Achmad Hulaefi Melatih Wushu Anak Didiknya secara Virtual
Senin, 04 Mei 2020 - 16:53 WIB
loading...
Achmad Hulaifi bersama sang istri Lindswell Kwok
A
A
A
JAKARTA - Kondisi Ramadhan di tengah pandemi Covid-19 tidak menurunkan semangat mantan atlet wushu Indonesia Achmad Hulaefi yang sekarang menggeluti dunia pelatih untuk menularkan ilmunya dengan menjalani latihan lewat virtual kepada anak didiknya. Suami dari mantan atlet wushu Lindswell Kwok ini setiap hari memantau perkembangan anak didiknya dalam menjalankan program latihan.
"Kalau kondisi seperti ini saya melatih lewat media online, di grup kita kasih program latihan. Nanti bukti latihannya di videoin, setiap sore jam 4 dilaporkan di grup. Terus kita lihat, jika ada gerakan yang nggak benar, kita kasih masukan dan minta perbaiki besoknya," kata pria yang juga akrab disapa Ulai ini.
Pasangan yang baru saja dikaruniai seorang putra pertama ini mengaku, pandemi Covid-19 memang membuat aktifitasnya sehari-hari sedikit terganggu. Namun Ulai tetap mensyukuri kondisi ini, bahkan di bulan Ramadhan ini dia jadikan untuk mempertebal iman dengan beribadah di rumah bersama keluarganya.
"Selain sibuk memberikan program latihan online, saya juga tengah fokus meningkatkan kualitas ibadah bulan Ramadhan. Meski tidak bergabung dengan keluarga besar, saya tetap semangat menjalani ibadah. Apalagi tahun ini tidak hanya dijalani bersama Lindswell, melainkan ditemani Achmad Zubayr, putra kami," terang Ulai.
Meski tidak lagi menjadi atlet, Ulai masih mencurahkan waktu dan perhatiannya untuk olahraga wushu. Ia bersama istri memiliki mimpi besar untuk membangun sasana Wushu milik mereka sendiri dan mencetak atlet berprestasi serta mendukung perkembangan olahraga wushu di Indonesia.
"Saya sama istri punya banget cita-cita punya gedung wushu sendiri dan mencetak atlet untuk Indonesia. Kalau bisa secepatnya terwujud. Sekarang kita baru mengembangkan klub, terus cari rekanan untuk kerja sama membangun gedung wushu. Sekarang masih terus usaha begitu aja sih,"kata Ulai.
Ketika menjadi atlet Achmad Hulaefi merupakan seorang pewushu profesional yang turut memperkuat skuad nasional Indonesia dan tidak pernah absen menyumbangkan medali di masa aktifnya. Kecintaan Hulaefi pada wushu bermula saat dikenalkan sang paman, Ahmad Rivai, seorang pewushu yang juga menjadi pelatih di Sasana Inti Bayangan, Jakarta.
"Kalau kondisi seperti ini saya melatih lewat media online, di grup kita kasih program latihan. Nanti bukti latihannya di videoin, setiap sore jam 4 dilaporkan di grup. Terus kita lihat, jika ada gerakan yang nggak benar, kita kasih masukan dan minta perbaiki besoknya," kata pria yang juga akrab disapa Ulai ini.
Pasangan yang baru saja dikaruniai seorang putra pertama ini mengaku, pandemi Covid-19 memang membuat aktifitasnya sehari-hari sedikit terganggu. Namun Ulai tetap mensyukuri kondisi ini, bahkan di bulan Ramadhan ini dia jadikan untuk mempertebal iman dengan beribadah di rumah bersama keluarganya.
"Selain sibuk memberikan program latihan online, saya juga tengah fokus meningkatkan kualitas ibadah bulan Ramadhan. Meski tidak bergabung dengan keluarga besar, saya tetap semangat menjalani ibadah. Apalagi tahun ini tidak hanya dijalani bersama Lindswell, melainkan ditemani Achmad Zubayr, putra kami," terang Ulai.
Meski tidak lagi menjadi atlet, Ulai masih mencurahkan waktu dan perhatiannya untuk olahraga wushu. Ia bersama istri memiliki mimpi besar untuk membangun sasana Wushu milik mereka sendiri dan mencetak atlet berprestasi serta mendukung perkembangan olahraga wushu di Indonesia.
"Saya sama istri punya banget cita-cita punya gedung wushu sendiri dan mencetak atlet untuk Indonesia. Kalau bisa secepatnya terwujud. Sekarang kita baru mengembangkan klub, terus cari rekanan untuk kerja sama membangun gedung wushu. Sekarang masih terus usaha begitu aja sih,"kata Ulai.
Ketika menjadi atlet Achmad Hulaefi merupakan seorang pewushu profesional yang turut memperkuat skuad nasional Indonesia dan tidak pernah absen menyumbangkan medali di masa aktifnya. Kecintaan Hulaefi pada wushu bermula saat dikenalkan sang paman, Ahmad Rivai, seorang pewushu yang juga menjadi pelatih di Sasana Inti Bayangan, Jakarta.
Lihat Juga :