Owners Meeting KFI dengan Klub WPFL dan PFL2, Fokus Perkuat Industri Futsal Nasional
Rabu, 25 Februari 2026 - 18:56 WIB
loading...
Owners Meeting KFI dengan Klub WPFL dan PFL2, Fokus Perkuat Industri Futsal Nasional
A
A
A
JAKARTA - Kompetisi Futsal Indonesia (KFI) menggelar Owners Meeting bersama para pemilik dan manajer klub dari Women's Pro Futsal League (WPFL) dan Pro Futsal League 2 (PFL2), 24 Februari 2026. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi kompetisi dan membangun industri futsal yang berkelanjutan di Indonesia.
Agenda tersebut tidak sekadar forum formal antara operator dan peserta liga. Diskusi berlangsung terbuka dan konstruktif karena seluruh pihak yang hadir merupakan bagian dari ekosistem liga profesional futsal nasional.
Ada tiga pilar utama yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan itu. Ketiganya meliputi peningkatan kualitas kompetisi di lapangan, perluasan jangkauan media, serta optimalisasi potensi komersial di luar pertandingan.
Peningkatan mutu kompetisi dinilai sebagai tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Liga profesional dipandang sebagai fondasi utama lahirnya pemain-pemain andalan Tim Nasional Futsal Indonesia, baik putra maupun putri, yang ditempa melalui persaingan di kasta tertinggi.
Sebagai tindak lanjut komitmen tersebut, kompetisi musim ini akan dijalankan dengan standar yang lebih baik. WPFL dan PFL2 dijadwalkan berlangsung pada April hingga Juli 2026 dengan dua kota sebagai pusat penyelenggaraan, yakni Bandung dan Sukoharjo.
Direktur Utama KFI, Rorian Pratyaksa, menegaskan semangat kolaborasi dalam forum tersebut. "Kami duduk bersama bukan untuk klaim berlebihan, melainkan murni untuk berkolaborasi secara nyata," ujar Rorian Pratyaksa, Direktur Utama Kompetisi Futsal Indonesia (KFI).
Ia menambahkan bahwa peningkatan level liga tidak bisa dilakukan secara sepihak. "Kami menyadari bahwa membawa liga ini ke next level, sekaligus menjaga muruah kompetisi yang melahirkan para penggawa Timnas kita, tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Ini harus dibangun bersama-sama dengan seluruh elemen pemilik dan manajer yang selama ini telah berdedikasi membesarkan liga," kata Rorian.
Melalui Owners Meeting tersebut, KFI dan seluruh klub peserta sepakat untuk mengubah pendekatan pengelolaan liga. Ke depan, kompetisi tidak hanya diposisikan sebagai turnamen, melainkan sebagai entitas bisnis olahraga yang memberi nilai tambah bagi semua pihak.
Transformasi ini diharapkan berdampak langsung pada klub dan pemain. Selain itu, sponsor, mitra media, serta penggemar futsal nasional juga diharapkan merasakan manfaat dari tata kelola yang lebih profesional.
KFI sendiri merupakan operator resmi liga futsal profesional di Indonesia yang menaungi penyelenggaraan Pro Futsal League (PFL), WPFL, dan PFL2. Komitmen tersebut ditegaskan untuk memajukan kualitas olahraga futsal sekaligus mengembangkan potensi komersialnya agar tumbuh sebagai industri yang mandiri dan berkelanjutan di Tanah Air.
Agenda tersebut tidak sekadar forum formal antara operator dan peserta liga. Diskusi berlangsung terbuka dan konstruktif karena seluruh pihak yang hadir merupakan bagian dari ekosistem liga profesional futsal nasional.
Ada tiga pilar utama yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan itu. Ketiganya meliputi peningkatan kualitas kompetisi di lapangan, perluasan jangkauan media, serta optimalisasi potensi komersial di luar pertandingan.
Peningkatan mutu kompetisi dinilai sebagai tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Liga profesional dipandang sebagai fondasi utama lahirnya pemain-pemain andalan Tim Nasional Futsal Indonesia, baik putra maupun putri, yang ditempa melalui persaingan di kasta tertinggi.
Sebagai tindak lanjut komitmen tersebut, kompetisi musim ini akan dijalankan dengan standar yang lebih baik. WPFL dan PFL2 dijadwalkan berlangsung pada April hingga Juli 2026 dengan dua kota sebagai pusat penyelenggaraan, yakni Bandung dan Sukoharjo.
Direktur Utama KFI, Rorian Pratyaksa, menegaskan semangat kolaborasi dalam forum tersebut. "Kami duduk bersama bukan untuk klaim berlebihan, melainkan murni untuk berkolaborasi secara nyata," ujar Rorian Pratyaksa, Direktur Utama Kompetisi Futsal Indonesia (KFI).
Ia menambahkan bahwa peningkatan level liga tidak bisa dilakukan secara sepihak. "Kami menyadari bahwa membawa liga ini ke next level, sekaligus menjaga muruah kompetisi yang melahirkan para penggawa Timnas kita, tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Ini harus dibangun bersama-sama dengan seluruh elemen pemilik dan manajer yang selama ini telah berdedikasi membesarkan liga," kata Rorian.
Melalui Owners Meeting tersebut, KFI dan seluruh klub peserta sepakat untuk mengubah pendekatan pengelolaan liga. Ke depan, kompetisi tidak hanya diposisikan sebagai turnamen, melainkan sebagai entitas bisnis olahraga yang memberi nilai tambah bagi semua pihak.
Transformasi ini diharapkan berdampak langsung pada klub dan pemain. Selain itu, sponsor, mitra media, serta penggemar futsal nasional juga diharapkan merasakan manfaat dari tata kelola yang lebih profesional.
KFI sendiri merupakan operator resmi liga futsal profesional di Indonesia yang menaungi penyelenggaraan Pro Futsal League (PFL), WPFL, dan PFL2. Komitmen tersebut ditegaskan untuk memajukan kualitas olahraga futsal sekaligus mengembangkan potensi komersialnya agar tumbuh sebagai industri yang mandiri dan berkelanjutan di Tanah Air.
(sto)
Lihat Juga :