Panjat Tebing Indonesia Diterpa Isu Pelecehan Seksual, Coach Hendra Basir Dicopot Akhirnya Buka Mulut
Kamis, 26 Februari 2026 - 09:10 WIB
loading...
A
A
A
"Nah, dalam proses saya pulang ini, ternyata di tanggal 28 Januari rame tuh. Nah, baru tanggal 13 Februari saya dapat surat itu, surat penonaktifan, yang tertandatangan di tanggal 9 Februari. Artinya bisa saja surat itu beredar dulu sebelum saya terima gitu kan," tambahnya.
Hendra mempertanyakan alur waktu tersebut karena merasa tidak pernah dimintai klarifikasi. Namun, pada akhirnya Hendra memilih bersikap legawa untuk menyelesaikan persoalan ini.
"Jadi buat saya ini sudah pembunuhan karakter. Karena tidak ada proses tabayyun dulu ke saya. Apakah benar delapan orang ini, lima putra, tiga putri ini begini ceritanya gitu kan. Itu kan buat saya sudah nggak fair gitu. Tapi ya saya terima, nggak apa-apa. Toh juga dengan ini pun saya juga udah cukuplah di tim nasional gitu," jelas Hendra Basir.
Dia menegaskan pendekatan yang dilakukan sejak 2012 merupakan bagian dari metode kepelatihannya di Pelatnas FPTI. Hendra siap menerima konsekuensi jika pola kerasnya dinilai sebagai kekerasan fisik, namun menolak tuduhan pelecehan seksual.
"Kalau itu dijadikan sebuah isu utama, saya terima. Saya marah di situ. Ini ada konteks berlatihnya lah. Intinya tidak tidak jauh dari situ," ucapnya.
"Tetapi isu tentang pelecehan itu, itu yang bikin saya aduh, gila gua sebegitunya untuk negara, keluarga gua tinggal dan segala macam, tapi adek-adek gue berkoalisi, atlet-atlet senior berkoalisi untuk menjelekkan dengan isu begitu, itu udah soal harga diri ini," tukasnya.
Sementara itu, PP FPTI dikabarkan telah membentuk tim pencari fakta untuk menyelesaikan kasus ini. Senyampang dengan itu, Hendra Basir masih berstatus dinonaktifkan sementara dari jabatan pelatih tim panjat tebing Indonesia.
Sebelumnya ramai diperbincangkan, Federasi Panjat Tebing Indonesia menonaktifkan sementara pelatih Hendra Basir imbas dugaan kekerasaan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet. Sementara investigasi berjalan, atlet-atlet yang diduga menjadi korban mendapatkan pendampingan.
Pada 28 Januari 2026 sebanyak delapan atlet panjat tebing Pelatnas FPTI, yang didampingi oleh psikolog Pelatnas FPTI, telah menyampaikan pengaduan kepada Ketua Umum PP FPTI. Pengaduan itu tentang dugaan adanya tindakan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang terjadi di lingkungan Pelatnas FPTI.
Hendra mempertanyakan alur waktu tersebut karena merasa tidak pernah dimintai klarifikasi. Namun, pada akhirnya Hendra memilih bersikap legawa untuk menyelesaikan persoalan ini.
"Jadi buat saya ini sudah pembunuhan karakter. Karena tidak ada proses tabayyun dulu ke saya. Apakah benar delapan orang ini, lima putra, tiga putri ini begini ceritanya gitu kan. Itu kan buat saya sudah nggak fair gitu. Tapi ya saya terima, nggak apa-apa. Toh juga dengan ini pun saya juga udah cukuplah di tim nasional gitu," jelas Hendra Basir.
Dia menegaskan pendekatan yang dilakukan sejak 2012 merupakan bagian dari metode kepelatihannya di Pelatnas FPTI. Hendra siap menerima konsekuensi jika pola kerasnya dinilai sebagai kekerasan fisik, namun menolak tuduhan pelecehan seksual.
"Kalau itu dijadikan sebuah isu utama, saya terima. Saya marah di situ. Ini ada konteks berlatihnya lah. Intinya tidak tidak jauh dari situ," ucapnya.
"Tetapi isu tentang pelecehan itu, itu yang bikin saya aduh, gila gua sebegitunya untuk negara, keluarga gua tinggal dan segala macam, tapi adek-adek gue berkoalisi, atlet-atlet senior berkoalisi untuk menjelekkan dengan isu begitu, itu udah soal harga diri ini," tukasnya.
Sementara itu, PP FPTI dikabarkan telah membentuk tim pencari fakta untuk menyelesaikan kasus ini. Senyampang dengan itu, Hendra Basir masih berstatus dinonaktifkan sementara dari jabatan pelatih tim panjat tebing Indonesia.
Sebelumnya ramai diperbincangkan, Federasi Panjat Tebing Indonesia menonaktifkan sementara pelatih Hendra Basir imbas dugaan kekerasaan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet. Sementara investigasi berjalan, atlet-atlet yang diduga menjadi korban mendapatkan pendampingan.
Pada 28 Januari 2026 sebanyak delapan atlet panjat tebing Pelatnas FPTI, yang didampingi oleh psikolog Pelatnas FPTI, telah menyampaikan pengaduan kepada Ketua Umum PP FPTI. Pengaduan itu tentang dugaan adanya tindakan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang terjadi di lingkungan Pelatnas FPTI.
(sto)
Lihat Juga :