Indonesia Absen di Cabang Sepak Bola Asian Games 2026? Ketua KOI: Harus Fair

Jum'at, 20 Februari 2026 - 18:19 WIB
loading...
Indonesia Absen di Cabang...
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, angkat bicara terkait kabar Timnas Indonesia U-23 absen dalam ajang Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang. Foto: SINDOnews/MPI/Andika Rachmansyah
A A A
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, angkat bicara terkait kabar Timnas Indonesia U-23 absen dalam ajang Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang. Dia mengatakan pihaknya telah menyikapi isu tersebut dengan berkomunikasi langsung dengan Dewan Olimpiade Asia (OCA).

Timnas Indonesia U-23 dilaporkan absen dalam pesta olahraga terbesar se-Asia itu karena adanya perubahan format yang dilakukan OCA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Format barunya yakni 16 tim yang berpartisipasi di ajang tersebut adalah mereka yang lolos ke Piala Asia U-23 2026.

Dengan begitu, skuad Garuda Muda harus absen karena gagal lolos ke Piala Asia U-23 2026. Meski demikian, belum ada kepastian soal kebenaran terkait kabar tersebut. PSSI pun juga belum menerima surat resmi mengenai hal tersebut dan menyerahkannya kepada KOI, mengingat urusan mutli event merupakan ranah KOI.

Kini, Raja Sapta selaku Ketua KOI memberi jawaban terkait kabar tersebut. Okto, sapaan akrabnya, menilai ada kejanggalan apabila cabang olahraga (cabor) sepak bola digelar tanpa melalui proses kualifikasi pada Asian Games 2026.

“Secara informal saya laporkan sama Menpora bahwa kami, NOC, sudah menyikapi apa yang dilakukan oleh OCA (Olympic Council of Asia). Bahwa kalau sepak bola ternyata dilakukan proses grading tanpa kualifikasi, ini kan tidak biasa. Biasanya di Asian Games itu kan semuanya ikut,” kata Okto kepada wartawan termasuk iNews Media Group di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Okto menyoroti minimnya sosialiasi yang dilakukan OCA mengenai perubahan format dalam cabor sepak bola. Menurutnya, pembatasan jumlah peserta di cabor tersebut cukup disayangkan, mengingat sepak bola merupakan salah satu cabor unggulan dalam hal daya tarik penonton.

“Nah, apakah ini diambil karena ketidakmampuan Nagoya sebagai tuan rumah, itu hal yang lain. Tetapi, sosialisasinya itu harus sampai sama kita dan itu harus fair,” ujar Okto.

“Karena yang paling utama, kami ingatkan juga kepada mereka bahwa fanbase sepak bola itu yang paling besar dari semua cabang olahraga yang ada di Asian Games. Kami terus melakukan komunikasi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Okto berharap komunikasi yang telah dilakukan dengan OCA bisa membuahkan hasil positif. Satu yang pasti, dIa menegaskan, pihaknya bersama federasi dari negara-negara lain akan berupaya agar format cabang olahraga sepak bola dapat diikuti oleh seluruh negara peserta.

“Kami terima kasih Pak Menpora kemarin dukungannya, sehingga komunikasi yang kita lakukan kepada pihak OCA secara langsung melalui Presidennya, itu mudah-mudahan akan memiliki dampak terhadap kebijakan yang akan nanti diambil,” ucapnya.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sepak Bola Gelorakan...
Sepak Bola Gelorakan Kampanye Dont Stop The Celebration, Ajak Masyarakat Rayakan Kebersamaan
Cetak Sejarah di Honduras,...
Cetak Sejarah di Honduras, Indonesia Sabet Perak di IFA7 World Championship 2026
Depak Brasil, FA7 Indonesia...
Depak Brasil, FA7 Indonesia Tembus Babak Final IFA7 World Championship 2026
Cetak Sejarah, Tim FA7...
Cetak Sejarah, Tim FA7 Indonesia Tantang Brasil di Semifinal World Championship 2026
Arsenal Juara Liga Inggris...
Arsenal Juara Liga Inggris 2025/2026 Menurut Superkomputer
Kongres FIFA Berjalan...
Kongres FIFA Berjalan Panas, Presiden Federasi Palestina Tolak Jabat Tangan Wakil Israel
Demam Piala Dunia, Bagaimana...
Demam Piala Dunia, Bagaimana Islam Memandang Olahraga?
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Special Bola
Bersiap Hadapi 4 Kompetisi,...
Liga Indonesia
Bersiap Hadapi 4 Kompetisi, Persib Bandung Buka Peluang Gelar TC di Luar Negeri
Piala Dunia 2026: Kisah...
Bola Dunia
Piala Dunia 2026: Kisah Heroik Yassine Bounou, Tepis Penalti Crysencio Summerville dengan Satu Tangan!
Sindir Ekonom Jerman...
Bola Dunia
Sindir Ekonom Jerman yang Ramal Brasil Kalah dari Jepang, Neymar: Tolong Coba Lagi di Piala Dunia Berikutnya!
Rekomendasi
BMKG Perkirakan Fenomena...
BMKG Perkirakan Fenomena El Nino Berlangsung 9-12 Bulan
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Ringankan Beban Warga Kendari
Kejari Jaksel Sebut...
Kejari Jaksel Sebut Praperadilan Roy Suryo Salah Alamat
Berita Terkini
Gol Tah Dianulir VAR...
Gol Tah Dianulir VAR dan Jerman Tersingkir, Klopp: Kalau Begitu Arsenal Bukan Juara!
Tumbangkan Jerman, Paraguay...
Tumbangkan Jerman, Paraguay Rayakan dengan Libur Nasional
2 Kuda Hitam Curi Panggung,...
2 Kuda Hitam Curi Panggung, Piala Dunia 2026 Hadirkan Era Baru?
Belanda Tersingkir,...
Belanda Tersingkir, Rekor Bersejarah Berakhir
Maroko Ciptakan Sejarah...
Maroko Ciptakan Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
Kejutan! Maroko Singkirkan...
Kejutan! Maroko Singkirkan Belanda Lewat Drama Adu Penalti
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved