kritik tajam terkait manajemen atlet di luar lapangan.

Pada partai final di Istora Senayan, Jakarta 25 Januari 2026 tersebut Raymond/Joaquin bermain antiklimaks dan kalah straight game melawan pasangan Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dengan skor 19-21, 13-21.

Ketua Masyarakat Pemerhati Badminton Indonesia (MPBI), Kurniadi, menyayangkan kegagalan pasangan yang dijuluki rising star tersebut. Bukan hanya karena Raymond/Joaquin kalah pengalaman melawan Goh/Izzuddin, tetapi ada hal yang lebih krusial dari hal tersebut.

Menurutnya, ada faktor non-teknis yang jauh lebih penting ketimbang sekadar isu kelelahan fisik atau kematangan mental.

Kurniadi menyoroti adanya agenda meet and greet yang dilakukan Joaquin/Raymond di booth Djarum Foundation area Istora setelah mereka memenangkan laga semifinal yang melelahkan. Padahal, Joaquin/Raymond baru saja bertanding, lalu menggelar konferensi pers, wawancara doorstop dengan wartawan, dan melayani permintaan berfoto dan tanda tangan penggemar.

Baginya, kegiatan seremonial tersebut kesalahan fatal, tidak pada tempatnya, dan yang merusak momentum konsentrasi atlet.

"Seharusnya waktu tersebut digunakan untuk istirahat dan pemulihan atau recovery agar fokus di final. Namun, energinya justru terpakai untuk acara seremonial. Ini sangat disayangkan," ujar Kurniadi.

Kritik ini sekaligus menjawab spekulasi netizen yang mempertanyakan apakah kekalahan tersebut disebabkan oleh fisik yang terkuras habis setelah menumbangkan dua senior di babak sebelumnya. "Asumsi netizen itu ada logikanya, tapi setelah mengetahui ada agenda meet and greet sebelum final, menurut saya inilah salah satu penyebab utamanya," tegasnya.

Kurniadi mengatakan booth Djarum Foundation tidak seharusnya melakukan promosi berlebihan di tengah kompetisi yang berjalan. Waktu promosi harusnya bisa diatur. Kegiatan harusnya juga memikirkan momen yang tepat dan tidak seenaknya sendiri.

"Saya memperkirakan kalau bukan sponsor, ya klub asalnya. Siapa pun itu, seharusnya mereka lebih bijak menahan diri demi kepentingan konsentrasi atlet," kata Kurniadi.

Raymond dan Joaquin sendiri adalah pemain binaan PB Djarum.

Lebih lanjut, dia mendesak PBSI untuk lebih tegas dalam memegang kendali atas atlet-atlet pelatnas. Terutama mereka yang memiliki potensi besar untuk mengharumkan nama bangsa. Baginya, kedaulatan federasi atas jadwal atlet harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan komersial sesaat atau eksposur klub.

Joaquin/Raymond sendiri sejatinya berpeluang besar meraih gelar Super 500 kedua mereka. Apalagi dalam pertemuan sebelumnya di semifinal Australian Open 2025 Joaquin/Raymond bermain sangat baik dan berhasil mengalahkan Goh/Izzuddin dalam dua game langsung 21-19 dan 21-13.

Namun, hilangnya fokus akibat manajemen waktu yang buruk membuat peluang emas tersebut melayang. "Semoga ke depan hal seperti ini tidak terjadi lagi. Kita tidak boleh mengorbankan prestasi besar demi acara-acara seremonial di tengah turnamen yang masih berlangsung," kritik Kurniadi.

Kekalahan ini menjadi sinyal kuat bagi manajemen tim nasional bahwa menjaga kondisi fisik dan mental atlet di turnamen kandang jauh lebih menantang. Terutama dalam membendung godaan euforia di luar lapangan
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia yang Lolos ke BWF World Championships 2026
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Hasil Australian Open...
Hasil Australian Open 2026: Bungkam Wakil Tuan Rumah, Leo/Daniel Lolos ke 16 Besar
Jonatan Christie Rehat...
Jonatan Christie Rehat dari Bulu Tangkis usai Gagal Juara Indonesia Open 2026
Raymond/Joaquin Kalah,...
Raymond/Joaquin Kalah, Merah Putih Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
An Se-young Juara Indonesia...
An Se-young Juara Indonesia Open 2026, Rekor Susy Susanti Terancam
Jonatan Christie Melaju...
Jonatan Christie Melaju ke Final Indonesia Open 2026
Polri Juara 1 Kejuaraan...
Polri Juara 1 Kejuaraan Bulutangkis Polisi Asia Tenggara 2026 di Kamboja
HUNDRED HOO HAA CUP...
HUNDRED HOO HAA CUP 2026 Hadir di ICE BSD, Satukan Ribuan Atlet Bulutangkis Dunia
Special Bola
Geliat Arema FC Sambut...
Liga Indonesia
Geliat Arema FC Sambut Super League 2026-2027: Permanenkan Hansamu Yama dan Pulangkan Tito
Alasan Ramadhan Sananta...
Liga Indonesia
Alasan Ramadhan Sananta Pindah ke Persebaya Surabaya
Prediksi Skor Timnas...
Bola Dunia
Prediksi Skor Timnas Kanada vs Qatar di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Menang?
Rekomendasi
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Berita Terkini
Meksiko vs Korea Selatan:...
Meksiko vs Korea Selatan: Mampukah Taegeuk Warriors Akhiri Kutukan?
Swiss vs Bosnia 4-1:...
Swiss vs Bosnia 4-1: La Nati Puncaki Grup B Piala Dunia 2026
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
FIFA Beri Lampu Hijau,...
FIFA Beri Lampu Hijau, Michael Oliver Pimpin Laga Belanda vs Swedia
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved