Epstein Files Ikut Menyeret Klub Sepak Bola AC Milan
Senin, 02 Februari 2026 - 15:27 WIB
loading...
Epstein Files Ikut Menyeret Klub Sepak Bola AC Milan
A
A
A
MILAN - Klub sepak bola raksasa Serie A, AC Milan , ikut terseret dalam dokumen kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein yang baru dibuka ke publik. Nama Rossoneri disebut dalam arsip yang memuat jutaan data terkait jaringan dan komunikasi Epstein.
Berdasarkan laporan Tribuna, Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis berkas perkara tersebut pada Jumat (30/1/2026). Arsip yang dipublikasikan terdiri dari sekitar tiga juta halaman dokumen tulis, dua ribu rekaman video, serta 180 ribu foto, dan kini dapat diakses publik.
Sejumlah tokoh ternama kembali dikaitkan dalam berkas tersebut. Di antaranya disebut nama pengusaha Elon Musk serta Pangeran Andrew. Tidak hanya individu, beberapa institusi juga ikut tercantum, termasuk AC Milan.
Dalam salah satu bagian dokumen, disebut adanya korespondensi email yang menyinggung penawaran terkait klub Italia tersebut. Peristiwa itu terjadi pada periode ketika AC Milan baru saja diambil alih oleh Elliott Management dari pengusaha China Li Yonghong yang mengalami masalah keuangan.
Email dengan subjek “Masalah Akuisisi AC Milan pada Juli” disebut dikirim kepada Epstein. Pesan itu berasal dari David Stern, mantan komisioner NBA. Dalam isi surel, Stern menanyakan detail kepemilikan dan nilai transaksi klub tersebut.
“Saya kira Elliott sudah mengambilnya dan ingin mempertahankannya. Berapa persentasenya dan dengan harga berapa?” demikian bunyi pertanyaan yang dikutip dalam dokumen.
Epstein membalas singkat dan menolak keterlibatan lebih jauh.
“Saya tidak mau terlibat. Saya pikir saya akan meneruskannya kepada Anda karena saya tidak tertarik pada hal-hal ini,” tulis Epstein dalam balasan tersebut.
Kasus Epstein sendiri telah lama menjadi sorotan dunia. Ia dituduh melakukan perdagangan seks dan kejahatan seksual terhadap lebih dari seribu perempuan muda. Sejumlah figur global ikut disebut dalam berbagai dokumen yang berkaitan dengan jaringan pergaulannya, mulai dari politisi hingga pesohor internasional.
Epstein ditahan pada Juli 2019, namun sebulan kemudian dinyatakan meninggal dunia di dalam sel tahanan. Kematian tersebut disebut akibat bunuh diri, meski kasusnya terus memicu desakan publik agar seluruh jaringan dan pihak yang terlibat diungkap secara transparan.
Rilis dokumen terbaru ini kembali memunculkan banyak nama dan detail lama, termasuk sejumlah tokoh politik Amerika Serikat. Publik kini menanti penelusuran lebih lanjut atas berbagai temuan dalam berkas tersebut.
Berdasarkan laporan Tribuna, Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis berkas perkara tersebut pada Jumat (30/1/2026). Arsip yang dipublikasikan terdiri dari sekitar tiga juta halaman dokumen tulis, dua ribu rekaman video, serta 180 ribu foto, dan kini dapat diakses publik.
Sejumlah tokoh ternama kembali dikaitkan dalam berkas tersebut. Di antaranya disebut nama pengusaha Elon Musk serta Pangeran Andrew. Tidak hanya individu, beberapa institusi juga ikut tercantum, termasuk AC Milan.
Dalam salah satu bagian dokumen, disebut adanya korespondensi email yang menyinggung penawaran terkait klub Italia tersebut. Peristiwa itu terjadi pada periode ketika AC Milan baru saja diambil alih oleh Elliott Management dari pengusaha China Li Yonghong yang mengalami masalah keuangan.
Email dengan subjek “Masalah Akuisisi AC Milan pada Juli” disebut dikirim kepada Epstein. Pesan itu berasal dari David Stern, mantan komisioner NBA. Dalam isi surel, Stern menanyakan detail kepemilikan dan nilai transaksi klub tersebut.
“Saya kira Elliott sudah mengambilnya dan ingin mempertahankannya. Berapa persentasenya dan dengan harga berapa?” demikian bunyi pertanyaan yang dikutip dalam dokumen.
Epstein membalas singkat dan menolak keterlibatan lebih jauh.
“Saya tidak mau terlibat. Saya pikir saya akan meneruskannya kepada Anda karena saya tidak tertarik pada hal-hal ini,” tulis Epstein dalam balasan tersebut.
Kasus Epstein sendiri telah lama menjadi sorotan dunia. Ia dituduh melakukan perdagangan seks dan kejahatan seksual terhadap lebih dari seribu perempuan muda. Sejumlah figur global ikut disebut dalam berbagai dokumen yang berkaitan dengan jaringan pergaulannya, mulai dari politisi hingga pesohor internasional.
Epstein ditahan pada Juli 2019, namun sebulan kemudian dinyatakan meninggal dunia di dalam sel tahanan. Kematian tersebut disebut akibat bunuh diri, meski kasusnya terus memicu desakan publik agar seluruh jaringan dan pihak yang terlibat diungkap secara transparan.
Rilis dokumen terbaru ini kembali memunculkan banyak nama dan detail lama, termasuk sejumlah tokoh politik Amerika Serikat. Publik kini menanti penelusuran lebih lanjut atas berbagai temuan dalam berkas tersebut.
(sto)
Lihat Juga :