Mampukah Tyson Fury Jadi Juara Dunia Kelas Berat Tiga Kali?
Selasa, 03 Februari 2026 - 15:03 WIB
loading...
A
A
A
Namun, jalan Fury tidaklah mulus sejak laga comeback. Arslanbek Makhmudov bukan lawan sembarangan. Petinju bertubuh besar itu mengakui masih memiliki kekurangan dalam permainannya, tetapi percaya penuh pada kekuatan pukulan dan mentalitasnya untuk membuat kejutan. Gallagher sendiri mengingatkan bahwa Fury tak boleh lengah, terutama jika terlalu lama bertahan di tali ring, karena Makhmudov memiliki pukulan lurus yang berbahaya.
Jika mampu melewati Makhmudov, peluang besar menanti Fury di akhir 2026. Duel sesama petinju Inggris melawan Anthony Joshua masih menjadi laga impian publik, meski situasi Joshua belum pasti usai mengalami tragedi pribadi. Opsi lain yang tak kalah menantang adalah menghadapi Fabio Wardley atau bahkan trilogi melawan Usyk—sebuah misi yang diakui Gallagher sangat berat, tetapi bukan mustahil di kelas berat.
Gallagher juga menyoroti faktor usia dan waktu. Fury kini tak lagi muda, sementara Usyk juga sempat menjalani masa jeda panjang. “Di heavyweight, satu pukulan bisa mengubah segalanya. Anda tak bisa sepenuhnya menutup kemungkinan,” katanya. Namun ia mengakui, terkadang ada lawan yang memang “punya nomor kita”.
Terlepas dari hasil akhirnya, kembalinya Tyson Fury disambut positif oleh banyak pihak. Dunia tinju dinilai kehilangan warna saat Fury absen. Karakternya yang kontroversial, karisma besar, serta kemampuannya di atas ring membuat setiap penampilannya selalu dinantikan. “Nikmati dia selagi masih ada,” kata Gallagher. “Dia bisa saja bangun suatu pagi dan memutuskan pensiun lagi.”
Kini, April akan menjadi penanda awal dari babak baru perjalanan Tyson Fury. Apakah comeback ini hanya sekadar satu pertarungan terakhir, atau justru langkah awal menuju sejarah sebagai juara dunia kelas berat tiga kali, jawabannya akan segera terungkap di atas ring.
Jika mampu melewati Makhmudov, peluang besar menanti Fury di akhir 2026. Duel sesama petinju Inggris melawan Anthony Joshua masih menjadi laga impian publik, meski situasi Joshua belum pasti usai mengalami tragedi pribadi. Opsi lain yang tak kalah menantang adalah menghadapi Fabio Wardley atau bahkan trilogi melawan Usyk—sebuah misi yang diakui Gallagher sangat berat, tetapi bukan mustahil di kelas berat.
Gallagher juga menyoroti faktor usia dan waktu. Fury kini tak lagi muda, sementara Usyk juga sempat menjalani masa jeda panjang. “Di heavyweight, satu pukulan bisa mengubah segalanya. Anda tak bisa sepenuhnya menutup kemungkinan,” katanya. Namun ia mengakui, terkadang ada lawan yang memang “punya nomor kita”.
Terlepas dari hasil akhirnya, kembalinya Tyson Fury disambut positif oleh banyak pihak. Dunia tinju dinilai kehilangan warna saat Fury absen. Karakternya yang kontroversial, karisma besar, serta kemampuannya di atas ring membuat setiap penampilannya selalu dinantikan. “Nikmati dia selagi masih ada,” kata Gallagher. “Dia bisa saja bangun suatu pagi dan memutuskan pensiun lagi.”
Kini, April akan menjadi penanda awal dari babak baru perjalanan Tyson Fury. Apakah comeback ini hanya sekadar satu pertarungan terakhir, atau justru langkah awal menuju sejarah sebagai juara dunia kelas berat tiga kali, jawabannya akan segera terungkap di atas ring.
(sto)
Lihat Juga :