Raih Grassroots Development Program of The Year di PSSI Awards, MilkLife Soccer Challenge Diikuti 32.000 Siswi SD dan MI
Senin, 30 Maret 2026 - 18:19 WIB
loading...
Raih Grassroots Development Program of The Year di PSSI Awards, MilkLife Soccer Challenge Diikuti 32.000 Siswi SD dan MI
A
A
A
JAKARTA - MilkLife Soccer Challenge meraih penghargaan Grassroots Development Program of The Year dalam ajang PSSI Awards yang digelar di Jakarta, akhir pekan lalu. Program inisiatif Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama susu MilkLife ini diharapkan terus mendorong minat dan prestasi sepak bola putri sejak usia dini.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa PSSI Awards bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk apresiasi bagi seluruh pihak yang berkontribusi dalam perkembangan sepak bola nasional. Ajang yang baru pertama kali digelar dalam 95 tahun sejarah PSSI ini menghadirkan 17 kategori penghargaan dan dihadiri jajaran Exco, pelatih timnas John Herdman, Direktur Teknik Alexander Zwiers, serta sejumlah pemain timnas.
“Panggung ini untuk mengapresiasi para pahlawan di lapangan hijau. Bukan hanya pemain, tetapi juga wasit, PSSI provinsi, sponsor, komunitas, dan pihak lain yang berperan dari level grassroots hingga prestasi,” ujar Erick.
Penghargaan tersebut diterima Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono. Ia menyebut apresiasi dari PSSI menjadi dorongan untuk terus memperkuat fondasi ekosistem sepak bola putri, khususnya di level usia dini.
“Penghargaan ini kami dedikasikan untuk mendiang Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, serta semua pihak yang terlibat. Ke depan, kami ingin menjangkau lebih banyak talenta muda yang bisa berkembang hingga level profesional dan memperkuat tim nasional,” kata Teddy.
Sejak dimulai pada 2023 di Kudus, Jawa Tengah, MilkLife Soccer Challenge kini telah hadir di 12 kota, yakni Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Kudus, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Samarinda, dan Banjarmasin. Kompetisi digelar dua kali setiap tahun di masing-masing kota.
Jumlah peserta pun terus meningkat. Pada Seri 1 2024 tercatat 5.163 peserta, kemudian naik menjadi 10.051 pada Seri 2 2024. Sementara pada Seri 1 2025–2026 jumlahnya mencapai 17.492 peserta. Secara total, sebanyak 32.706 siswi SD dan MI telah ambil bagian sejak program ini dimulai.
Kepala SDN Klepu 03 Semarang, Didit Sulistio, menilai program ini berdampak positif bagi perkembangan siswa. Selain meningkatkan aktivitas fisik, turnamen juga membantu perkembangan kognitif dan kepercayaan diri anak. Sekolahnya bahkan berhasil meraih juara empat kali beruntun di kategori KU 10 sejak Seri 2 2024 hingga Seri 2 2025–2026.
“Program ini menjadi wadah bagi siswa mengekspresikan bakatnya. Penghargaan ini menunjukkan pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia mulai berjalan ke arah yang tepat,” ujarnya.
Dari sisi peserta, manfaat program juga dirasakan langsung. Albianca Raula, salah satu alumni, mengaku turnamen ini membantunya berkembang hingga sempat mengikuti seleksi timnas putri U-16.
“Tidak hanya kompetisi, ada juga latihan dan tantangan keterampilan yang membuat kemampuan teknik dan mental semakin terasah,” kata Albianca.
Hal serupa disampaikan Ika Wonda, yang pernah tampil di ajang internasional JSSL Singapore 7’s 2025 dan meraih posisi runner-up. Ia berharap semakin banyak pesepakbola putri muda yang mendapatkan kesempatan serupa.
MilkLife Soccer Challenge tidak hanya menghadirkan pertandingan 7 lawan 7 untuk KU 10 dan KU 12, tetapi juga Festival SenengSoccer untuk KU 8 serta Skill Challenge sebagai pengenalan dasar sepak bola. Program ini akan ditutup dengan ajang All-Stars yang mempertemukan talenta terbaik dari setiap kota.
Berbeda dari sebelumnya, format All-Stars 2025–2026 akan menggunakan skema 9 lawan 9. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus.
Sementara itu, Seri 2 2025–2026 akan dimulai pada April dengan jadwal sebagai berikut:
Samarinda: 23–26 April 2026
Bekasi: 28 April – 3 Mei 2026
Banjarmasin: 30 April – 3 Mei 2026
Kudus: 12–17 Mei 2026
Surabaya: 12–17 Mei 2026
Malang: 21–24 Mei 2026
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa PSSI Awards bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk apresiasi bagi seluruh pihak yang berkontribusi dalam perkembangan sepak bola nasional. Ajang yang baru pertama kali digelar dalam 95 tahun sejarah PSSI ini menghadirkan 17 kategori penghargaan dan dihadiri jajaran Exco, pelatih timnas John Herdman, Direktur Teknik Alexander Zwiers, serta sejumlah pemain timnas.
“Panggung ini untuk mengapresiasi para pahlawan di lapangan hijau. Bukan hanya pemain, tetapi juga wasit, PSSI provinsi, sponsor, komunitas, dan pihak lain yang berperan dari level grassroots hingga prestasi,” ujar Erick.
Penghargaan tersebut diterima Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono. Ia menyebut apresiasi dari PSSI menjadi dorongan untuk terus memperkuat fondasi ekosistem sepak bola putri, khususnya di level usia dini.
“Penghargaan ini kami dedikasikan untuk mendiang Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, serta semua pihak yang terlibat. Ke depan, kami ingin menjangkau lebih banyak talenta muda yang bisa berkembang hingga level profesional dan memperkuat tim nasional,” kata Teddy.
Sejak dimulai pada 2023 di Kudus, Jawa Tengah, MilkLife Soccer Challenge kini telah hadir di 12 kota, yakni Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Kudus, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Samarinda, dan Banjarmasin. Kompetisi digelar dua kali setiap tahun di masing-masing kota.
Jumlah peserta pun terus meningkat. Pada Seri 1 2024 tercatat 5.163 peserta, kemudian naik menjadi 10.051 pada Seri 2 2024. Sementara pada Seri 1 2025–2026 jumlahnya mencapai 17.492 peserta. Secara total, sebanyak 32.706 siswi SD dan MI telah ambil bagian sejak program ini dimulai.
Kepala SDN Klepu 03 Semarang, Didit Sulistio, menilai program ini berdampak positif bagi perkembangan siswa. Selain meningkatkan aktivitas fisik, turnamen juga membantu perkembangan kognitif dan kepercayaan diri anak. Sekolahnya bahkan berhasil meraih juara empat kali beruntun di kategori KU 10 sejak Seri 2 2024 hingga Seri 2 2025–2026.
“Program ini menjadi wadah bagi siswa mengekspresikan bakatnya. Penghargaan ini menunjukkan pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia mulai berjalan ke arah yang tepat,” ujarnya.
Dari sisi peserta, manfaat program juga dirasakan langsung. Albianca Raula, salah satu alumni, mengaku turnamen ini membantunya berkembang hingga sempat mengikuti seleksi timnas putri U-16.
“Tidak hanya kompetisi, ada juga latihan dan tantangan keterampilan yang membuat kemampuan teknik dan mental semakin terasah,” kata Albianca.
Hal serupa disampaikan Ika Wonda, yang pernah tampil di ajang internasional JSSL Singapore 7’s 2025 dan meraih posisi runner-up. Ia berharap semakin banyak pesepakbola putri muda yang mendapatkan kesempatan serupa.
MilkLife Soccer Challenge tidak hanya menghadirkan pertandingan 7 lawan 7 untuk KU 10 dan KU 12, tetapi juga Festival SenengSoccer untuk KU 8 serta Skill Challenge sebagai pengenalan dasar sepak bola. Program ini akan ditutup dengan ajang All-Stars yang mempertemukan talenta terbaik dari setiap kota.
Berbeda dari sebelumnya, format All-Stars 2025–2026 akan menggunakan skema 9 lawan 9. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus.
Sementara itu, Seri 2 2025–2026 akan dimulai pada April dengan jadwal sebagai berikut:
Samarinda: 23–26 April 2026
Bekasi: 28 April – 3 Mei 2026
Banjarmasin: 30 April – 3 Mei 2026
Kudus: 12–17 Mei 2026
Surabaya: 12–17 Mei 2026
Malang: 21–24 Mei 2026
(sto)
Lihat Juga :