Fadly Alberto Dicoret dari Timnas Indonesia Buntut Lepaskan Tendangan Kungfu Brutal
Senin, 20 April 2026 - 12:32 WIB
loading...
Fadly Alberto Dicoret dari Timnas Indonesia Buntut Lepaskan Tendangan Kungfu Brutal
A
A
A
Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara, Sumardji mengatakan Fadly Alberto dicoret dari Timnas Indonesia U-20 usai melakukan tendangan kungfu ke pemain Dewa United U-20. Tindakan pemain, Bhayangkara FC U-20 itu diindikasi karena mendapatkan rasisme dari pemain lawan dan membuat terpancing emosi.
Kejadian itu dalam pertandingan Elite Pro Academy di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026). Aksi Fadly Alberto menjadi sorotan tajam.
Baca Juga: Viral Pemain Timnas Indonesia Fadly Alberto Lepaskan Tendangan Kungfu Brutal di Laga EPA U-20
Sumardji mengatakan tentunya aksi yang dilakukan Fadly Alberto tidak terpuji dalam dunia olahraga. Dia menilai ada rentetan faktor yang membuat keributan dalam laga tersebut karena wasit kurang profesional dalam pengambilan keputusan dan adanya rasisme.
"Saya sebenarnya sangat, benar-benar saya sangat kecewa ya dengan adanya kejadian itu. Kejadian itu kan diawali dari sesuatu yang semestinya tidak boleh terjadi," kata kepada iNews Media Group, Senin (20/4/2026).
"Itu kan diawali dari laporan ya, laporan dan setelah saya lihat di video, diawali dari perangkat pertandingan yang tidak profesional menjalankan tugas," tambahnya.
Pria berkacamata itu pun sudah melakukan komunikasi dengan Fadly Alberto. Pemain itu menceritakan bahwa terpancing emosinya saat ada mendapatkan rasisme.
"Tetapi menurut Berto, kan saya telpon Berto. Ada dari bench itu teriakan, 'Berto hitam, Berto monyet'. Nah, disitulah Berto akhirnya naik darah marah dan dia melakukan tendangan itu," ucapnya.
"Ya, ya seperti itu. Tapi apapun saya bilang, itu tidak dibenarkan dan itu tidak boleh dilakukan. Ya, itu tidak boleh dilakukan (menendang lawan)," tambahnya.
Sumardi menekankan Fadly Alberto harus benar-benar mengevaluasi diri agar lebih bijak merespons berbagai kondisi. Sebab, perjalanan karier pemain itu masih panjang.
"Jadi, menurut saya dengan kejadian ini, tentu Berto ya harus bisa mengevaluasi diri dan harus menerima keputusan Komdis yang pasti akan diserahkan sanksi kepada Berto," katanya.
Kejadian itu dalam pertandingan Elite Pro Academy di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026). Aksi Fadly Alberto menjadi sorotan tajam.
Baca Juga: Viral Pemain Timnas Indonesia Fadly Alberto Lepaskan Tendangan Kungfu Brutal di Laga EPA U-20
Sumardji mengatakan tentunya aksi yang dilakukan Fadly Alberto tidak terpuji dalam dunia olahraga. Dia menilai ada rentetan faktor yang membuat keributan dalam laga tersebut karena wasit kurang profesional dalam pengambilan keputusan dan adanya rasisme.
"Saya sebenarnya sangat, benar-benar saya sangat kecewa ya dengan adanya kejadian itu. Kejadian itu kan diawali dari sesuatu yang semestinya tidak boleh terjadi," kata kepada iNews Media Group, Senin (20/4/2026).
"Itu kan diawali dari laporan ya, laporan dan setelah saya lihat di video, diawali dari perangkat pertandingan yang tidak profesional menjalankan tugas," tambahnya.
Pria berkacamata itu pun sudah melakukan komunikasi dengan Fadly Alberto. Pemain itu menceritakan bahwa terpancing emosinya saat ada mendapatkan rasisme.
"Tetapi menurut Berto, kan saya telpon Berto. Ada dari bench itu teriakan, 'Berto hitam, Berto monyet'. Nah, disitulah Berto akhirnya naik darah marah dan dia melakukan tendangan itu," ucapnya.
"Ya, ya seperti itu. Tapi apapun saya bilang, itu tidak dibenarkan dan itu tidak boleh dilakukan. Ya, itu tidak boleh dilakukan (menendang lawan)," tambahnya.
Sumardi menekankan Fadly Alberto harus benar-benar mengevaluasi diri agar lebih bijak merespons berbagai kondisi. Sebab, perjalanan karier pemain itu masih panjang.
"Jadi, menurut saya dengan kejadian ini, tentu Berto ya harus bisa mengevaluasi diri dan harus menerima keputusan Komdis yang pasti akan diserahkan sanksi kepada Berto," katanya.
(sto)
Lihat Juga :