Australia Tampung 5 Pemain Timnas Putri Iran

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:33 WIB
loading...
Australia Tampung 5...
Australia Tampung 5 Pemain Timnas Putri Iran
A A A
Lima pemain tim nasional sepak bola putri Iran mendapatkan visa kemanusiaan dari pemerintah Australia setelah tim mereka tersingkir dari AFC Women's Asian Cup . Keputusan ini diambil menyusul kekhawatiran terhadap keselamatan para pemain setelah mereka menolak menyanyikan lagu kebangsaan Iran sebelum pertandingan melawan Timnas Korea Selatan pekan lalu.

Menteri Imigrasi Australia, Tony Burke, menyatakan lima pemain tersebut telah dipindahkan ke lokasi aman dengan bantuan kepolisian setempat sebelum proses visa kemanusiaan mereka disetujui.

Kelima pemain yang menerima perlindungan tersebut adalah Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh, dan Mona Hamoudi.

“Mereka ingin menegaskan bahwa mereka bukan aktivis politik. Mereka adalah atlet yang hanya ingin merasa aman,” kata Burke.

Berawal dari Aksi Protes Lagu Kebangsaan


Kontroversi muncul setelah para pemain Iran tidak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum laga melawan Korea Selatan. Tindakan tersebut memicu kritik keras di Iran.

Seorang komentator konservatif bahkan menyebut mereka sebagai “pengkhianat di masa perang” dan mendesak adanya hukuman berat.

Situasi itu membuat para pendukung khawatir keselamatan para pemain terancam jika mereka kembali ke Iran. Para pemain awalnya dijadwalkan pulang setelah turnamen berakhir.

Menurut pemerintah Australia, pada Senin (10/3/2026) para pemain yang ingin bertahan di negara tersebut meninggalkan hotel tim dan dipindahkan ke tempat aman oleh polisi.

Burke mengatakan ia sempat bertemu langsung dengan mereka sebelum menandatangani persetujuan visa kemanusiaan sekitar pukul 01.30 dini hari waktu setempat.

Visa kemanusiaan Australia memberikan perlindungan permanen bagi pengungsi atau orang yang membutuhkan bantuan kemanusiaan. Pemegang visa dapat tinggal, bekerja, dan belajar di negara tersebut.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese kemudian mengonfirmasi bahwa kelima atlet tersebut telah resmi menerima visa perlindungan.

Kasus ini menarik perhatian besar publik Australia. Pada Minggu malam, ratusan pendukung mengelilingi bus tim Iran saat meninggalkan stadion di Gold Coast sambil meneriakkan “Save our girls”.

Situasi di hotel tim juga sempat memanas ketika beberapa pemain terlihat berdiskusi dengan aktivis sebelum meninggalkan lobi secara berkelompok.

Isu ini bahkan sampai menarik perhatian Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Melalui platform Truth Social, ia mendesak Australia memberikan suaka kepada para pemain tersebut.

Trump bahkan menyatakan Amerika Serikat siap menerima mereka jika Australia menolak, meski kemudian ia mengatakan telah berbicara dengan Albanese dan mengetahui bahwa sebagian pemain sudah mendapatkan perlindungan.

Pemain Lain Masih Punya Pilihan


Pemerintah Australia juga menyampaikan bahwa kesempatan yang sama terbuka bagi anggota tim lainnya jika mereka ingin tetap tinggal.

“Australia telah menaruh simpati besar kepada tim sepak bola putri Iran. Mereka sangat populer di sini, tetapi kami memahami mereka sedang menghadapi keputusan yang sangat sulit,” ujar Burke.

Kasus ini menjadi salah satu contoh terbaru bagaimana olahraga internasional dapat bersinggungan dengan isu politik dan keamanan, terutama bagi atlet yang berasal dari negara dengan tekanan politik kuat.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Mayat Ditemukan Dekat...
Mayat Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Teror atau Kebetulan?
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Timnas Iran Pakai Pin...
Timnas Iran Pakai Pin 168 di Piala Dunia 2026, Simbol Korban Tewas Serangan Udara di Minab
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Special Bola
4 Calon Pemain Naturalisasi...
Bola Dunia
4 Calon Pemain Naturalisasi Tambahan Timnas Indonesia Setelah Luke Vickery dan Mitchell Baker, Nomor 1 Laurin Ulrich!
Lihat Ayyoub Bouaddi...
Bola Dunia
Lihat Ayyoub Bouaddi di Piala Dunia 2026, Laurin Ulrich dan Julian Oerip Pilih Gabung Timnas Indonesia?
Mati Kutu Lawan Timnas...
Bola Dunia
Mati Kutu Lawan Timnas Indonesia, Nestory Irankunda Kini Jadi Man of the Match Piala Dunia 2026!
Rekomendasi
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 72: Ketegangan Memuncak! Sena Nekat Terjun ke Operasi Penyergapan di Tengah Demam Tinggi!
Janji Tesla 10 Tahun...
Janji Tesla 10 Tahun Lalu Diwujudkan Xiaomi: Robot Charger EV Otomatis
BAIC Pasang Strategi...
BAIC Pasang Strategi Agresif di Indonesia, DP 10%, Potongan Rp50 Juta
Berita Terkini
Spanyol vs Cape Verde:...
Spanyol vs Cape Verde: La Roja di Ambang Pesta Gol
Ceferin Bilang Piala...
Ceferin Bilang Piala Dunia 2026 Tak Menarik, 13 Negara Murka
Atletik Indonesia Bersinar...
Atletik Indonesia Bersinar di Filipina, Emilia Nova Sumbang Emas dan 2 Perak untuk Merah Putih
FA Simpan Tiket Murah...
FA Simpan Tiket Murah Piala Dunia 2026 untuk Fans Inggris
Profil Zion Suzuki:...
Profil Zion Suzuki: Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Spanyol vs Cape Verde:...
Spanyol vs Cape Verde: Laga Tak Seimbang di Piala Dunia 2026
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved