Mohamed Salah yang Mengubah Wajah Islamofobia di Inggris
Rabu, 25 Maret 2026 - 09:33 WIB
loading...
A
A
A
Fenomena ini juga terasa di level suporter. Lagu-lagu dukungan untuk Salah kerap dinyanyikan di stadion, menggambarkan penerimaan yang lebih inklusif. Hal ini menjadi kontras dengan masa sebelumnya, ketika sentimen negatif terhadap Muslim masih kerap terdengar di tribun sepak bola.
Tak hanya di Inggris, pengaruh Salah meluas hingga Eropa melalui kiprahnya di kompetisi seperti Liga Champions. Ia menjadi simbol bahwa keberhasilan dan identitas keagamaan bisa berjalan beriringan.
Bahkan dalam menjalankan ibadah seperti Ramadan, Salah tetap berusaha menyeimbangkan profesionalitas dan keyakinannya. Hal ini semakin memperkuat citra positifnya sebagai atlet sekaligus pribadi.
Kini, saat Salah bersiap meninggalkan Liverpool, warisan yang ditinggalkannya bukan hanya trofi Liga Inggris dan Liga Champions serta 225 gol yang menempatkannya dalam daftar 3 pencetak gol terbanyak The Reds. Ia juga meninggalkan dampak sosial yang nyata—membantu membuka ruang pemahaman baru tentang Islam di tengah masyarakat Inggris.
Di luar lapangan, mungkin inilah salah satu “gol” terpenting yang pernah ia ciptakan.
Tak hanya di Inggris, pengaruh Salah meluas hingga Eropa melalui kiprahnya di kompetisi seperti Liga Champions. Ia menjadi simbol bahwa keberhasilan dan identitas keagamaan bisa berjalan beriringan.
Bahkan dalam menjalankan ibadah seperti Ramadan, Salah tetap berusaha menyeimbangkan profesionalitas dan keyakinannya. Hal ini semakin memperkuat citra positifnya sebagai atlet sekaligus pribadi.
Kini, saat Salah bersiap meninggalkan Liverpool, warisan yang ditinggalkannya bukan hanya trofi Liga Inggris dan Liga Champions serta 225 gol yang menempatkannya dalam daftar 3 pencetak gol terbanyak The Reds. Ia juga meninggalkan dampak sosial yang nyata—membantu membuka ruang pemahaman baru tentang Islam di tengah masyarakat Inggris.
Di luar lapangan, mungkin inilah salah satu “gol” terpenting yang pernah ia ciptakan.
(sto)
Lihat Juga :