Tiba Lebih Awal di Inggris, Tim Bulu Tangkis Indonesia Aklimatisasi Jelang All England 2026
Senin, 23 Februari 2026 - 11:22 WIB
loading...
Tiba Lebih Awal di Inggris, Tim Bulu Tangkis Indonesia Aklimatisasi Jelang All England 2026
A
A
A
PENGURUS Pusat Bulutangkis Seluruh Indonesia ( PP PBSI ) mempersiapkan skuad Merah Putih dengan matang dalam menatap All England 2026. Sebanyak 24 atlet yang dikirim akan diberangkatkan satu minggu lebih awal untuk aklimatisasi.
All England 2026 menjadi salah satu turnamen bergengsi yang akan dimainkan para atlet Indonesia. Sesuai jadwal turnamen tertua di dunia itu akan berlangsung pada 3-8 Maret 2026 di Utilita Arena, Birmingham, Inggris.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian menyampaikan bahwa persaingan di level elite menuntut kesiapan maksimal dari seluruh aspek mulai dari fisik hingga mental. Sehingga, persiapan harus dilakukan secara terukur dan menyeluruh dengan menitikberatkan pada kesiapan fisik, teknis, mental, serta adaptasi terhadap kondisi lokasi pertandingan yang berada di kawasan Eropa.
“Bertanding di level Super 1000 adalah ujian kualitas dan mental. Kami ingin mereka berani menghadapi tekanan, belajar dari sebuah pertandingan besar, dan menunjukkan permainan terbaiknya,” ujar Eng Hian dalam rilis resmi PBSI, Minggu (22/2/2026).
Oleh karena itu, PBSI berencana memberangkatkan 24 atlet yang dikirim untuk terbang ke Inggris lebih awal. Mereka bakal menjalani program aklimatisasi pada 24-28 Februari alias pekan depan.
“Aklimatisasi menjadi faktor krusial. Tim akan menjalani program aklimatisasi pada 24–28 Februari 2026 di Milton Keynes, yang berjarak sekitar 120 kilometer di sebelah selatan Birmingham. Selanjutnya, pada 1 Maret, tim akan berpindah ke kota Birmingham agar para atlet memiliki waktu adaptasi yang optimal dengan venue pertandingan,” terang Eng Hian.
Lebih lanjut, Eng Hian menjelaskan pemilihan lokasi aklimatisasi dilakukan dengan pertimbangan matang. Sebab, federasi ingin atlet Merah Putih benar-benar siap tampil hingga mengukir hasil manis.
“Kami ingin pemain benar-benar siap saat memasuki arena, baik secara fisik, teknis, maupun mental,” tegasnya.
Dalam keterangan resminya, PBSI turut menargetkan setidaknya ada satu gelar yang bisa dibawa pulang oleh tim Indonesia dari All England 2026. Selain itu, ajang tersebut juga jadi tolok ukur kualitas, konsistensi, dan mental juara seorang atlet.
All England 2026 menjadi salah satu turnamen bergengsi yang akan dimainkan para atlet Indonesia. Sesuai jadwal turnamen tertua di dunia itu akan berlangsung pada 3-8 Maret 2026 di Utilita Arena, Birmingham, Inggris.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian menyampaikan bahwa persaingan di level elite menuntut kesiapan maksimal dari seluruh aspek mulai dari fisik hingga mental. Sehingga, persiapan harus dilakukan secara terukur dan menyeluruh dengan menitikberatkan pada kesiapan fisik, teknis, mental, serta adaptasi terhadap kondisi lokasi pertandingan yang berada di kawasan Eropa.
“Bertanding di level Super 1000 adalah ujian kualitas dan mental. Kami ingin mereka berani menghadapi tekanan, belajar dari sebuah pertandingan besar, dan menunjukkan permainan terbaiknya,” ujar Eng Hian dalam rilis resmi PBSI, Minggu (22/2/2026).
Oleh karena itu, PBSI berencana memberangkatkan 24 atlet yang dikirim untuk terbang ke Inggris lebih awal. Mereka bakal menjalani program aklimatisasi pada 24-28 Februari alias pekan depan.
“Aklimatisasi menjadi faktor krusial. Tim akan menjalani program aklimatisasi pada 24–28 Februari 2026 di Milton Keynes, yang berjarak sekitar 120 kilometer di sebelah selatan Birmingham. Selanjutnya, pada 1 Maret, tim akan berpindah ke kota Birmingham agar para atlet memiliki waktu adaptasi yang optimal dengan venue pertandingan,” terang Eng Hian.
Lebih lanjut, Eng Hian menjelaskan pemilihan lokasi aklimatisasi dilakukan dengan pertimbangan matang. Sebab, federasi ingin atlet Merah Putih benar-benar siap tampil hingga mengukir hasil manis.
“Kami ingin pemain benar-benar siap saat memasuki arena, baik secara fisik, teknis, maupun mental,” tegasnya.
Dalam keterangan resminya, PBSI turut menargetkan setidaknya ada satu gelar yang bisa dibawa pulang oleh tim Indonesia dari All England 2026. Selain itu, ajang tersebut juga jadi tolok ukur kualitas, konsistensi, dan mental juara seorang atlet.
(sto)
Lihat Juga :